Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib yang Benar, Sesuai Ajaran Islam

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib yang Benar, Sesuai Ajaran Islam Ilustrasi mandi. ©Shutterstock

Merdeka.com - Seorang Muslim wajib mengetahui hal-hal yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Salah satunya adalah tata cara mandi wajib yang baik dan benar. Dalam Islam, orang yang sudah dewasa diharuskan mandi wajib karena sebab tertentu seperti bersetubuh atau pun haid.

Mandi wajib merupakan proses pembersihan fisik yang sifatnya wajib bagi seorang Muslim. Tujuannya untuk membersihkan tubuh dan mensucikan diri dari hadas besar. Tata cara mandi wajib pun sudah ada kaidahnya sendiri, jadi harus dilakukan dengan benar sesuai ajaran Islam. Ketika hendak melaksanakan shalat, Muslim harus berwudhu terlebih dahulu sebagai cara untuk menghilangkan hadast kecil.

Sementara ketika junub, selesai haid, dan nifas, mereka harus mandi wajib sebelum melakukan ibadah. Melaksanakan mandi wajib bukan sekedar mandi biasa, namun memiliki tata cara dan amalan yang harus dilakukan. Berikut niat dan tata cara mandi wajib sesuai ajaran Islam yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Kamis, (1/10/2020).

Sebab-Sebab Mandi Wajib

Sebab-sebab mandi wajib ada enam, tiga di antaranya bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan, dan tiga lainnya hanya khusus untuk perempuan, yaitu sebagai berikut:

  1. Bersetubuh, baik keluar mani atau pun tidak.
  2. Keluar mani, baik keluarnya karena bermimpi atau pun sebab lain dengan sengaja atau tidak, dengan perbuatan sendiri atau bukan.
  3. Meninggal, orang Islam yang meninggal, fardu kifayah atas muslimin yang hidup untuk memandikannya, kecuali orang yang mati syahid.
  4. Haid, apabila seorang perempuan telah berhenti dari haid, ia wajib mandi agar ia dapat shalat dan dapat bercampur dengan suaminya. Dengan mandi itu badannya pun menjadi segar dan sehat kembali.
  5. Nifas, yang dimaksud nifas ialah darah yang keluar dari kemaluan perempuan sesudah melahirkan anak. Darah itu merupakan darah haid yang berkumpul, tidak keluar sewaktu perempuan itu mengandung.
  6. Melahirkan, baik anak yang dilahirkan itu cukup umur atau pun tidak, seperti halnya keguguran.

Niat Mandi Wajib

Mandi wajib atau junub biasanya membersihkan diri seusai haid, nifas, dan bersyahwat. Berikut niat yang dibaca ketika akan mandi wajib setelah bersyahwat:

Bismillahirahmandirahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahita'ala

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."

Jika hadas besar pada perempuan disebabkan karena keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan atau nifas, maka niat mandi wajib yang harus dibaca adalah sebagai berikut:

Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minan nifasi fardlon lillahita'ala

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Ajaran Islam

Pada dasarnya, tata cara mandi wajib untuk perempuan yang baru selesai haid, nifas, atau lelaki yang baru bersyahwat sama saja. Pembeda di sini adalah niat yang dibaca sebelum bersuci. Berikut niat dan tata cara mandi wajib lengkap sesuai urutannya.

  1. Bacalah niat mandi wajib atau mandi junub terlebih dahulu. Membaca doa niat di awal-awal hukumnya wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dan mandi biasa. Cara membaca doa niat mandi wajib ini bisa dalam hati atau bersuara.
  2. Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan. Agar sesuai sunnah Rasulullah, mencuci tangan ini bisa dilakukan sampai 3 kali. Hal ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.
  3. Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar dan lain–lain.
  4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.
  5. Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika kita akan salat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.
  6. Masukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.
  7. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.
  8. Saat menjalankan tata cara mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP