Merawat Tradisi Nyate Iduladha di Garut, Pakai Arang Kayu Petai yang Beraroma Khas

Rabu, 21 Juli 2021 13:29 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Merawat Tradisi Nyate Iduladha di Garut, Pakai Arang Kayu Petai yang Beraroma Khas Tradisi nyate pakai arang petai di Garut. ©2021 Liputan6/Merdeka.com

Merdeka.com - Tradisi membakar satai (nyate) daging hewan kurban selalu jadi momen istimewa, termasuk bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bahkan warga Kota Dodol kerap menggunakan bahan unik untuk merawat tradisi lawas tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan arang dari kayu jenis petai.

"Kalau untuk memasak lebih memilih gas elpiji, kalau untuk nyate jelas masih pakai arang, (kayu petai)" ujar Nanang (25), salah seorang pedagang arang bakar di pasar Induk Ciawitali, Garut seperti dilansir dari Liputan6.

Ia mengatakan, menjelang Hari Raya Iduladha kemarin penjualan arang petai miliknya mengalami peningkatan pesat dibanding hari-hari biasa.

Baca Selanjutnya: Memiliki Aroma Khas...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini