Mengenang Perang Tiongkok -Jepang 7 Juli 1937, Terbesar di Benua Asia Abad ke-20
Merdeka.com - Hubungan Tiongkok dan Jepang telah berlangsung sangat lama bahkan jauh sebelum perang dunia II. Berbicara mengenai hubungan Tiongkok dan Jepang maka akan didominasi oleh isu perdagangan, perebutan wilayah, perebutan pengaruh, dan perluasan kekuasaan. Jepang dan Tiongkok merupakan dua negara di kawasan Asia Timur yang berbatasan secara geografis. Kedua negara ini dipisahkan oleh Laut Tiongkok Timur.
Selain memiliki kedekatan secara geografis kedua negara ini juga memiliki keterikatan secara historis. Bahkan sejarah mencatat kedua negara memiliki sejarah hubungan yang panjang. Sebagai negara yang memiliki kedekatan secara geografis, Jepang dan Tiongkok memulai hubungan melalui jalur perdagangan.
Perubahan pola hubungan antara Jepang dan Tiongkok terjadi karena adanya revolusi meiji di mana Jepang memiliki ambisi untuk mensejajarkan diri dengan negara-negara barat. Hubungan yang berubah menjadi penuh ketegangan membuat Jepang dan Tiongkok terlibat perang besar sekitar tahun 1894-1895 yang kemudian dikenal sebagai perang Tiongkok- Jepang Pertama.
Tidak berhenti sampai di situ saja, perseteruan kedua negara tersebut terus berlanjut. Jepang melanjutkan ekspansinya dengan menganut paham Hakko I Chi U. Maka dari itu lah, mencetuslah perang Tiongkok-Jepang pada 7 Juli 1937. Berikut lebih jauh informasi lengkap mengenai perang Tiongkok-Jepang 7 Juli 1937, terbesar di benua Asia abad ke-20 telah dirangkum merdeka.com melalui repository.umy.ac.id:
Bermula dari Revolusi Meiji
Jepang dan Tiongkok menjalin hubungan perdagangan yang damai melalui Shanghai dan Nagasaki. Hubungan perdagangan ini terjalin ketika Jepang masih berada di bawah pemerintahan Tokugawa. Selama kurang lebih 250 tahun, Tokugawa menjalankan politik isolasi atau politik menutup diri yang sangat membatasi pergerakan dan interaksi antara Jepang dan bangsa luar.
Untuk itu untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri Tiongkoklah yang menjadi satu dari dua negara yang diperbolehkan berinteraksi dengan Jepang melalui hubungan perdagangan. Ketika Jepang mengalami perubahan kekuasaan yang ditandai dengan berakhirnya kekuasaan Tokugawa dan diambil alih oleh Tenno Haika atau Meiji Tenno terjadi pula perubahan pola hubungan antara Jepang dan Tiongkok.
Pada masa Tokugawa Jepang dianggap sangat jauh tertinggal dari bangsa luar dikarenakan politik isolasi yang dijalankannya lalu ketika Jepang beralih kekuasaan dan dipimpin oleh Tenno Haika, Jepang mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Tenno Haika atau Meiji Tenno membawa pembaharuan bagi bangsa Jepang mealalui berbagai kebijakan dan ide-idenya yang kemudian dikenal dengan restorasi Meiji.
Paska revolusi meiji pada tahun 1868 ini, terjadi berbagai perubahan pandangan Jepang yang lebih menyerupai pemerintahan model barat. Adanya revolusi meiji Jepang memiliki tujuan baru yaitu yaitu mempunyai ambisi untuk mensejajarkan dirinya dengan negara-negara barat. Inilah kemudian yang menandai perubahan pola hubungan antara Jepang dan Tiongkok yang semula kedua negara ini melakukan hubungan yang damai melalui jalur perdagangan kemudian berubah menjadi hubungan atau interaksi yang diwarnai dengan ketegangan.
Perang Tiongkok- Jepang Kedua 7 Juli 1937
Perang Tiongkok-Jepang Kedua berlangsung dari 7 Juli 1937 mencapai 9 September 1945. Perang ini berlangsung sebelum dan selama Perang Dunia II, tak heran jika perang ini merupakan perang terbesar di wilayah Asia pada abad ke-20. Dalam bahasa Tionghoa perang ini dikenal sebagai Perang Perlawanan Terhadap Jepang dan juga dikenal sebagai Perang Perlawanan Delapan Tahun.
Perang Tiongkok-Jepang kedua ini dipicu oleh adanya kebijakan imperialisme yang diterapkan oleh Jepang selama beberapa dekade. Jepang berkeinginan untuk mendominasi dirinya atas Tiongkok baik secara politisi maupun militer untuk mengambil alih cadangan bahan baku sumber daya alam melimpah yang dimiliki Tiongkok. Pada 1945, meletuslah Perang Dunia II sekaligus menandai berakhirnya Perang Tiongkok- Jepang serta membawa kedua negara ini bergabung dalam konflik yang lebih besar.
Melihat fakta di atas, hubungan Tiongkok dan Jepang memang telah terjalin sangat lama. Jauh sebelum periode Perang Dunia II yaitu tahun 1868 telah terjadi konflik besar yang melibatkan kedua negara. Meskipun Jepang dan Tiongkok hubungan perdagangan yang dilakukan dengan jalan damai dinamika hubungan kedua negara secara garis besar banyak diwarnai konflik dan dan ketegangan. Pasang surut hubungan kedua negara sebelum periode perang dunia II banyak melibatkan isu militer.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya