Kawasan Rajamandala Jadi Bukti Bahwa Bandung Dulunya Lautan, Ini Fakta-faktanya

Siapa yang menyangka bahwa Bandung dahulunya merupakan lautan. Ini buktinya.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Kawasan Rajamandala Jadi Bukti Bahwa Bandung Dulunya Lautan, Ini Fakta-faktanya
Rajamandala, Bandung (kemenparekraf.go.id)

Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, merupakan bagian dari Bandung Raya. Sebagian besar daerah ini merupakan daerah perbukitan, dengan pemandangan indah.

Namun di balik cantiknya dataran tinggi itu, terdapat fakta bahwa seluruh kawasannya di masa lampau merupakan area lautan. Bahkan sampai sekarang jejak-jejaknya masih dapat terlihat, seperti di kawasan Rajamandala.

Batuan gamping dan deretan karst jadi salah satu bukti adanya lautan luas yang dahulu menggenangi Bandung Raya. Dahulu, ikan-ikan, moluska sampai kerang berenang bebas di kawasan tersebut.

Sampai sekarang bukti-bukti saat Bandung masih tenggelam masih dapat disaksikan di Museum Geologi, dan menjadi bukti bahwa perkembangan bumi itu nyata.

Bukit Karst Rajamandala Bekas Dasar Laut Dangkal

Rajamandala, Bandung
Rajamandala, Bandung kemenparekraf.go.id

Merujuk esdm.go.id, sekitar puluhan juta tahun lalu kawasan Bandung masih merupakan daerah lautan. Tebing-tebing karst di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti daerah tersebut merupakan dasar laut.

Tipenya adalah lautan dangkal, dengan bukti deretan bukit kapur yang berwarna putih dan berderet mulai dari Cipatat, Citatah sampai Padalarang.

Perubahan daratan kemudian terjadi pada masa Miosen Tengah, berkisar 25 juta tahun silam. Ketika itu, bumi mengalami aktivitas geologi seperti bergeser, menekuk hingga terangkat menjadi sebuah daratan.

Munculnya Cekungan Bandung

Setelah aktivitas geologi itu, deretan perbukitan kemudian menjadi aktif. Salah satu di antaranya bahkan berukuran sangat besar dengan ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Letusan ini, kemudian menciptakan cekungan yang cukup besar hingga lahirnya Sungai Citarum. Kemudian, inilah yang nantinya menjadi sebuah permukiman dan perkotaan bernama Kota Bandung.

Di masa itu, lautan sudah mulai menyusut dan menyisakan buktif-bukti fosil yang masih dapat disaksikan hingga kini.

Jejak Terumbu Karang

Merujuk jgsm.geologi.esdm.go.id, daerah Bandung Barat yang menyusut itu kemudian menyisakan aneka terumbu karang. Terumbu-terumbu ini dahulu merupakan rumah dari jutaan ikan, dan menciptakan keseimbangan ekosistem laut.

Namun, pesatnya penyebaran dan pengendapan rombakan batuan gunung api kemudian telah mematikan pertumbuhan terumbu formasi Rajamandala.

Itulah mengapa, saat ini fosil-fosilnya banyak yang tidak tersisa dan hanya yang bertekstur keras seperti karst saja yang masih bisa dilihat sampai sekarang menjadi perbukitan.

Kendati demikian, wisata Stone Garden Citatah, yang berada di Padalarang, Bandung Barat menjadi bukti bahwa Bandung Barat dulunya lautan. Pasalnya, di sini, terdapat hamparan batuan-batuan. Bentuknya uncing dan berongga-rongga bak terumbu karang.

Dilansir dari berbagai sumber, Stone Garden atau dikenal juga sebagai karst Citatah pertama kali ditemukan oleh sekelompok peneliti cekungan Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB) di tahun 2000. Disebutkan bahwa Stone Garden Citatah dulunya bagian dasar laut purba yang airnya surut.

Banyak Fosil Kerang dari Bandung

Fosil kerang jejak peninggalan Bandung saat masih menjadi lautan di Museum Geologi
Fosil kerang jejak peninggalan Bandung saat masih menjadi lautan di Museum Geologi Youtube Adrasa ID

Jika ingin melihat koleksi bekas peninggalan masa silam, silahkan mampir ke Museum Geologi yang ada di Jalan Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Di sini, pengunjung bisa menyaksikan jejak-jejak kehadiran laut di Bandung, mulai dari kerang raksasa, siput dan molusca kecil, hingga kerang berukuran sedang.

Sebelumnya, kerang-kerang ini setidaknya jadi bukti nyata bahwa dataran tinggi di kawasan Bandung dahulu merupakan lautan dangkal, tempat hidup jutaan hewan pesisir.

Rekomendasi