Asal Usul Tahu Bulat, Bermula dari Kebun Salak hingga Jadi Game
Merdeka.com - Siapa yang tidak mengenal tahu bulat? Seperti namanya, jajanan ini berbahan dasar tahu dan berbentuk bulat. Biasanya tahu bulat dijual dengan harga Rp500 rupiah yang dijajakkan menggunakan mobil pick up.
Makanan ringan khas Kota Tasikmalaya ini pernah booming sekitar 2015 lalu. Namun tahukah asal mula panganan ringan bercita rasa gurih tersebut?
Berawal dari Komoditas Salak

Penjual Tahu Bulat/ Liputan6 ©2020 Merdeka.com
Jika ditelisik menurut sejarahnya terdapat beberapa versi yang menyebutkan jika tahu bulat berevolusi dari para petani salak di Kecamatan Cineam dan Karangjaya, Tasikmalaya. Awal tahun 2000-an, kecamatan tersebut terkenal sebagai penghasil salak Tasik yang cukup popular.
Namun seiring berjalannya waktu, komoditas tersebut perlahan terhenti karena kalah saing dengan tempat lain yang memang memiliki kualitas salak yang jauh lebih bagus. Semenjak itu banyak masyarakat yang menjadi pengusaha salak berubah haluan dengan berjualan Tahu Bulat.
“Masa kejayaan perkebunan salak telah usai. Tidak ada yang bisa diharapkan lagi. Salak kita sudah kalah saing dengan salak dari daerah lain yang kualitasnya memang lebih baik,” tutur Maman, salah seorang petani salak yang kini jadi penjual tahu bulat.
Dikelola oleh Sistem Kelompok
Industri tahu bulat ini dikelola oleh sistem kelompok. Seorang owner (juragan) mengordinasikan penjualan kepada beberapa penjual yang menggunakan kendaraan untuk berkeliling kota.
Asep Ruslan, pimpinan kelompok tahu bulat Putra Cikal menceritakan jika saat ini Ia memiliki sekitar 60 unit pick up untuk mengangkut penjualan tahu bulat. Bisnis tahu bulat yang ia kelola sudah menyebar di beberapa kota di Jabar bahkan hingga ke Kota Malang Jawa Timur.
Untuk di kecamatan Karangjaya sendiri terdapat lebih dari 10 kelompok unit usaha tahu bulat dengan total 500 armada pick up dan lebih dari 1000 pekerja. Para penjual tahu bulat rata-rata merupakan petani salak yang berpindah usaha dengan berjualan.
Mengalami Penurunan Penjualan
Dilansir dari Liputan6, saat ini industri tahu Bulat sedang mengalami masa surut. Nurdin salah seorang pedagang yang biasa berjualan di Kawasan Kembangan, Jakarta Barat mengungkapkan jika awal mula berdagang pada 2015 bisa meraup untung hingga Rp 500 ribu perhari.
"Saya dagang sekitar 5 tahunan. Awal-awal dagang rame banget, tapi sekarang sudah berkurang. Penghasilan saya sehari Rp500 ribu, tapi sekarang paling Rp200 ribu," ungkap Nurdin yang berdagang sejak 5 tahun lalu.
Dijadikan Game Smartphone

Salah satu feature dalam game Tahu Bulat/own-games.com ©2020 Merdeka.com
Sejak beberapa tahun lalu, tahu bulat bertransformasi menjadi sebuah game yang bisa di mainkan di smartphone.
Dalam game tahu bulat pemain bisa merancang strategi penjualan melalui feature peta. Bahkan dalam feature tersebut pemain yang disebut owner bisa membuka cabang hingga ke luar negeri.
Game yang diluncurkan oleh salah satu developer asal Kota Bandung Jawa Barat tersebut saat ini telah diunduh hingga 10 juta kali.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya