Cerita Pasar Baru di Masa Silam, Jadi Pusat Perbelanjaan Barang Impor Tertua di Jakarta

Pasar Baru menjadi salah satu landmark utama di Jakarta. Dahulu, tempat ini juga menjadi pusat perbelanjaan tertua sejak 1820.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Cerita Pasar Baru di Masa Silam, Jadi Pusat Perbelanjaan Barang Impor Tertua di Jakarta
Cerita Pasar Baru di Masa Silam, Jadi Pusat Perbelanjaan Barang Impor Tertua di Jakarta (Merdeka.com)

Pasar Baru menjadi salah satu landmark utama di Jakarta. Dahulu, tempat ini juga menjadi pusat perbelanjaan tertua sejak 1820.

Kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat menarik untuk dilihat sejarahnya. Pasalnya, tempat ini pernah menjadi pusat perbelanjaan tertua di wilayah Batavia (nama sebelum Jakarta).

Dahulu, Pasar Baru menjadi pusat perputaran ekonomi yang menguntungkan bagi pemerintah kolonial. Sebab, penjualan barang tak hanya dilakukan oleh pembeli dan pedagang lokal, melainkan juga dari pengusaha internasional.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sampai sekarang, Pasar Baru telah menjadi salah satu lokasi tempat berbelanja, sekaligus area rekam jejak yang menarik peninggalan bangsa kolonial. Di sana, banyak terdapat bangunan lawas dengan kisahnya yang berpengaruh di masa silam.

Dibangun di Masa Pemerintahan Daendels

Dibangun di Masa Pemerintahan Daendels
Dok. Istimewa

Mengutip Indonesia.go.id, Pasar Baru saat ini diketahui sudah berusia 204 tahun. 

(Gambar: Tropen Museum)

Sebelumnya tempat ini dibangun di era kepemimpinan Herman Willem Daendels pada 1820.

Sejak pertama diresmikan, kawasan ini sudah banyak berdiri bangunan-bangunan lawas sebagai lapak para pedagang.

Bagi pengusaha kelas elit, mereka langsung mendirikan rumah mewah yang ketika itu juga difungsikan sebagai ruko.

Terdapat toko pakaian, toko tekstil, toko alat olahraga, toko sepatu, toko kacamata dan toko perhiasan emas.

Gaya Bangunan Kebanyakan Bergaya Tiongkok dan Eropa

Sebenarnya, nilai sejarah utama terdapat di gaya bangunan yang mayoritas khas Eropa dan Tionghoa.

Lokasi Pasar Baru juga terbilang strategis dan berbatasan dengan Jalan Raya Pos serta bangunan Gedung Kesenian Jakarta.

Di sana banyak bangunan yang bertahan sejak abad ke-19, seperti bangunan toko Lee Ie Seng yang sudah ada sejak tahun 1873. Toko tersebut kental dengan nuansa Tiongkok yang dipadukan dengan Indische (Eropa).

Jadi Pusat Perbelanjaan Impor Tertua di Batavia

Jadi Pusat Perbelanjaan Impor Tertua di Batavia
Dok. Istimewa

Selain sebagai pusat perbelanjaan tradisional, Pasar Baru juga diketahui sebagai pusat perbelanjaan barang impor tertua di Batavia.

Dahulu, transaksi terutama untuk jenis kain tekstil begitu pesat. Ini membuat pedagang dari India berdatangan ke wilayah Pasar Baru. Selain kain, orang-orang India juga menjual karpet dengan berbagai motif.

Masyarakat pun mengetahui kualitas karpet yang dijual sangat bagus, sehingga pedagang dari India kian menjamur seiring meningkatnya permintaan dari konsumen.

Jadi Landmark Penting di Jakarta

Beberapa bangunan penting juga masih berdiri seperti Apotek Kimia Farma, toko perabot rumah tangga Melati, toko jam Tjung-Tjung, dan toko kacamata Seis (Tjun Lie).

Pada masa pendudukan Jepang, antara tahun 1942-1945, Pasar Baru tetap menjadi pusat perdagangan yang penting. Setelah kemerdekaan Indonesia, pasar ini terus berkembang pesat. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada tahun 1970-an, Pasar Baru menjadi salah satu tujuan belanja utama di Jakarta, menawarkan berbagai macam barang, mulai dari pakaian hingga perabotan rumah tangga.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pasar Baru telah menjadi landmark penting di Jakarta, tidak hanya sebagai pusat perdagangan tetapi juga sebagai simbol sejarah dan perkembangan kota.

(Gambar: Youtube My Favorit Walk)

Rekomendasi