Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fungsi Usus Buntu dalam Tubuh Manusia, Jarang Diketahui

Fungsi Usus Buntu dalam Tubuh Manusia, Jarang Diketahui usus buntu. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam sistem pencernaan manusia, kita mengenal satu organ yang disebut usus buntu. Usus buntu ini adalah tabung tipis dengan panjang 5 sampai 35 cm, dan terlihat menempel pada usus besar di perut bagian kanan bawah.

Organ ini tak hanya ditemukan pada manusia saja. Makhluk hidup lainnya seperti mamalia, burung, dan beberapa jenis reptile diketahui juga memilikinya. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki ukuran sekum yang kecil.

Secara historis, banyak orang percaya bahwa fungsi usus buntu dalam tubuh manusia tidak banyak. Usus buntu biasanya akan menjadi perhatian ketika mereka terinfeksi. Tapi reputasi usus buntu mulai membaik. Para peneliti sedang mempelajari bagaimana peran atau fungsi usus buntu dalam tubuh manusia untuk mendukung kesehatan tubuh yang baik.

Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang fungsi usus buntu dalam tubuh manusia yang mungkin masih tidak banyak diketahui.

Fungsi Usus Buntu dalam Tubuh Manusia

Melansir dari laman webmd.com, satu teori yang muncul terkait fungsi usus buntu dalam tubuh manusia adalah usus buntu bertindak sebagai tempat atau gudang bakteri baik, "me-reboot" sistem pencernaan setelah penyakit diare. Pakar lain percaya bahwa usus buntu hanyalah sisa evolusi manusia yang tidak berguna. Operasi pengangkatan usus buntu sendiri diyakini tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Usus buntu berisi jenis jaringan tertentu yang terkait dengan sistem limfatik, yang membawa sel darah putih yang dibutuhkan untuk melawan infeksi. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa jaringan limfatik mendorong pertumbuhan beberapa bakteri usus yang bermanfaat, yang memainkan peran penting dalam pencernaan dan kekebalan manusia.

Hal ini menunjukkan bahwa fungsi usus buntu dalam tubuh manusia berperan secara tidak langsung dalam mendukung kesehatan sistem pencernaan dan fungsi sistem kekebalan tubuh manusia.

Studi yang dilakukan oleh Randal Bolinger R. beserta teman-temannya juga menunjukkan bahwa lapisan usus mengandung biofilm, atau lapisan tipis mikroba, lendir, dan molekul sistem kekebalan. Dan usus buntu dinilai memiliki kandungan biofilm yang paling menonjol.

Kemudian dalam jurnal yang berjudul Microbial Composition of Human Appendices from Patients following Appendectomy, terdapat teori "safe house", yang menjelaskan fungsi usus buntu dalam tubuh manusia yang berguna melindungi kumpulan bakteri usus baik ketika ada penyakit tertentu yang menghapusnya dari tempat lain di saluran pencernaan. Setelah sistem kekebalan membersihkan tubuh dari infeksi, bakteri muncul dari biofilm usus buntu dan mengkolonisasi kembali usus.

Sebuah tinjauan dari penelitian relevan yang diterbitkan pada Oktober 2016 di jurnal Clinical & Experimental Immunology, menyimpulkan bahwa usus buntu bukanlah organ yang belum sempurna, tetapi merupakan “bagian penting” dari sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa banyak hewan, termasuk kera besar, primata lain, oposum, wombat, kelinci, dan hewan pengerat tertentu semuanya memiliki struktur yang mirip dengan usus buntu. Usus buntu juga dianggap telah berevolusi secara independen pada hewan yang berbeda setidaknya 32 kali sepanjang sejarah, yang sekaligus menunjukkan bahwa organ tersebut memang memiliki fungsi penting.

Masalah Kesehatan pada Usus Buntu

Terkadang, usus buntu bisa meradang dan terinfeksi, dan mengakibatkan kondisi yang disebut sebagai apendisitis.

Mengutip dari everydayhealth.com, apendisitis, atau radang usus buntu, seringkali muncul akibat dari infeksi perut yang telah menyebar ke organ kecil, atau semacam obstruksi yang menghalangi pembukaan usus buntu yang kecil. Sumber penyumbatannya antara lain:

  • Feses yang keras
  • Parasit atau cacing usus
  • Benda yang tertelan
  • Trauma perut
  • Ulkus saluran pencernaan
  • Pembesaran jaringan limfatik apendiks
  • Infeksi atau obstruksi menyebabkan bakteri di usus buntu tumbuh di luar kendali, dan organ bisa terisi nanah dan membengkak. Apendisitis dapat menyebabkan sakit perut yang hebat. Pengangkatan usus buntu (apendiktomi) seringkali menjadi tindakan yang diperlukan, meskipun semakin meningkat, antibiotik dapat direkomendasikan dan digunakan untuk mengobati infeksi tanpa memerlukan intervensi bedah - tergantung pada tingkat keparahan kasus dan faktor kesehatan lainnya pada individu pasien. Jika masalah ini tidak diobati, tekanan pada organ akan meningkat hingga usus buntu pecah.

    Apendisitis sendiri biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya dapat bervariasi, antara lain;

  • rasa sakit di bagian kanan bawah perut Anda
  • muntah
  • demam
  • Tanpa adanya pengobatan, Anda bisa mengembangkan abses atau usus buntu yang pecah. Ini bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera.

    Ketika usus buntu pecah, ia menyebarkan apa yang ada di dalamnya ke seluruh perut. Kondisi ini berpotensi menginfeksi peritoneum, yang merupakan selaput seperti sutra yang melapisi rongga perut. Infeksi peritoneum, yang disebut peritonitis, kemudian dapat menyebabkan sepsis, komplikasi yang berpotensi mematikan jika tidak ditangani secara agresif.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP