Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Fakta Menarik Museum Tekstil di Jakarta Barat, Dulunya Markas Tentara Rakyat

Fakta Menarik Museum Tekstil di Jakarta Barat, Dulunya Markas Tentara Rakyat

Sejarah Museum Batik dimulai setelah bangunan tersebut difungsikan sebagai markas BKR

Pertengahan tahun 1970-an terjadi penurunan penggunaan kain tradisional (wastra) oleh kalangan masyarakat. Pakaian modern kemudian mulai dilirik dan menjadi tren baru, terutama di kalangan anak muda.

Toko-toko busana kala itu mulai menjual berbagai jenis fashion seperti kemeja, kaus berkerah hingga celana cutbray. Usut punya usut, perubahan tren berpakaian ini karena masifnya kebudayaan barat yang mulai masuk di Indonesia.

Fakta Menarik Museum Tekstil di Jakarta Barat, Dulunya Markas Tentara Rakyat

Ini kemudian memicu rasa prihatin oleh masyarakat pencinta kain batik dan tradisional, hingga membangun sebuah wadah cikal-bakal dari Museum Tekstil. Bangunan ini kemudian menjadi arsip bagi ribuan pakaian asli nusantara dengan kisah sejarah panjang.

Dulunya Markas BKR

Jika diruntut soal sejarahnya, bangunan ini rupanya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Tidak diketahui pasti kapan gedung ini berdiri. Namun gedung ini sudah aktif sebagai markas dari tentara Barisan Keamanan Rakyat (BKR).

Mengutip laman Pusat Perhubungan Angkatan Darat (PUSHUBAD), BKR merupakan tentara bentukan negara untuk mengamankan kondisi sosial dan lingkungan masyarakat di masa silam. Boleh dikatakan jika PUSHUBAD merupakan cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia atau TNI AD.

Menjadi Tempat Arsip Kain Tradisional

Fungsi sebagai markas tentara ini tidak berlangsung lama, sampai sekira 1950-an.

Ketika itu kondisi perang akibat akuisisi penjajah Belanda sudah hilang, termasuk kekacauan politik di masa kosongnya pemerintahan.

Di tahun 1952, bangunan dibeli oleh Departemen Sosial dan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta pada 25 Oktober 1975. Selang setahun, pada 28 Juni 1976, Ibu Tien Soeharto meresmikan bangunan tersebut sebagai Museum Tekstil.

Punya Koleksi hingga 1914 Kain

Punya Koleksi hingga 1914 Kain

Mengutip Instagram Parekraf Jakbar, sampai dengan 2023 kemarin, Museum Tekstil memiliki koleksi hingga 1914 kain tradisional.

Kain-kain tersebut terdiri dari berbagai jenis dan bahan seperti tenun, batik, kontemporer dan campuran dari berbagai daerah.

Namun dari ribuan koleksi itu hanya 120 lembar kain yang bisa dipamerkan dan disaksikan keindahannya oleh par penikmat sejarah kain.

Pengunjung Bisa Membatik Langsung

Keunikan lainnya dari Museum Tekstil adalah pengunjung bisa menyaksikan atau ikut terlibat secara langsung dalam pembuatan kain batik.

Di sana sudah disediakan alat berupa pemanas lilin, lilin cair, kain polos dan canting untuk melukis pola.

Tak perlu khawatir bagi yang berminat, karena pengelola sudah menyiapkan mentor yang akan medampingi pengunjung untuk membuat motif dan melukis kain batik di sana. Pembuatannya juga terdapat pola celup dan tulis.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Untuk tiket masuknya pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp5 ribu per orang, sehingga bisa menambah khazanah seputar kain tradisional tersebut.

Fakta Menarik Museum Tekstil di Jakarta Barat, Dulunya Markas Tentara Rakyat


Jam operasional dari Museum Tekstil adalah Selasa sampai Minggu mulai pukul 07:00 WIB pagi sampai pukul 16:00 WIB.

Fakta Menarik Cakung, Wilayah Bersejarah di Jakarta Timur yang Kini Jadi Kawasan Industri
Fakta Menarik Cakung, Wilayah Bersejarah di Jakarta Timur yang Kini Jadi Kawasan Industri

Di balik hingar bingarnya, Cakung menyimpan banyak kisah unik yang jarang diketahui.

Baca Selengkapnya icon-hand
Filosofi Batik Motif 'Wahyu Tumurun' yang Dibeli Ganjar saat Blusukan ke Sukoharjo
Filosofi Batik Motif 'Wahyu Tumurun' yang Dibeli Ganjar saat Blusukan ke Sukoharjo

Di Jawa, wahyu temurun bisa dimaknai petunjuk dari Allah yang berkaitan dengan pangkat atau kedudukan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Menceritakan Keseharian Para Buruh Rokok, Ini Uniknya Tari Kretek Khas Kudus
Menceritakan Keseharian Para Buruh Rokok, Ini Uniknya Tari Kretek Khas Kudus

Tarian ini pertama kali ditampilkan saat peresmian Museum Kretek Kudus pada 3 Oktober 1986.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Ilmuwan Susun Ulang Baju Besi Tentara Romawi Berusia 1.800 Tahun, Begini Jadinya
Ilmuwan Susun Ulang Baju Besi Tentara Romawi Berusia 1.800 Tahun, Begini Jadinya

Artefak ini bakal dipamerkan di museum mulai 1 Februari.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Batik Betawi Khas Kampung Terogong, Ada Motif Tumbuhan sampai Ondel-Ondel
Mengenal Batik Betawi Khas Kampung Terogong, Ada Motif Tumbuhan sampai Ondel-Ondel

Batik ini punya motif otentik khas Jakarta, mulai dari buah sampai kesenian.

Baca Selengkapnya icon-hand
Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Ini Fakta Menarik Eks Stasiun Banjarnegara
Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Ini Fakta Menarik Eks Stasiun Banjarnegara

Stasiun Banjarnegara punya peran strategis dan nilai sejarah yang tinggi

Baca Selengkapnya icon-hand
Melihat Indonesia Zaman Purba di Museum Geologi Bandung, Ada Fosil Gajah Berusia 800.000 Tahun
Melihat Indonesia Zaman Purba di Museum Geologi Bandung, Ada Fosil Gajah Berusia 800.000 Tahun

Ada banyak koleksi flora, fauna dan bahan tambang di Museum Geologi Bandung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Intip Indahnya Batik Khas Kuningan, Ada Motif Kuda sampai Bokor Emas
Intip Indahnya Batik Khas Kuningan, Ada Motif Kuda sampai Bokor Emas

Batik jadi salah satu kekayaan budaya khas Kabupaten Kuningan yang masih jarang diketahui

Baca Selengkapnya icon-hand
SBY Ajak Anak, Menantu & Cucu Belanja Batik, Ada Motif Spesial Bikin Ingat Mendiang Ibu Ani
SBY Ajak Anak, Menantu & Cucu Belanja Batik, Ada Motif Spesial Bikin Ingat Mendiang Ibu Ani

Presiden SBY ajak keluarga belanja batik sampai temukan motif spesial kesukaan Ibu Ani.

Baca Selengkapnya icon-hand