Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Kesenian Reak dari Bandung, Siap Tampil di Festival Musik Eropa Juli 2022

Mengenal Kesenian Reak dari Bandung, Siap Tampil di Festival Musik Eropa Juli 2022 Seni Reak. ©2022 warisanbudaya.kemdikbud.go.id//Merdeka.com

Merdeka.com - Reak menjadi kesenian yang popular di tatar Sunda, khususnya wilayah Bandung raya. Biasanya masyarakat akan mementaskan Reak saat melangsungkan hajatan, maupun panen padi. Kesenian ini banyak disukai masyarakat, lantaran diiringi oleh musik tradisional buhun (Sunda kuna) yang atraktif.

Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), yang dilansir Kamis (23/6), seni Reak berasal dari kata dari “reok” atau ”reog” yang berarti membuat kebisingan atau gaduh. Dulunya kesenian ini mendapat pengaruh dari tradisi di Majapahit, hingga menyebar ke Cirebon dan beradaptasi dengan budaya setempat.

Sekitar tahun 1950-an, salah seorang pedagang asal Sumedang menyertakan seni Reak pada acara “Ngaronggeng”, yakni ritual pesta panen padi, di sekitar Pusat Pemerintahan Distrik Ujungberung, Bandung (Komplek Neglasari Sekarang).

Saat ini kesenian tersebut masih terus bertahan, bahkan kabarnya Reak akan mentas di sebuah festival musik kenamaan Eropa, bernama Roskilde Festival.

Berikut selengkapnya:

Dari Tradisi Pertanian Jadi Kesenian Pengiring Khitan

seni reak

©2022 warisanbudaya.kemdikbud.go.id//Merdeka.com

Setelah 10 tahun melekat dengan kegiatan pertanian, seorang pegiat seni bernama Aki Rahma dan Abah Juarta dari Cinunuk, Bandung mengubah fungsi Reak menjadi sebuah pertunjukkan untuk mengarak anak khitan di tahun 1962. Di waktu yang sama, keduanya kemudian menghilangkan bebunyian dari angklung Sunda sehingga tidak lagi dominan.

Saat ditampilkan, Reak versi baru tersebut masih terlihat atraktif dan akan berjalan mendampingi anak yang dikhitan dengan rute yang telah ditentukan oleh pemilik hajat (khitanan). Garis awal iring-iringan adalah rumah yang punya hajat kemudian berjalan berkeliling kampung dan kembali ke titik awal.

Setelah beberapa waktu, kesenian Reak kembali mengalami perkembangan hingga bertahan dengan konsep berdiam di satu tempat dan tidak dilakukan secara berjalan keliling kampung.

Yang Identik dengan Kesenian Reak

Kesenian Reak sendiri menjadi pertunjukan khas, yang menampilkan kepiawaian merangkai irama musik, dengan atraksi dari para pemainnya yang juga diiringi sinden.

Diketahui, para pemain musik di kesenian Reak di antaranya penabuh tilingtit, yakni alat musik pukul berukuran kecil mirip kendang. Kemudian pemukul Tong yang juga serupa dengan ukuran lebih besar, dan Berum serta Badumbamplak yang juga mirip namun ukuran dan suaranya lebih besar untuk pengiring nada yang dimainkan tilingtit.

Selama ini, kesenian tersebut juga identik dengan hal yang berbau mistik lantaran sejumlah pemain dan penari di setiap pertunjukannya akan mengalami kerasukan saat musik dimainkan.

Siap Tampil di Festival Musik Eropa Tanggal 2 Juli 2022

seni reak

seni reak

©2022 roskilde-festival.dk/Merdeka.com

Seiring berjalannya waktu, kesenian Reak terus dipertahankan Abah Juarta hingga penerusnya mendirikan Kelompok Seni Reak Juarta Putra di Kampung Ciguruwik, Desa Cinunuk, Kota Bandung, Jawa Barat tahun 1982.

Kesenian tersebut juga sempat menarik perhatian warga Mancanegara yang datang ke Bandung, dan kini siap tampil di salah satu festival musik terbesar di Denmark, bernama Roskilde Festival.

Kepastian ini juga sudah dikonfirmasi oleh pihak penyelenggara, di mana melalui website Roskilde Festival, Kelompok Seni Reak Juarta Putra akan tampil di tanggal 2 Juli 2022 di Stage Gloria, pukul 01.30 waktu setempat.

Adapun Kelompok Seni Reak Juarta Putra akan satu panggung dengan artis kenamaan luar negeri seperti Post Malone, Dualipa, The Strokes, ST Vincent, HAIM, ACXDC dan masih banyak lagi.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP