Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Penyebab Usus Buntu yang Berasal dari Kebiasaan Sehari-Hari, Patut Diwaspadai

7 Penyebab Usus Buntu yang Berasal dari Kebiasaan Sehari-Hari, Patut Diwaspadai Usus Buntu. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Usus buntu atau yang sering disebut dengan apendisitis merupakan suatu kondisi di mana usus mengalami peradangan dan membutuhkan langkah operasi sebagai salah satu cara untuk menyembuhkannya. Penyakit ini biasanya akan menyerang anak-anak sampai rentang usia dewasa. Namun umumnya penyakit ini seringkali menyerang tubuh pada rentang usia 10 hingga 30 tahun.

Penyakit usus buntu sendiri sebenarnya bukan berarti usus Anda benar-benar dalam kondisi buntu. Namun, usus buntu merupakan kondisi di mana usus mengalami peradangan yang menyebabkan sakit pada bagian perut.

Ketika usus buntu telah meradang, maka operasi untuk mengangkat usus tersebut harus segera dilakukan. Jika tidak segera dilakukan, usus buntu yang meradang akan pecah dan meracuni organ-organ lain yang ada di dalam perut. Tidak hanya itu, bakteri yang menyebabkan peradangan juga akan menimbulkan luka di rongga perut.

Untuk mengetahui gejala penyakit usus buntu dan kebiasaan yang harus dihindari agar tidak terkena penyakit tersebut, berikut 7 penyebab usus buntu yang berasal dari kebiasaan sehari-hari yang patut diwaspadai:

1. Akumulasi Feses

usus buntu

Liputan6.com

Penyebab usus buntu yang berasal dari kebiasaan sehari-hari yang pertama adalah berasal dari akumulasi feses. Seperti halnya pada infeksi saluran pencernaan, apendiks yang terakumulasi dapat mengakibatkan penumpukan feses dan menyebabkan munculnya usus buntu. Oleh sebab itu, apabila telah merasakan gejala ini sebaiknya cepat untuk diatasi dengan memeriksakan diri ke dokter.

2. Infeksi Saluran Cerna

usus buntu

Liputan6.com

Penyebab usus buntu yang berasal dari kebiasaan sehari-hari berikutnya adalah adanya infeksi saluran cerna. Infeksi saluran cerna ini biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau cacing Enterobius Vermicularis yang sudah menyebar ke apendiks.

Hal tersebut akan menyebabkan masalah serius yaitu menimbulkan penyakit usus buntu yang berupa penyumbatan atau infeksi.

3. Cedera Atau Trauma di Perut

usus buntu

Liputan6.com

Cedera atau trauma yang terjadi di bagian sekitar perut juga menjadi salah satu penyebab terjadinya usus buntu. Hal tersebut mengakibatkan rasa sakit yang parah dan mengakibatkan trauma pada perut. Biasanya cedera pada perut disebabkan oleh olahraga yang salah, terkena benda tumpul, atau penyebab yang lainnya.

4. Adanya Benda Asing yang Masuk Ke Saluran Pencernaan

Usus merupakan sebuah jalan bagi apa yang kita konsumsi sehari-hari, dan diproses di dalamnya dan diolah menjadi bentuk feses. Apabila Anda pernah secara sengaja atau tidak sengaja untuk memasukkan benda asing ke dalam sistem pencernaan, akibat yang ditimbulkan adalah adanya peradangan pada area usus Anda. Hal tersebut mengakibatkan infeksi pada area usus dan mengakibatkan peradangan usus atau biasa disebut usus buntu.

5. Iritasi Atau Bisul Pada Saluran Pencernaan

Penyebab usus buntu yang berasal dari kebiasaan sehari-hari yang berikutnya adalah adanya iritasi atau bisul yang tumbuh pada saluran pencernaan yang biasanya disebabkan oleh bakteri yang ikut terbawa pada makanan yang kita konsumsi.

Bakteri tersebut menyebabkan peradangan yang menyebabkan iritasi dan menimbulkan bisul pada tubuh kita. Iritasi yang dibiarkan terlalu lama dan tidak ditangani secara cepat dapat mengakibatkan terjadinya penyakit usus buntu.

6. Polusi Udara

usus buntu

Liputan6.com

Penyebab usus buntu yang berasal dari kebiasaan sehari-hari yang berikutnya adalah adanya polusi udara yang kita hirup sehari-hari. Sebuah penelitian pada tahun 2013 yang dimuat dalam Enviromental Health Perspectives telah mengungkapkan bahwa polusi udara dan ozon yang dihasilkan oleh kegiatan manusia sehari-hari dapat meningkatkan resiko orang terkena apendisitis atau penyakit usus buntu.

Oleh sebab itu, sudah sebaiknya kita sebagai umat manusia dapat menjaga alam dan dapat mengurangi timbulnya polusi yang berasal dari aktivitas manusia sehari-hari.

7. Makanan

usus buntu

Liputan6.com

Penyebab usus buntu yang berasal dari kebiasaan sehari-hari yang terakhir adalah adalah faktor makanan. Beberapa faktor makanan yang menimbulkan adanya penyakit usus buntu di antaranya adalah sering mengonsumsi makanan pedas, penimbunan makanan yang tidak hancur saat dikunyah, dan makanan yang rendah serat.

Biji cabai yang tidak hancur dapat mengakibatkan penyumbatan usus dalam waktu yang lama dan akhirnya menjadi penyebab dari usus buntu. Makan makanan pedas seperti cabai, paprika pedas, atau saus sambal memang dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini biasanya menyebabkan rasa sakit parah di daerah antara tulang dada dan pusar, disertai dengan mual.

Selain itu adanya penimbunan makanan yang tidak hancur dikunyah juga dapat mengakibatkan penyebab timbulnya usus buntu. Potongan kecil makanan yang menyumbat usus akan memblokir permukaan rongga yang membentang di sepanjang usus buntu, dan dapat menimbulkan pembengkakan dan berakibat pada penyakit usus buntu.

Selain itu, kurangnya konsumsi makanan rendah serat juga merupakan salah satu penyebab adanya timbulnya penyakit usus buntu. Meningkatnya konsumsi makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat dan rendah serat dapat meningkatkan risiko radang usus buntu. Dalam sebuah penelitian terhadap hampir dua ribu orang anak di Yunani, ditekankan bahwa anak-anak dengan radang usus buntu memiliki asupan serat yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memilikinya.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP