Fakta Baru Kecelakaan Odong-Odong Maut di Banten, Sopir Diduga Tengah Balapan
Merdeka.com - Anggota kepolisian dari Satlas Polres Serang dan Polda Banten langsung melakukan olah TKP, usai satu unit odong-odong tersambar kereta api di perlintasan Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa (26/7).
Di sana petugas memeriksa jalur kereta yang tidak berpalang pintu, sembari meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Didapatkan fakta baru dari odong-odong yang mengangkut warga Desa Cibetik itu. Menurut keluarga penumpang yang selamat, sang sopir diduga tengah balapan dengan kendaraan wisata serupa yang sudah lebih dahulu melaju di depannya.
Usai menggelar olah TKP, polisi turut menegaskan jika kendaraan wisata tersebut sudah menyalahi aturan.
Keterangan Polisi

Odong-odong di Serang tertabrak kereta©2022 Merdeka.com
Kasatlantas Polres Serang, AKP Tiwi menjelaskan, jika kendaraan odong-odong wisata ini tidak selayaknya berjalan di kawasan jalan raya. Menurutnya odong-odong hanya boleh beroperasi di area wisata.
AKP Tiwi pun menegaskan jika pengemudi odong-odong maut yang tertabrak kereta ini sudah menyalahi aturan.
“Jadi untuk odong-odong ini sebenarnya tidak diperkenankan untuk dioperasikan di jalan. Jadi ini sudah menyalahi aturan dan dilarang, karena odong-odong ini sifatnya hanya boleh dioperasikan di tempat wisata” katanya
Odong-odong Diduga Tengah Balapan dengan Odong-odong Lainnya
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari salah satu keluarga korban yang selamat, ternyata odong-odong maut itu rupanya tengah adu balap dengan kendaraan serupa yang sudah melaju di depannya.
Dilansir YouTube Liputan6, sang sopir juga tidak mengindahkan saat diberi peringatan oleh penumpang, termasuk ketika adanya kereta api yang tengah melintas.
“Tadinya kan odong-odongnya itu ngebut, terus si sopirnya ini nggak mau berhenti dan lurus aja ketika dibilang ada kereta karena sudah keliatan dari jauh, terus bablas aja karena di depannya kan ada juga si odong-odongnya ini, ini ngebut ingin ke si odong-odong yang ada di depannya itu” kata keluarga korban selamat, Arif dikutip dari YouTube Liputan6 pada Rabu (27/7/2022).
Daftar Korban Selamat dan Meninggal Dunia
Berdasarkan informasi dari Kepolisian Daerah (Polda) Banten, terdapat sebanyak 31 korban kecelakaan dari odong-odong maut di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Desa Silebu itu.
"Dari 31 penumpang odong-odong itu, di antaranya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia dan 22 orang luka berat dan ringan," kata Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, Selasa.
Adapun penumpang odong-odong yang mengalami luka berat, antara lain Elfira Ayu Hanifa (6), Putri Keyla Septiana (3), Kalila (2,5), Amroh (29), Alina Fitriana (3),Hikmawati (26), dan Hanifah (5).
Sedangkan korban luka ringan antara lain Adira (1), Aat Sumiyati (22), Dea Ayu Saputri (20), Rizky Anugerah (3), Aini Cesaria (7), Bilqis Meisya Putri (4), Firdha (4,5), Zahira (3), Suirat (27), Fatiroh, Aqila (5),Tisya (8), Dina Aprilia Putri (6), Muhamad Dzikri (4), dan Saki (67).
Sedangkan, penumpang odong-odong yang meninggal dunia atas nama Saptiyah (51), Sawiyah (71), Saptanis (42), Kadilah (38) Sunenah (55), Yanti (22), Azzizatul Atiah (2 ), Ismawati (8), dan Amanda (2).
Odong-odong Tertabrak Kereta
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kendaraan odong-odong dikabarkan tersambar kereta saat melintas di kawasan rel tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kragilan pada Selasa sekitar pukul 11.00 WIB siang
Saat itu, mobil odong-odong yang dikemudikan pria bernama Juli, berjalan dari arah barat ke timur. Saat melewati rel tiba-tiba kereta api muncul dari arah Merak tujuan Rangkasbitung. Sehingga kecelakaan mematikan pun terjadi.
Kendaraan odong-odong itu terpental sejauh sekitar 10 meter. Para penumpangnya terlempar dan 9 orang di antaranya meninggal dunia. Seluruh jenazah dibawa ke RSUD Drajat Prawiranegara, Serang, Banten.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya