Terbuat dari kayu berbentuk sederhana jadi ciri khas perahu eretan di wilayah Sungai Ciliwung, Jakarta. Sehari-hari tak kurang dari puluhan warga bisa diseberangi oleh operator untuk memangkas waktu dan biaya.
Sudah lebih dari 30 tahun, transportasi massal sederhana ini bergerak membelah Sungai Ciliwung.
Alih-alih tergerus jaman, keberadaannya justru dilestarikan sebagai satu-satunya transportasi murah meriah yang meringankan warga.
Rohim, jadi salah satu penarik perahu eretan di wilayah Sungai Ciliwung yang sudah tiga tahun ini setia menyeberangkan penumpang.
Advertisement
Advertisement
Mengutip laman Majalah Jakita, Pemprov DKI Jakarta, nama eretan diambil dari sistem penggerak kapal secara manual.
Perahu ini mengandalkan kawat baja yang melintang, kemudian jadi pegangan operator untuk menggerakan perahu.
Rohim sebelumnya menggantikan Aziz yang sudah bekerja sejak 1970-an dan membantu penyeberangan warga dari Kampung Pulo, Jakarta Timur menuju Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Advertisement
Walau dibuat dari kayu, perahu ini bisa membuat para penumpangnya nyaman. Ini karena adanya tempat duduk di dalam perahu dengan posisi yang lebar.
Belum lagi, perahu ini juga dilengkapi dengan atap yang terbuat dari kayu dan terpal plastik agar melindungi dari panas dan rembesan air hujan.
Transportasi ini jadi andalan warga di bantaran Sungai Ciliwung sejak dahulu hingga sekarang.
Advertisement
Menurut Rohim, dirinya biasa mengangkut warga dari bantaran Sungai Ciliwung, bahkan hingga luar permukiman setempat.
Biasanya penumpang adalah pedagang , pekerja sampai anak sekolah yang membutuhkan jasa penyeberangan singkat.
Dengan semangat, Rohim mengerek tali baja dari sisi pinggir ke pinggir, sembari mengalungkan handuk kecil di leher untuk pengusap keringat.
Advertisement
Sejak dahulu, perahu eretan tidak pernah mematok biaya dengan harga yang tinggi. Ini sebagai bentuk penyesuaian dengan kondisi ekonomi para penumpang.
Dalam sekali menyeberang, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp2 ribu. Begitu seterusnya sesuai kebutuhan mobilitas.
Di pinggir sungai tersebut sudah disediakan tangga sebagai dermaga mini, yang terbuat dari kayu dan kuat menopang beban penumpang.
Advertisement
Adanya perahu eretan juga mampu jadi media pembersih Sungai Ciliwung yang mengalir dari hulu ke wilayah Teluk Jakarta.
Dalam kanal YouTube Dear Channel 76, terdapat perahu eretan lainnya di wilayah Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat.
Terlihat adanya dua pria paruh baya yang bergantian menggerakan perahu. Saat di tengah, salah satu dari mereka terlihat mengeluarkan saringan ikan besar untuk menjaring sampah-sampai plastik dan botol air mineral yang terbawa arus.
Advertisement
Menurut kreator YouTube tersebut, sang pengerek juga diketahui tinggal di perahu eretan. Mereka akan bergantian berjaga, sesuai banyaknya pelanggan.
Di dalam perahu juga terdapat ruangan khusus, untuk kamar istriahat dan kegiatan sehari-hari lainnya.
“Jadi mereka juga tinggal di sini ya, karena sudah tinggal seorang diri (tidak ada keluarganya),” kata pemilik video.
Advertisement
Nanang, selaku pengerek perahu eretan di Jatipulo mengaku siap membantu warga yang ingin menyeberang dari Kampung Citarum ke Kampung Tomang Pulo.
Bahkan, Nanang juga mengaku tak masalah jika penumpang tak memiliki uang dan akan tetap menyeberangkannya.
“Kalaupun dia nggak ada duit ya saya sebrangin aja, karena saya nggak minta.
Kalau nanya ya saya kasih tau biayanya Rp2 ribu,” terang Nanang.
Nanag sendiri mengaku was was saat cuaca hujan, lantaran khawatir akan berdampak banjir dan mengancam perahunya.
“Kayak semalem pas hujan, saya nggak tidur. Jaga aja,” tambahnya.