Jarang Diketahui, Ini Sederet Pesan Nasionalisme di Balik Lagu Sunda Manuk Dadali
Merdeka.com - Lagu kedaerahan seringkali membawa pesan yang mendalam dan bersifat ajakan. Seperti Badindin asal Sumatera Barat yang mengajak pendengarnya melestarikan budaya Minang, hingga Apuse asal Papua yang bermakna rasa sayang antara kakek-nenek terhadap cucunya.
Namun ada pesan berbeda yang tersirat di tembang Manuk Dadali asal Jawa Barat. Di mana liriknya mengajak kalangan muda untuk meresapi nilai nasionalisme lewat alunan nada khas daerah Sunda.
Sebagaimana dilansir Merdeka.com dari kanal Youtube Natasha Chairani, Sabtu (03/7) lagu yang diciptakan penyiar senior RRI, Sambas Mangundikarta itu turut membawa pesan keberagaman dan hidup yang harmonis melalui simbol Burung Garuda yang identik dengan negara Indonesia. Berikut informasi selengkapnya.
Bermakna Cinta Tanah Air Lewat Burung Garuda

©2021 brilio.net/editorial Merdeka.com
Seperti yang telah diketahui, Burung Garuda selama ini dikisahkan sebagai sosok yang kuat, tangguh dan merangkul semua kalangan (keberagaman). Pesan itulah yang sekiranya dibawa lewat lagu Manuk Dadali.
Dalam salah satu potongan liriknya disebutkan 'Resep ngahiji rukun sakabéhna Hirup sauyunan tara pahiri-hiri', yang memiliki arti bersatu, rukun, berhimpun dengan tanpa ada rasa iri dan dengki.
Kemudian lirik itu juga bermakna agar sesama manusia tidak bertengkar karena perbedaan pandangan dan ras, karena hal itu bukan cerminan sikap yang pantas dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Menyiratkan Bangsa Indonesia Sebagai Negara yang Kuat
Kemudian di lirik lainnya juga tertulis 'Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang, Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang, Sukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk, Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk'
Artinya 'Terbang melesat tinggi, jauh di awang-awang, Merentangkan sayapnya, tampil tanpa keraguan, Kakinya panjang dan paruhnya melengkung, Menyongsong awan sambil terbang dengan cepat'.
Lewat bait itu, ditegaskan jika bangsa Indonesia merupakan negara yang kuat, tanpa terpecah belah melalui simbolisasi Burung Garuda yang bisa terbang jauh di angkasa. Kuatnya bangsa juga dikiaskan mirip rentangan sayap lebarnya, dengan penggambaran keyakinan yang hakiki.
Menyimbolkan Rasa Rela Berkorban untuk Negara

Sambas Mangundikarta, sang pencipta lagu Manuk Dadali
©2021 brilio.net/editorial Merdeka.com
Terakhir di lagu Manuk Dadali juga ikut menyimbolkan rasa rela berkorban, demi bangsa dan negara melalui keberanian di bait 'Hirup sauyunan tara pahiri-hiri, Silih pikanyaah teu inggis bela pati, Manuk dadali, ngandung siloka sinatria, Keur sakumna bangsa di nagara indonesia'
Artinya 'Senang bersatu, rukun semuanya, Hidup berhimpun tanpa saling iri dan Saling menyayangi, tak sungkan mengorbankan nyawa, Burung garuda adalah lambang kesatriaan Untuk seluruh bangsa di negara Indonesia'
Dapat diartikan jika lagu Manuk Dadali juga ikut mengajarkan bentuk kecintaan, serta harapan-harapan akan sebuah bangsa yang utuh, dengan saling rela berkorban untuk menciptakan negara Indonesia yang kuat dan membanggakan.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya