Maura Magnalia Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia, Pesan Terakhirnya Bikin Haru
Merdeka.com - Duka kini tengah dirasakan oleh artis sekaligus politisi senior Nurul Qomaril Arifin atau yang lebih akrab disapa Nurul Arifin, pasalnya pada Selasa (25/1/2022) kemarin. Sang putri Maura Magnalia meninggal dunia akibat serangan jantung di kediamannya.
Kabar meninggalnya maura tentu menjadi duka tersendiri untuk keluarga besar Nurul Arifin dan suaminya Mayong Suryo Laksono. Bahkan baru-baru ini politisi 55 tahun ini sempat mengungkap pesan terakhir sang putri sebelum meninggal dunia. Berikut selengkapnya.
Maura Sempat Ngobrol dengan Sang Ayah

©2022 Merdeka.com/kapanlagi.com
Melansir dari kanal youtube Indosiar, Nurul Arifin mengungkapkan sebelum meninggal dunia, sang putri sempat ngobrol malam harinya. Kepergian Maura secara tiba-tiba tentu mengejutkan bagi seluruh anggota keluarga termasuk kedua orang tuanya.
"Detak jantungnya berhenti, padahal tadi malam sama bapaknya masih ngobrol sampe jam 1 malam. Saya tidur jam 10, bapaknya masuk ke kamar, terus dia masih chat-chatan tu sama temennya. Terus tau-taunya pas setengah lima saya bangun dia sudah ngegremprok (pingsan)di mejak makan" ucap Nurul Arifin.
Sempat Tertekan

©2022 Merdeka.com/kapanlagi.com
Lebih lanjut, dalam video yang diunggah pada (26/1/2022) kemarin, Nurul Arifin menjelaskan salah satu faktor sang putri meninggal dunia adalah karena tekanan yang dihadapinya selama pandemi, dimana Maura tak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.
"Sebenarnya dia ini dalam situasi underpressure, karena dia tidak bisa menyalurkan ekspresi dan bakat-bakatnya, sebelum pandemi kan dia ngajar ekstrakuler, karena hobinya memang ngajar. Nah pas pandemi dia ngambil S2 online sampai dia selesai, bulan maret yang akan datang dia wisuda akhirnya semua jadi berantakan. Mungkin yang buat dia depresi itu karena tidak bisa bersosial, banyak batasan lah, keputusasaan, ini akumulasi gitu akhirnya meledak di kepalanya" ucap Nurul Arifin.
Pesan Terakhir Maura

©2022 Merdeka.com/kapanlagi.com
Tak hanya itu, sebelum kepulangan Maura untuk selama-lamanya, Nurul Arifin sempat menceritakan jika sang putri berpesan jika dirinya lelah dengan hidup yang Ia jalani, terlebih mendiang Maura merasa tak bisa membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi yang telah dicapai.
"Pesan terakhir si dua malam sebelum terjadi ini dia datang ke kamar saya dia bilang 'Mother I am tired, aku tidak bisa memenuhi harapan kamu. Terus harapan ku apa? 'ya aku nggak bisa seperti kamu, nggak bisa seperti adikmu, nggak bisa membahagiakan kamu'. Saya bilang jangan di bandikan setiap orang beda Maura" ucap Nurul Arifin.
(mdk/mif)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya