Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Temoan, Tradisi Jimpitan Ala Masyarakat Cirebon

Mengenal Temoan, Tradisi Jimpitan Ala Masyarakat Cirebon Tradisi Temoan. Aboutcirebon.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di Jawa Barat banyak tersimpan tradisi yang masih belum diketahui oleh masyarakat umum. Biasanya hal ini dikarenakan tradisi tersebut sudah sangat jarang ditemui mengingat kurangnya minat masyarakat akan tradisi tersebut.

Lain halnya yang terjadi di Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di kota tersebut terdapat tradisi yang unik dan masih dijalankan oleh masyarakat setempat. Mengusung semangat gotong royong, masyarakat setempat menamakan tradisi ini dengan sebutan Temoan.

Tradisi merupakan tradisi “Jimpitan” atau bantuan secara sukarela untuk mengangkat suatu acara adat / budaya yang melibatkan masyarakat sekitar agar tetap lestari sebagai identitas kewilayahan.

Erat dengan Masyarakat Desa

Masyarakat Kecamatan Suranenggala di Kabupaten Cirebon merupakan contoh nyata eratnya tradisi gotong-royong dalam masyarakat. Mereka bekerja sama untuk mengangkat adat atau tradisi agar lebih dikenal secara luas. Banyak dari kalangan masyarakat di desa itu yang masih menjalankan tradisi Temoan tersebut.

Hal itu terjadi karena di Kecamatan Suranenggala tradisi budaya dari masyarakatnya masih sangat kuat dan mengikat. Apalagi di wilayah tersebut masih terdapat banyak sanggar seni tradisional yang tersebar di beberapa titik.

Dilaksanakan untuk Membantu Hajatan Warga

Menurut salah seorang fisiolog dari Kota Cirebon, Raffan S Hasyim, warga Suranenggala Cirebon sudah terbiasa melakukan gotong royong dalam membantu aktivitas warga lainnya.

Tradisi temoan sendiri biasanya terjadi saat pelaksanaan hajatan warga yang erat kaitannya dengan kebudayaan, seperti khitanan, pernikahan, Nujuh Bulanan dll.

Selain membantu prosesi hajatan dari warga, tradisi Temoan juga dipergunakan untuk membantu melaksanakan kegiatan pementasan dari suatu pertunjukan seni di wilayah tersebut.

Dianggap Sebagai Sedekah

Menurut Raffan, dalam tradisi Temoan warga membantu hajatan dari salah seorang warga lainnya melalui berbagai cara, baik itu tenaga, finansial atau kebutuhan acara lainnya. Semua bantuan tersebut bersifat sedekah, bukan dianggap sebagai hutang.

Pada momen tersebut masyarakat setempat secara sukarela menyiapkan uang atau bantuan yang akan diberikan kepada keluarga atau kelompok seni yang akan melakukan hajatan atau pementasan.

Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi, sekaligus untuk mendukung pelestarian seni dan budaya lokal Cirebon agar tetap hidup.

Temoan Sebagai Pondasi Tradisi Kelokalan Cirebon

Warga di sana pun seringkali menyelenggarakan pagelaran dan pementasan berskala besar hanya dari tradisi Temoan yang diberikan secara sukarela oleh masyarakat tersebut.

Menurut Raffan, masyarakat di kawasan Suranenggala sangat peduli dengan tradisi, sehingga sebisa mungkin mereka mengupayakan agar kegiatan apapun yang sifatnya erat dengan kebudayaan agar bisa berjalan sesuai harapan.

Masyarakat di wilayah Suranenggala ini juga sangat mengapresiasi kegiatan seni dan budaya, sehingga mengupayakan apapun agar tetap berjalan. Salah satunya tradisi Temoan ini.

tradisi temoan

Aboutcirebon.id 2020 Merdeka.com

Mewadahi Kesenian Agar Tetap Hidup

Pada acara Njujug Tajug yang dilaksanakan pada Sabtu 29 Februari 2020, ketua panitia Heli Mulyadi menjelaskan bahwa tradisi Temoan merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap kegiatan kesenian yang diselenggarakannya itu.

Pihaknya memang sudah merencanakan untuk mengadakan Temoan pada saat pelaksanaan pagelaran seni dimulai.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP