Jakarta merupakan kota dengan banyak gedung bertingkat. Masing-masing di antaranya memiliki desain yang mencirikan identitas dari instansi yang menghuninya.
Namun terdapat sebuah gedung yang mencuri perhatian dan berlokasi di Jalan Kramat Raya, Kwintang, Jakarta Pusat.
Menariknya lokasi itu dianggap sebagai gedung paling tinggi se Ibu Kota, padahal hanya terdiri 5 lantai.
Secara desain, bangunan ini juga memiliki arsitektur yang khas, dengan bentuk memanjang dan dipenuhi jendela. Penasaran? Berikut kisahnya.
Advertisement
Bernama CTC
Mengutip kanal YouTube Candrian Attahiyyat, Selasa (26/9), gedung yang dimaksud adalah Central Trading Company atau CTC.
Warna dari gedung sendiri dominan putih krem, dengan tiang-tiang bulat memanjang di bagian bawah bangunan.
Yang unik, gedung ini juga sebagai atap dari trotoar di sepanjang gedung tersebut, sehingga bisa melindungi pejalan kaki dari panas maupun hujan.
Advertisement
Disebut sebagai gedung paling tinggi di Jakarta.
Gedung ini diklaim sebagai gedung tertinggi atau pencakar langit di Jakarta. Namun usut punya usut klaim ini berlaku pada awal peresmiannya di tahun 1956.
Mengutip laman Setiap Gedung Punya Cerita, pernyataan gedung CTC sebagai pencakar langit tertinggi di Jakarta disebutkan oleh wartawan Sin Po.
Ketika itu belum ada bangunan lain yang menandingi ketinggiannya, walau hanya lima lantai.
Saat ini tentu klaim tersebut sudah tidak berlaku, karena banyak di sekelilingnya bangunan dengan belasan lantai yang lebih tinggi.
Advertisement
Jadi gedung bersejarah di Jakarta
Saat ini gedung CTC jadi salah satu bangunan ikonik di kawasan Kwintang dan dianggap memiliki nilai sejarah.
Mengingat fungsi gedung ini yang cukup penting di masanya sebagai gedung perniagaan, maupun perbankan.
Berdasarkan buku Djakarta Djaja Sepanjang Masa yang diterbitkan Pemkot Jakarta tahun 1968, bangunan CTC turut dijadikan sebagai pusat perekonomian negara paska kemerdekaan.
Advertisement
Terakhir beroperasi tahun 1990-an.
Tidak ada informasi pasti soal kapan terakhir gedung ini beroperasi. Namun lewat berbagai sumber yang ada, bangunan ini diperkirakan terakhir dipakai tahun 1990-an.
Saat itu bangunan tersebut pernah ditempati oleh tiga perusahaan yakni Bank Mandiri, Bank BCA serta PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia).
Sayangnya saat ini bangunan tersebut terbengkalai dan tidak terawat. Kondisi bagian dalamnya kurang tertata dan kotor.
Terkadang tempat itu juga dijadikan sebagai lokasi syuting film, maupun tempat uji nyali oleh para konten kreator.
Dari bentuknya yang sudah modern di masanya, gedung CTC memiliki nilai sejarah dan semangat kebangkitan negara pasca kolonialisasi.
Advertisement
Gedung ini tercatat berdiri di lahan seluas 5.485 meter persegi. Dan bagian atas terdapat lantai tambahan untuk memperingati 10 tahun Central Trading Company yang diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1968.