Mengenal Ikan Arapaima yang Viral di Tangerang, Ternyata Berbahaya di Indonesia
Merdeka.com - Masyarakat Kota Tangerang dihebohkan dengan ditemukannya seekor ikan berukuran besar. Ikan tersebut kemudian menjadi sorotan, lantaran diketahui bernama Arapaima yang berbahaya di Indonesia.
Seperti pantauan Merdeka di unggahan yang diunggah Instagram @abouttng, Jumat (2/4). Ikan yang sudah mati itu terlihat digeletakkan di atas sebuah karung di Kedaung Baru, Negalsari, Kota Tangerang. Turut disebut, Arapaima itu merupakan pemberian dari seorang kolektor ikan.
"Berhubung warganya dekat dengan sungai Cisadane banyak yang beranggapan dapat dari sungai, padahal dikasih,” kata @embun_pagi29, yang merupakan pemilik video.
Sebenarnya apa Ikan Arapaima itu? Mengapa dianggap berbahaya? Simak ulasannya berikut ini.
Berbahaya Karena Bisa Memakan Seluruh Ikan Lokal di Perairan Indonesia

Ikan Arapaima
©2022 pixabay/ Merdeka.com
Melansir laman kkp.go.id, ikan Arapaima atau Arapaima Gigas seperti yang viral ditemukan di Tangerang merupakan jenis ikan asing invasif yang dilarang pemasukannya ke wilayah perairan Republik Indonesia.
Pelarangan masuknya Arapaima berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/ tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri di mana Arapaima merupakan 1 dari 152 jenis ikan yang terlarang.
Alasan Arapaima dilarang karena berbahaya, dan mengancam ekosistem ikan lokal di sini. Mengingat Arapaima merupakan jenis predator, ia bisa menghabiskan semua jenis ikan lokal yang ada di perairan yang ditempatinya.
Berasal dari Sungai Amazon
Sementara itu mengutip dari laman LIPI (BRIN), Arapaima merupakan jenis ikan asli daerah tropis basah seperti di kawasan sungai Amazon. Ia menjadi salah satu komoditas pangan di sana, dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Ikan arapaima yang berumur 14 bulan biasanya memiliki berat badan sekitar 10-12 kilogram. Selama ini Arapaima dibudidayakan dalam kolam-kolam berukuran sekitar 3 ikan per meter kubik oleh masyarakat di Brazil.
Daging Arapaima kebanyakan didistribusikan secara filet. Dagingnya terbilang lembut, dengan tanpa duri. Ikan tersebut baru bisa dipanen jika sudah berumur 14 bulan setelah menetas dari telurnya. Pada 1 bulan awal, anak-anak Arapaima masih dilindungi oleh induknya.
Digoreng dan Dibagi-Bagikan ke Warga
Sementara itu, terkait ikan yang ditemukan warga Kedaung Baru itu, di postingan dikatakan bahwa ikan tersebut saat ini sudah digoreng dan dibagi-baikan ke para warga.
Disebutkan ikan moster itu pertama kali diterima oleh Bapak Ucat, dari salah seorang pengusaha bernama Aheng. Ikan itu kemudian viral, setelah menjadi tontonan hingga dikelilingi warga yang penasaran.
“Saat ini ikannya juga sudah digoreng,” lanjut @embun_pagi29.
View this post on Instagram (mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya