Taman Makam Pahlawan Dreded di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, menyimpan sejarah kelam di masa lampau. Dahulu, tempat ini menjadi saksi bisu kejamnya eksekusi oleh kalangan militer Belanda terhadap warga pribumi.
Penamaan "Dreded" konon berasal dari bunyi senapan Belanda yang ditembakan secara membabi buta. Suara tembakan itu seolah meninggalkan jejak duka dan ketakutan mendalam di kalangan warga setempat sejak masa itu.
Saat ini, Taman Makam Pahlawan Dreded berfungsi sebagai tempat penghormatan oleh pihak pemerintah dan keluarga jenazah yang ditinggalkan. Setiap tanggal 10 November misalnya, banyak masyarakat umum juga prajurit Polisi dan TNI yang datang untuk berziarah.
Namun, apa yang sebenarnya tersembunyi di balik nama Dreded dan sejarah taman makam pahlawan ini? Berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Bekas Suara Senapan Mesin Belanda
Mengutip laman kotabogor.go.id, TPU Dreded jadi salah satu tempat pemakaman umum yang menyatu dengan area pulasara jenazah pahlawan. Kata Dreded sebenarnya sudah digunakan sebagai penamaan wilayah perkampungan yang letaknya tak jauh dari TMP tersebut.
Itulah mengapa terdapat dua versi asal usul nama dari Dreded yang disematkan di sana. Kabarnya, Dreded yang dimaksud adalah suara senapan mesin Belanda yang ditembakan secara terus-menerus.
Dari sana, kemudian terdengar suara “dreded dreded dreded” yang kemudian dijadikanlah sebagai nama tempat penguburan jenazah pahlawan di sana.
Advertisement
Dahulu Tempat Pasukan Pajajaran Menyiksa Penyusup
Merujuk YouTube Trans7 Official, penamaan Dreded kabarnya juga berasal dari bahasa Sunda Bogor yang artinya menyeret.
Penjelasan ini didasarkan pada cerita turun temurun yang dipercaya warga setempat bahwa saat itu terdapat pasukan Kerajaan Pajajaran yang tengah menyeret musuh. Kabarnya, orang tersebut berupaya menyelinap untuk menembus benteng dan akhirnya ketahuan oleh prajurit yang berjaga.
Menurut buku Hitam Putih Pajajaran, benteng kokoh yang mengelilingi istana sebelumnya telah dibuat oleh Raja Prabu Siliwangi. Ini dimaksudkan agar tidak ada pihak musuh yang bisa menyerang pemerintahan Sunda itu.
Bagi yang kedapatan akan langsung dieksekusi dengan cara diseret dan habisi nyawanya sebagai bentuk pelajaran.
Advertisement
Ratusan Makam Tak Beridentitas
Itulah mengapa sekitar 300 an makam di sana tidak memiliki identitas. Kabarnya, mereka adalah bangsawan setempat yang dianggap tidak patuh terhadap kebijakan kolonial sehingga harus dilenyapkan.
Dari desas-desus yang beredar, raden-raden ini dieksekusi di perkampungan warga. Penduduk tak ada yang berani menyaksikan. Mereka hanya mendengar suara senapan mesin yang diiringi jeritan dan rintihan rasa sakit.
Setelah itu, para Raden ini kemudian dimakamkan secara misterius. Area misterius ini kabarnya yang kini menjadi kawasan TMP Dreded, dengan batu-batu nisan tanpa nama.
“Memang di sini ada sekitar 300-an makam tanpa, tidak tahu siapa identitasnya. Tapi mereka dikenal sebagai Cibedug Raden, atau penggede yang didreded Belanda,” kata budayawan setempat, Ace Sumanta.
Advertisement
Tempat Dimakamkannya Mayor Oking
Mengutip Wikipedia, salah satu tokoh pahlawan asal Jawa Barat yang terkenal dan dimakamkan di sana adalah Oking Jaya Atmaja. Sosok yang dikenal dengan nama Mayor Oking ini dulu kiprahnya amat berpengaruh dalam mempertahankan kemerdekaan RI.
Ia dahulu memimpin pasukan Siliwangi saat melawan Inggris ketika ingin menyerang Sukabumi. Kemudian, ia juga pernah menggempur markas NICA di Kampung Loji hingga menjadi buronan Belanda.
Berkat kiprahnya, Oking kemudian diangkat menjadi Komandan Batalyon 314 Salempada. Kemudian, ia turut membantu penumpasan pemberontakan DI/TII di Gunung Salak.
Oking yang dilahirkan dari keluarga bangsawan pada 1918 ini meninggal pada 7 Oktober 1963 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded Kota Bogor, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai tokoh militer yang getol memperjuangkan keutuhan negara.