Mengenal Penyakit Kelima, Infeksi Virus pada Anak yang Jarang Diketahui
Merdeka.com - Pernah mendengar penyakit kelima? Mungkin bagi orang awam, penyakit yang satu ini memang terdengar asing. Namanya pun juga terdengar aneh untuk sebuah penyakit.
Penyakit kelima merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering menyerang anak-anak. Disebut sebagai penyakit kelima karena penyakit ini merupakan penyakit urutan kelima dalam daftar klasifikasi historis penyakit radang kulit umum pada anak-anak, di mana empat lainnya adalah campak, rubela, cacar air, dan roseola.
Penyakit kelima akan menyebabkan ruam pada bagian lengan, kaki, atau pipi. Itulah sebabnya kondisi ini juga disebut dengan “sindrom tamparan pipi”.
Untuk meningkatkan kesadaran Anda terhadap penyakit ini, berikut telah kami rangkum dari Healthline, gejala dan penyebab penyakit kelima.
Penyebab Penyakit Kelima

Ilustrasi shutterstock.com
Parvovirus B19 merupakan virus yang menyebabkan munculnya penyakit kelima. Virus di udara ini cenderung menyebar melalui air liur dan sekresi pernapasan pada anak-anak. Virus ini bisa menyebar kapan saja dan bisa menyerang setiap orang, tidak hanya anak-anak.
Sebagian besar orang dewasa memiliki antibodi yang dapat mencegah mereka mengembangkan penyakit kelima karena paparan sebelumnya ketika masa kanak-kanak. Namun, saat orang dewasa tertular penyakit kelima, gejalanya bisa lebih parah.
Jika Anda terkena penyakit kelima saat hamil, ada risiko serius bagi bayi Anda yang belum lahir, seperti anemia yang mengancam jiwa. Untuk anak-anak dengan sistem kekebalan yang sehat, penyakit kelima merupakan penyakit yang umum dan ringan, sehingga jarang menimbulkan konsekuensi yang bertahan lama.
Gejala Penyakit Kelima
Gejala awal penyakit kelima sangat umum. Gejala penyakit kelima ini bisa menyerupai gejala flu ringan. Gejala penyakit kelima bisa berupa:
• sakit kepala• kelelahan• demam ringan• sakit tenggorokan• mual• pilek• hidung tersumbat
Menurut Arthritis Foundation, gejala ini cenderung muncul sekitar 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Setelah beberapa hari mengalami gejala ini, kebanyakan anak muda akan mengalami ruam merah yang muncul di pipi. Terkadang, munculnya ruam tersebut adalah tanda pertama dari penyakit kelima yang bisa terlihat.
Ruam ini cenderung menghilang di satu area tubuh, dan kemudian akan muncul kembali di bagian tubuh lain dalam beberapa hari. Selain di pipi, ruam akan sering muncul di beberapa bagian tubuh, seperti:
• lengan• kaki• badan
Ruam bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Tapi, pada saat Anda melihatnya, penyakit ini biasanya sudah tidak menular lagi.
Anak-anak lebih rentan terhadap kemunculan ruam ini dibanding orang dewasa. Padahal, gejala utama yang biasa dialami orang dewasa adalah nyeri sendi. Nyeri sendi bisa berlangsung selama beberapa minggu. Gejala ini biasanya akan terasa pada bagian:
• pergelangan tangan• pergelangan kaki• lutut
Penularan Penyakit Kelima

healthline.com
Penyakit kelima menular pada fase paling awal ketika infeksi, sebelum gejala seperti ruam muncul. Penyakit ini ditularkan melalui sekresi pernapasan, seperti air liur atau dahak.
Cairan ini biasanya diproduksi dengan pilek dan bersin, yang merupakan gejala awal penyakit kelima. Inilah sebabnya mengapa penyakit kelima dapat ditularkan dengan begitu mudah dan cepat.
Ketika ruam muncul, kondisi ini semakin memperjelas bahwa gejala yang dialami tubuh bukan sekedar flu biasa. Ruam biasanya akan muncul dua hingga tiga minggu setelah tubuh terpapar virus. Saat ruam muncul, penyakit ini tidak lagi menular.
Cara Mengobati Penyakit Kelima
Bagi orang sehat, tidak diperlukan pengobatan untuk mengatasi penyakit ini. Jika persendian Anda sakit atau mengalami sakit kepala atau demam, disarankan untuk mengonsumsi asetaminofen (Tylenol) yang dijual bebas (OTC) sesuai kebutuhan untuk meredakan gejala ini. Jika tidak, Anda juga bisa menunggu tubuh untuk melawan virus. Namun hal ini biasanya membutuhkan waktu satu hingga tiga minggu.
Anda dapat membantu prosesnya dengan minum banyak cairan dan istirahat ekstra. Anak-anak yang terserang penyakit ini, dapat kembali ke sekolah setelah ruam merah muncul, karena penyakit tersebut sudah tidak menular lagi.
Dalam kasus yang jarang terjadi, imunoglobulin intravena (IVIG) dapat diberikan. Namun pengobatan ini biasanya hanya disediakan untuk kasus yang parah dan mengancam jiwa.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya