Bikin Keluarga Soekarno Ketagihan, Warung Nasi di Pasar Cihapit Bandung Ini Melegenda

Selasa, 28 Juni 2022 19:00 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Bikin Keluarga Soekarno Ketagihan, Warung Nasi di Pasar Cihapit Bandung Ini Melegenda Warung nasi langgaran keluarga Soekarno di Bandung. ©2022 YouTube Dyodoran/Merdeka.com

Merdeka.com - Warung Nasi Bu Eha yang berlokasi di Pasar Cihapit, Kota Bandung, Jawa Barat masih menjadi andalan warga sekitar untuk mencari berbagai sajian lauk pauk khas Sunda. Pilihan menunya yang beragam membuat tempat makan ini selalu ramai pembeli. Bahkan saking melegendanya, keluarga Soekarno sampai dibuat ketagihan oleh cita rasa masakan rumah makan ini.

Berbagai jenis olahan sayur, pepes, hingga masakan berbahan daging selalu tersedia. Di sini para pengunjung bisa bebas memilih lauk-pauk dengan harga yang relatif terjangkau.

Menurut sang pemilik warung bernama Eha (92), warung nasinya itu sudah berdiri sejak masa Agresi Militer Belanda pertama pada tahun 1947. Berikut kisahnya

2 dari 4 halaman

Sudah Berdiri Sejak Pasar Cihapit Masih Berupa Lapangan

warung nasi langgaran keluarga soekarno di bandung

warung nasi langgaran keluarga soekarno di bandung
©2022 YouTube Dyodoran/Merdeka.com

Eha mengatakan jika warung nasinya sudah berdiri sejak tahun 1947. Saat itu lokasinya masih berupa lapangan dan belum menjadi sebuah bangunan Pasar Cihapit seperti sekarang.

Saat itu warung tersebut didirikan dan dikelola oleh orang tuanya ketika penjajah Belanda masih menempati Kota Bandung.

“Dulunya oleh orang tua pada waktu masih ada Belanda. Dan dulunya di sini itu lapangan, belum jadi pasar kayak sekarang” terang Eha, saat bercerita kepada pemilik akun YouTube Dyodoran, dikutip Selasa (28/6).

3 dari 4 halaman

Menu Daging Gepuk Menjadi Andalan

Eha mengungkapkan jika daging gepuk menjadi menu yang sudah ada dan tetap dipertahankan sejak kedainya pertama dibuka pada tahun 1947. Menurutnya, menu tersebut menjadi salah satu yang paling disukai pelanggan.

“Cuman (yang favorit) itu gepuk, itu dari tahun 1947 sampai sekarang nggak berhenti-berhenti (menyajikannya)” ungkap Eha.

Saat awal warung ini berdiri, menu yang dijual pun masih menyesuaikan dengan lidah orang-orang Belanda seperti gepuk, daging bistik, perkedel hingga sayur sup. Eha pun ketika itu masih ikut bergerilya melawan Belanda hingga ke Yogyakarta.

4 dari 4 halaman

Jadi Langganan Keluarga Soekarno hingga Ridwan Kamil

warung nasi langgaran keluarga soekarno di bandung

warung nasi langgaran keluarga soekarno di bandung
©2022 YouTube Dyodoran/Merdeka.com

Warung nasi bu Eha kerap menjadi langganan dari kalangan orang penting seperti keluarga Soekarno hingga Ridwan Kamil.

Saat itu, menurut Eha, putra Soekarno Guntur dan Guruh selalu makan di warungnya.

“Kalau anak-anaknya mah dulu makan di sini, tapi kalau ibu Hartininya mah nggak,” lanjut Eha

Tak jauh berbeda, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun sejak kecil turut menjadi pelanggan dari warungnya.

“Kalau Ridwan Kamil pas kecil suka dibawa sama ibunya ke sini. Kesukaannya itu pepes pepesan, dan kalau ayam goreng itu dada sama minumnya harus dua teh botol,” terang Eha

Foto-foto keluarga Soekarno termasuk Ridwan Kamil pun turut terpajang rapi di dinding kedai makannya.

Eha mengatakan jika warung makannya mulai buka sejak pukul 06.00 WIB pagi hingga pukul 15.00 WIB sore.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini