Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kedai Teh Ini Legendaris di Jakarta, Lestarikan Tradisi Minum Teh Sejak 420 Tahun Silam

Kedai Teh Ini Legendaris di Jakarta, Lestarikan Tradisi Minum Teh Sejak 420 Tahun Silam

Menyesap teh di sini membawa kenangan era 1920-an. Wajib didatangi para pencita teh.

Terdapat banyak bangunan tua di wilayah Jakarta Barat. Gedung-gedung tersebut bahkan masih sangat terawat, salah satunya kedai teh Pantjoran Tea House yang berlokasi di Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat.

Secara fisik, bangunan tersebut memiliki nuansa khas Belanda. Kemudian, kedai teh juga kental dengan ornamen Tionghoa khas awal abad ke-20. Ini seolah mengukuhkan posisinya sebagai sisa kejayaan kota pecinan di masa silam. 

Daya tariknya tak sekedar di bangunan, melainkan juga di tradisi minum teh yang sudah ada sejak 420 tahun silam. Kedai teh ini amat menarik dikunjungi, karena penikmat akan diajak bernostalgia di dalam secangkir teh oriental.

Serasa Berada di Tahun 1920

Serasa Berada di Tahun 1920

Mengutip Instagram Pantjoran Tea House, di bagian dalam bangunan terdapat beberapa lampion yang terpasang menggantung. Ada juga aksara Tiongkok kuno di dinding dengan model jendela bermotif kayu.

Belum lagi meja dan kursi di dalam kedai teh yang terbuat dari kayu autentik, dengan lapisan cat bening khas peninggalan zaman dulu.

Menyeruput secangkir teh di sini seolah membawa suasana Batavia khas tahun 1920-an.

Tawarkan Berbagai Menu Teh Khas Negeri Tirai Bambu

Di sana ada banyak menu teh yang ditawarkan. Seluruhnya merupakan racikan turun-temurun khas negeri Tirai Bambu.

Ada yang menarik dari cara penyajiannya. Penikmat bisa menyaksikan penyajian teh dengan teknik gong fu cha yang merupakan tradisi leluhur warga Tionghoa.

Cita rasa teh ini berbeda, dengan aroma harum dan sepat dari seduhan yang sempurna oleh barista di sana.

Dulunya Apotek Tertua di Jakarta

Dulunya Apotek Tertua di Jakarta

Sebelum dijadikan kedai teh, rupanya bangunan sudah ada sejak tahun 1635. Sebelum 1920, lokasi ini merupakan apotek dan toko obat herbal bernama Chung Hwa.

Namun di awal 1900-an, bangunan dijadikan kedai teh yang menawarkan menu autentik dan dibawa oleh imigran China kala itu. Menu-menu tersebut masih bisa dirasakan sampai saat ini.

Bangunan ini juga disebut sebagai generasi awal apotek di Jakarta dan meramaikan khazanah penjualan obat-obatan tradisional di sepanjang jalan kawasan Glodok.

Ada Tradisi Minum Teh Sejak 1600-an

Daya tarik lainnya adalah terdapatnya tradisi minum teh yang sudah ada sejak tahun 1600-an. Tradisi ini kemudian dikenal dengan nama “Patekoan”.

Dalam laman resmi Pantjoran Tea House, patekoan merupakan tradisi berbagi teh gratis ala masyarakat Tionghoa. 

Mereka akan menggelar hingga 8 teko, dengan beberapa cangkir di atas meja panjang agar bisa dinikmati oleh orang-orang yang melintas. Warga pun bisa meminum teh yang disediakan secara gratis. 

Sampai saat ini, tradisi patekoan masih dilestarikan oleh Pantjoran Tea House sebagai bagian dari budaya minum teh ala masyarakat Tionghoa.

Bermula dari Kedermawanan

Dalam sejarahnya, tradisi patekoan ini berangkat dari rasa iba kapitan Tionghoa di zaman kolonial bernama Gan Djie. Saat itu, di depan rumahnya banyak dilalui buruh pikul, pekerja kasar sampai pengemudi andong.

Di saat yang bersamaan, Gan Djie merasa iba dan ingin menolong mereka. Istrinya kemudian menyarankan agar Gan Djie menaruh 8 buah teko dan cangkir di depan rumahnya dan bertuliskan “silakan diminum”.

Tradisi ini lantas menjadi kebiasaan, dan diteruskan oleh kedai tersebut.

Halal

Kedai ini juga menyediakan makanan berat berupa nasi goreng dan menu oriental Chinese lainnya. Seluruh menu yang dijual pun halal.

Kedai Pantjoran Tea House buka dari Senin sampai Jumat, mulai pukul 09:00 – 19:00 WIB. Untuk Sabtu dan Minggu, kedai ini buka mulai pukul 08:00-20:00 WIB

Rekam Jejak Perkebunan Teh di Gunung Dempo, Komoditas Lokal yang Mendunia
Rekam Jejak Perkebunan Teh di Gunung Dempo, Komoditas Lokal yang Mendunia

Kebun teh ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.

Baca Selengkapnya icon-hand
8 Tradisi Warga Tionghoa di Medan saat Perayaan Imlek, Ada Minum Teh Bersama
8 Tradisi Warga Tionghoa di Medan saat Perayaan Imlek, Ada Minum Teh Bersama

Menjelang perayaan Imlek tahun 2024, simak ragam tradisi warga Tionghoa di Medan yang penuh makna.

Baca Selengkapnya icon-hand
Nostalgia di Toko Kue Lakker yang Legendaris di Bandung, Hadirkan Ragam Jajan Pasar Tradisional Sejak 1986
Nostalgia di Toko Kue Lakker yang Legendaris di Bandung, Hadirkan Ragam Jajan Pasar Tradisional Sejak 1986

Kue jadul di sana ditandai dengan label khusus sebagai bukti resepnya original sejak masa silam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mencicipi Keunikan Sate Gecek Khas Indramayu, Dagingnya Tipis dan Disantap Pakai Kuah
Mencicipi Keunikan Sate Gecek Khas Indramayu, Dagingnya Tipis dan Disantap Pakai Kuah

Sate gecek ini unik, dagingnya pipih, rasanya manis dan dimakan pakai kuah. Legendaris di Indramayu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Daya Tarik Situ Datar Pangalengan untuk Liburan Akhir Tahun, Ngadem di Pinggir Danau yang Dikelilingi Kebun Teh
Daya Tarik Situ Datar Pangalengan untuk Liburan Akhir Tahun, Ngadem di Pinggir Danau yang Dikelilingi Kebun Teh

Suasana syahdunya dijamin mampu melengkapi suasana libur akhir tahun di Bandung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Begini Sensasi Menyeruput Kopi di Bangunan Bekas Vihara, Kini Jadi Kedai Kopi Tionghoa Vintage di Tanah Abang
Begini Sensasi Menyeruput Kopi di Bangunan Bekas Vihara, Kini Jadi Kedai Kopi Tionghoa Vintage di Tanah Abang

Pengunjung bisa menikmati sajian lezat di restoran bekas bangunan vihara.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Ayam Mbah Tumbu, Kuliner Legendaris Gunungkidul Sudah Ada sejak 1963
Mencicipi Ayam Mbah Tumbu, Kuliner Legendaris Gunungkidul Sudah Ada sejak 1963

Dalam sehari, puluhan ekor ayam kampung bisa habis untuk memenuhi permintaan pembeli.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kesenian Mengmleng yang Melegenda di Ciamis, Kisahkan Anak Raja saat Dikhitan
Kesenian Mengmleng yang Melegenda di Ciamis, Kisahkan Anak Raja saat Dikhitan

Mengmleng merupakan pementasan tradisional dengan menampikan hewan macan tiruan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Uniknya Rujak Jaran yang Legendaris di Cirebon, Isinya Sayur bukan Buah
Mencicipi Uniknya Rujak Jaran yang Legendaris di Cirebon, Isinya Sayur bukan Buah

Rujak jaran ini tidak memakai buah sama sekali, tapi justru memakai sayur dan gorengan. Unik dan legendaris di Cirebon

Baca Selengkapnya icon-hand