Melihat Tasikmalaya saat Zaman Kerajaan di Museum Galunggung, Ada Kursi Bupati Tahun 1745

Di Museum Galunggung pengunjung bisa melihat perubahan Tasikmalaya sejak zaman kerajaan.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Melihat Tasikmalaya saat Zaman Kerajaan di Museum Galunggung, Ada Kursi Bupati Tahun 1745
Di Museum Galunggung pengunjung bisa melihat perubahan Tasikmalaya sejak zaman kerajaan. (© 2023 merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com
Tasikmalaya menjadi salah satu kota yang ramai di Jawa Barat. Sektor industri sampai periwisata berkembang pesat di sini. Namun sebelumnya, wilayah ini bernama Galunggung dan berganti menjadi Sukapura, dengan sistem pemerintahan berbentuk kerajaan.

Kerajaan Sukapura berada di bawah Kasultanan Mataram, dengan pemimpinnya bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha I (1641), sampai Raden Tumenggung Wiratanuningrat (1937).

Setelah itu, wilayah tersebut berubah menjadi Kabupaten Tasikmalaya dan dipimpin oleh seorang bupati.

Untuk mengenang kejayaan Kerajaan Sukapura, didirikanlah Museum Galunggung yang menampilkan barang-barang peninggalan di zaman itu, termasuk sebuah kursi bupati tahun 1745. 

Mengutip YouTube Melati Ratu, di ruangan depan Museum Galunggung dijabarkan perubahan Tasikmalaya.

Awalnya, Tasikmalaya bernama Kerajaan Galunggung ini berdiri sekitar tahun 700 sampai 1200 masehi, dengan sistem pemimpin bernama kebataraan.

Kerajaan Galunggung memiliki pusat kota di sekitar kaki Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya.

Hadirkan berbagai pusaka
© 2023 merdeka.com

Selain manuskrip Sanghyang Siksakandang Karesian yang memuat kisah Kerajaan Galunggung, museum ini juga mengoleksi berbagai benda pusaka.

Tersimpan di lemari golok-golok sampai kujang milik Kerajaan Galunggung, Sumedang Larang sampai Banten.
Kemudian, museum ini juga menyimpan golok milik Pattimura.

“di sini selain Golok Galunggung, juga ada kujang asli milik Patih Sumedang Larang, Eyang Jaya Perkasa yang terbuat dari batu meteor,” kata penjaga museum.

Di lokasi juga bisa ditemukan berbagai koleksi dari kerajaan yang dulu sempat berkuasa yakni Majapahit.

Terdapat dua mahkota dari raja Majapahit dan Pajajaran di Bogor. Namun keduanya hanya merupakan duplikat sebagai benda koleksi museum.

“Kemudian di sini ada juga piring-piring yang dulu pernah dipakai oleh Sunan Gunung Jati,” katanya lagi.

Kursi bupati Sukapura tahun 1745
© 2023 merdeka.com

Di tengah-tengah bangunan, disimpan dengan rapi kursi peninggalan bupati Sukapura ke dua, Raden Tumenggung Wiradadaha II.

Disebutkan bahwa kayunya masih asli, dan hanya diganti joknya saja sebagai upaya perawatan. Bentuknya khas zaman dulu, dengan ornamen ukiran naga dan beberapa payung di belakangnya.

“Ini kursi peninggalan Bupati Sukapura, Wiradadaha II, kita selamatkan, cuma joknya diganti kan lapuk sebelumnya,” terangnya lagi.

Rekomendasi