Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Sholat Syuruq, Ketahui Tata Cara dan Keutamaannya

Niat Sholat Syuruq, Ketahui Tata Cara dan Keutamaannya ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai sholat subuh berjemaah di masjid, kemudian kita masih tetap tinggal di dalamnya sambil berzikir hingga terbit matahari, dan dilanjutkan dengan sholat dua rakaat, maka kita sudah melaksanakan sholat sunnah syuruq.

Sholat syuruq mungkin jarang diketahui oleh sebagian kaum muslimin. Kita lebih mengenal sholat dhuha sebagai sholat sunnah setelah waktu subuh. Kedua sholat ini memang memiliki waktu pelaksanaan yang hampir bersamaan. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa sholat syuruq dan sholat dhuha adalah sama.

BACA JUGA : Waktu sholat dhuha pahami jadwalnya sesuai hadis

Sama seperti ibadah lainnya, sholat syuruq juga memiliki keutamaan yang luar biasa, yang tentunya tak boleh dilewatkan begitu saja.

Lalu, bagaimana tata cara pelaksanaan sholat syuruq?

Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai tata cara melaksanakan sholat syuruq, keutamaan, dan jawaban dari perbedaan sholat syuruq dan sholat dhuha.

Niat Sholat Syuruq

Dalil yang menjelaskan tentang sholat syuruq berasal dari Anas bin Malik ra, yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang Sholat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia Sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi).

Sholat syuruq dan sholat dhuha adalah dua sholat sunnah yang berbeda. Oleh karenanya, niat yang dibaca ketika hendak melaksanakan sholat syuruq pun juga berbeda. Niat sholat syuruq cukup Anda lafalkan di dalam hati.

Berikut bacaan niat sholat syuruq yang dikutip dari dream.co.id,

USHALLI SUNNATAL ISYRAQI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Artinya:

"Aku berniat melaksanakan sholat Sunnah Isyraq sebanyak dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Sholat Syuruq

Anda dapat mengerjakan sholat syuruq cukup dengan dua rakaat saja. Kemudian untuk tata caranya, sholat syuruq sama seperti sholat dua rakaat lainnya.

Setelah membaca niat untuk sholat syuruq, berikut tata cara pelaksanaan sholat syuruq,

  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
  • Rukuk dengan tuma'ninah.
  • I'tidal dengan tuma'ninah.
  • Sujud dengan tuma'ninah.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Lalu berdiri untuk menjalankan rakaat kedua.
  • Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek.
  • Rukuk dengan tuma'ninah.
  • I'tidal dengan tuma'ninah.
  • Sujud.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Tasyahud akhir.
  • Salam.
  • Keutamaan Sholat Syuruq

    Terdapat keutamaan besar ketika kita melaksanakan sholat syuruq. Keutamaan yang paling terkenal dari sholat syuruq adalah memiliki pahala yang sama seperti haji dan umroh. Keutamaan sholat syuruq ini juga dijelaskan dalam beberapa hadis berikut,

    Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda,

    "Barangsiapa yang mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan sholat sunnah dhuha (di awal waktu, syuruq), maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna." (HR. Thabrani).

    Kemudian hadis dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda,

    "Barangsiapa yang melaksanakan sholat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua raka'at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah." Beliau pun bersabda, " Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna." (HR. Tirmidzi).

    Perbedaan Sholat Syuruq dan Sholat Dhuha

    Perbedaan antara sholat syuruq dan sholat dhuha masih sering dipertanyakan. Waktu pelaksanaan sholat syuruq dan dhuha juga masih dianggap berbeda satu sama lain.

    Namun, melansir dari konsultasisyariah.com, sebagian ulama Syafi’iyah memiliki pendapat bahwa waktu sholat dhuha adalah tepat setelah matahari terbit. Namun dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan oleh An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.

    Kemudian pendapat yang ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah, menyatakan bahwa sebagian ulama syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa sholat Dhuha dimulai saat matahari setinggi kurang lebih satu tombak.

    Sedangkan sholat syuruq, dikerjakan ketika matahari sudah meninggi, kurang lebih satu tombak dalam pandangan mata manusia. Ini karena adanya larangan untuk mengerjakan sholat saat matahari tepat di garis terbit.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa waktu sholat syuruq dan dhuha itu sama, yaitu dimulai ketika matahari telah terbit setinggi satu tombak. Lebih jelasnya sholat syuruq itu adalah shalat dhuha di waktu yang paling awal.

    Lalu apa yang membedakan sholat syuruq dan sholat dhuha?

    Disebut sebagai sholat syuruq ketika terpenuhinya beberapa syarat, yaitu sholat subuh berjemaah; kemudian usai sholat dirinya tidak langsung pulang, tapi duduk berzikir hingga terbit matahari; lalu mengerjakan sholat dua rakaat. Tempatnya pun harus di area masjid, karena ada pendapat jika kemudian kita pulang dan mengerjakan sholat dua rakaat di rumah, maka sholatnya dianggap sebagai sholat dhuha.

    Hal ini sesuai dengan hadis sebelumnya, yaitu dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda,

    "Barangsiapa yang Sholat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia Sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi).

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP