Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Gangguan Kepribadian Cluster A, Penting Diketahui

Mengenal Gangguan Kepribadian Cluster A, Penting Diketahui Ilustrasi stres. Shutterstock/KieferPix

Merdeka.com - Kepribadian terlahir dari suatu kebiasaan, dan kebiasaan bermula pada kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Kepribadian adalah pola tingkah laku, kebiasaan dan bentuk tubuh seseorang yang diperhatikan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Suatu kepribadian dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti lingkungan dan keluarga, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan merupakan awal dari pembentukan kepribadian dari seorang individu.

Seorang individu memiliki kepribadian yang berbeda dengan individu lainnya, ketika kepribadian seseorang memiliki suatu ciri yang menunjukkan penyimpangan, ada kemungkinan individu tersebut mengalami gangguan kepribadian.

Gangguan kepribadian digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu, kelompok A di mana individu bersifat dan eksentrik, pada kelompok B yaitu kategori individu yang dramatis dan emosional, mereka yang ada dalam kelompok C merupakan individu yang mudah cemas atau ketakutan.

Berikut ini informasi lengkap mengenai gangguan kepribadian cluster A, penting diketahui telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan elibrary.unikom.ac.id.

Pengertian Gangguan Kepribadian Menurut Para Ahli

1. Larsen

Gangguan kepribadian adalah suatu bentuk perilaku kebiasaan yang sangat jauh berbeda dengan kebiasaan seseorang pada umumnya. Perbedaan bentuk karakter penderita gangguan kepribadian dapat dilihat dari cara mereka memandang sesuatu, cara mereka berpikir, dan cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Karakter penderita gangguan kepribadian tercermin dalam banyak aspek di kehidupan sosial maupun kehidupan kepribadian penderitanya.

2. Davison, dkk

Gangguan kepribadian adalah kelompok gangguan yang sangat heterogen dan dianggap sebagai pola perilaku dan pengalaman internal yang bertahan lama, pervasif dan tidak fleksibel yang menyimpang dari ekspektasi budaya orang yang bersangkutan dan menyebabkan tidak berdaya dalam keberfungsian sosial pekerjaan.

Jenis Gangguan Kepribadian Cluster A

1. Gangguan Kepribadian Paranoid

Individu yang memiliki kepribadian paranoid dalam DSM – IV ditandai dengan ketidakpercayaan terhadap orang lain dan menganggap orang lain memiliki motif tersembunyi dan ditafsirkan sebagai orang yang jahat.

Orang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid memiliki gejala seperti, cenderung menyalahkan orang lain tanpa dasar, ragu akan kepercayaan terhadap orang lain, memiliki sifat pendendam, dan masih banyak lagi. Untuk mengobati kepribadian paranoid seseorang dapat menggunakan terapi (CBT) Chognitive Behavioral Therapy.

2. Gangguan Kepribadian Skizoid

Individu yang mengalami skizoid dalam DSM – IV memiliki kecenderungan tidak menginginkan adanya interaksi sosial dan hubungan intim serta memiliki sifat acuh terhadap suatu hubungan, mereka lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri.

Seorang individu dengan gangguan skizoid lebih suka menghabiskan waktu sendiri dibandingkan dengan orang lain, mereka sering tampak terisolasi secara sosial dan lebih memilih untuk menjadi penyendiri.

Gangguan ini dapat diobati dengan cara intervensi atau mengubah prilaku penderita dengan cara diberikan kegiatan untuk bersosialisasi, menghindari pengisolasian, memberikan peran dalam kelompok, dan meningkatkan fungsi didalam masyarakat.

3. Gangguan Kepribadian Skizotipal

Skizotipal adalah gangguan kepribadian di mana individu dengan kecenderungan memiliki pola fikir yang khas sehingga dapat merusak komunikasi dan interaksi yang tengah berlangsung.

Skizotipal dalam DSM – IV dapat digolongkan menjadi 4 kriteria yaitu kategori pertama, memiliki sifat paranoid dan cenderung mencurigai orang lain, kategori ke dua adalah referensi ide, di mana mereka menganggap kejadian yang ada di sekitar berkaitan langsung dengannya, kategori ketiga adalah magical think and odd beliefs, di mana individu mempercayai suatu keyakinan terhadap sihir dan hal yang aneh, kategori keempat yaitu orang yang memiliki halusinasi.

Dalam DSM – IV skizotipal memiliki beberapa tanda seperti tidak dapat menikmati hubungan dekat, selalu berselisih pendapat, hanya memiliki sedikit ketertarikan dengan pengalaman seksual, tidak memiliki teman dekat, dan tidak mempedulikan kritikan dan pujian dari orang lain.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP