Kota Tangerang, Banten menjadi salah satu daerah dengan keragaman kuliner yang legendaris. Sebut saja laksa, nasi uduk, bubur ayam sampai yang unik adalah Es Buntin. Kudapan menyegarkan ini bahkan sudah ada sejak 1980-an, dan menghadirkan menu andalan es bumi hangus.
Es Buntin letaknya berada persis di sekitar bangunan Klenteng Boen Tek Bio, Sukasari, Kota Tangerang. Penjualnya adalah Lim Bun Tin dan sang istri yang sudah meracik es sejak 44 tahun silam.
“Ini sudah 40 tahun jualan es,” kata Lim Bun Tin, menguti kanal YouTube Juicy Josu, Sabtu (17/2).
Advertisement
Es yang dihadirkan Lim Bun Tin merupakan jenis es serut yang diberi berbagai macam toping.
Uniknya es serutnya berbentu mengerucut seperti tumpeng, lalu diberi tambahan susu kental manis, gula maupun sirup.
Es Buntin terasa segar dicicipi di tengah cuaca Kota Tangerang yang terik, dan setelah lelah berkeliling di kawasan pecinan Boen Tek Bio.
Advertisement
Yang unik dan berbeda dari penjual es serut lain, Lim Bun Tin menghadirkan hingga 13 varian gula sebagai pemanis.
Belasan varian gula itu adalah vanili, sirsak, leci, moca, melon, ambon, durian, coklat, kopi, gula Jawa, strawberry dan anggur.
“Ini varian rasa gulanya aja ada 13 rasa, mulai dari vanili, coklat sampai anggur,” katanya lagi.
Advertisement
Keunikan lain dari Es Buntin yang legendaris adalah nama menunya. Salah satu yang menjadi andalan adalah es bumi hangus.
Dikatakan bumi hangus karena warnanya serba hitam. Namun warna itu didapat dari berbagai unsur rasa seperti susu coklat, kurma, anggur, plum dan cincau.
Es Bumi Hangus di kedai Es Buntin
“Nama bumi hangus sesuai dengan warnanya yang serba hitam ini,” tambahnya lagi
Selain itu ada juga nama-nama menu unik lainnya seperti Es Putsal atau Putri Salju.
“Pokoknya serba putih. Ada leci, kelapa, nata de coco, buah atep, dan jelly putih yang panjang diserut itu,” tambahnya.
Lalu ada juga Es Tilo, Es Jerpa, Es Dolkat, Es Siger sampai Kopa.
“Es Tilo itu roti pakai milo, Jerpa itu jeruk kelapa, Siger selasih sama ager nah kalau Kopa itu campuran kopi sama kelapa. Kalau pertama datang ke sini suka bingun sama menunya,” katanya
Advertisement
Advertisement
Untuk harganya, Es Bun Tin terbilang ramah di kantong. Penikmat hanya merogoh kocek sebesar Rp12 ribu, Rp15 ribu sampai Rp30 ribu untuk menikmati semangkuk es serutnya yang khas.
Lim Bun Tin membuka kedainya secara sederhana di sisi kanan klenteng legendaris tersebut.
Lim Bun Tin dan sang istri sudah membuka kedai jualannya sejak pagi hingga sore hari. Kedai ini layak dicicipi bagi pecinta es campur dan minuman dingin karena varian rasanya yang unik dan beragam.