Doa Sholat Hajat dan Dzikir Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW, Ketahui Waktu Terbaiknya
Merdeka.com - Doa sholat hajat dan dzikir sebaiknya diketahui umat muslim. Doa sholat hajat dan dzikir dipanjatkan saat seseorang memiliki hajat yang ingin terwujud.
Dalam agama Islam, sholat mempunyai kedudukan terpenting dan merupakan pondasi yang sangat kokoh, tujuannya yaitu pengakuan hati bahwa Allah SWT. Dari segi urutan, sholat menempati kedudukan posisi kedua dari rukun Islam setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Ibadah sholat merupakan satu-satunya Syiar Islam yang perintahnya dijemput oleh Rasulullah SAW kehadapan Allah SWT di Sidratul Muntaha.
Baca juga: Bacaan Doa Sholat Hajat Arab Latin Dan Artinya
Tak hanya sholat wajib, sholat sunnah juga memiliki banyak keutamaan yang sayang bila tidak dikerjakan. Salah satu sholat sunnah yang memiliki banyak keutamaan adalah sholat hajat. Oleh karena itu, sebagai umat muslim sebaiknya mengetahui dan mengamalkan doa sholat hajat dan dzikir.
Berikut informasi mengeni doa sholat hajat dan dzikir, lengkap dengan arti dan keuataannya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.
Doa Sholat Hajat dan Dzikir
Doa sholat hajat dan dzikir sebaiknya diketahui umat muslim. Doa sholat hajat dan dzikir dipanjatkan saat seseorang memiliki hajat yang ingin terwujud.
Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang berkaitan erat dengan rezeki, hal ini tak lain karena sholat hajat dipercaya dapat mendatangkan rezeki berupa ijabah, keberhasilan dan kesuksesan terhadap apa yang diinginkan dan cita-citakan.
Berikut ini merupakan doa sholat hajat dan dzikir yang dibaca selepas melaksanakan ibadah sholat hajat.
Doa Sholat Hajat
Selepas shalat hajat hendaknya seseorang memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah SAW. Meskipun Allah SWT sudah tahu hajat yang bersangkutan, baiknya ia membaca doa shalat hajat seperti yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Bacaan Latin Doa Shalat Hajat
Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.
Arti Doa Shalat Hajat
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”
Berikutnya, memohon apa yang menjadi hajat sembari bersujud dan memperbanyak bacaan berikut.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Dzikir Setelah Sholat Hajat
Selain doa sholat hajat, kamu juga perlu membaca dzikir setelah sholat hajat. Perlu kamu ketahui bahwa ada dzikir khusus yang bisa dipanjatkan untuk memuji dan memohon ampunan Allah SWT.
Jika Allah SWT memaafkan dosa-dosa hamba-Nya, maka segala permintaan hajat berpeluang besar dikabulkan Allah SWT. Adapun urutan dzikir sholat hajat yang dapat dibaca umat Muslim, yakni sebagai berikut:
Sholat hajat dikerjakan sebanyak dua hingga 12 rakaat, dengan satu kali salam setiap dua rakaat. Mengutip buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits, sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, tetapi lebih utama dikerjakan pada sepertiga malam terakhir.Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tuhan kita 'Azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, pada saat itu Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepadaku, pasti Aku kabulkan, barang siapa yang memohon kepadaku pasti Aku beri, dan barang siapa yang meminta ampun kepadaku pasti Aku ampuni." (Diriwayatkan oleh jama'ah)
Gerakan dan bacaan sholat hajat dilakukan seperti sholat fardhu, perbedaan terletak pada niatnya. Adapun setelah melakukan sholat hajat, terdapat doa dan zikir yang bisa diamalkan.
Waktu Sholat Hajat
Sebelum mengamalkan doa sholat hajat dan dzikir, ketahui juga waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat hajat.
Sholat hajat bisa dilakukan kapan saja, kecuali di waktu seusai sholat subuh hingga matahari terbit dan seusai waktu ashar hingga matahari terbenam.
Namun, waktu terbaik yang dianjurkan untuk menunaikan sholat hajat adalah malam hari, terutama di sepertiga bagian terakhir malam. Dalam Islam, waktu di sepertiga malam Allah SWT turun ke langit terendah untuk melihat siapa yang beribadah dan meninggalkan tidurnya di tengah malam.
Sholat hajat hendaknya dilakukan sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Setiap 2 rakaat harus disertai dengan salam.
Keutamaan Sholat Hajat
Setelah mengetahui doa sholat hajat dan dzikir kamu juga perlu tahu mengenai keutamaan dari sholat hajat.
Sholat hajat pada intinya adalah memohon kepada Allah untuk senantiasa didekatkan dengan rezeki yang Allah Ridhai. Berikut ini keutamaan sholat hajat yang dapat kamu rasakan diuraikan dalam hadist Rasulullah SAW yang memiliki arti berikut:
“Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)Berdasarkan hadis tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘allaihi wasallam pun mengajarkan bahwa kita senantiasa untuk meminta kepada Allah SWT melalui sholat. Terutama, bila sedang dalam kondisi memiliki hajat.
Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam bukunya Fiqih Empat Mazhab menulis, “ Dianjurkan bagi setiap muslim yang memiliki kebutuhan yang syar’i untuk melakukan sholat hajat.”
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya