Uniknya Nasi Sek, Kuliner Favorit Masyarakat Pariaman yang Mirip Nasi Kucing di Jawa

Kuliner khas pesisir Sumatera Barat ini disajikan hanya segenggam tangan orang dewasa namun cita rasanya sungguh luar biasa dan menggoyang lidah.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Uniknya Nasi Sek, Kuliner Favorit Masyarakat Pariaman yang Mirip Nasi Kucing di Jawa
Uniknya Nasi Sek, Kuliner Favorit Masyarakat Pariaman yang Mirip Nasi Kucing di Jawa (Merdeka.com)

Jika sedang berkunjung ke Kota Pariaman, jangan lupa mencicipi Nasi Sek atau yang dikenal dengan sebutan Nasi Seratus Kenyang. Mungkin sebagian orang akan mengira bahwa porsinya besar dan mengenyangkan.

Akan tetapi, nasi khas Pariaman ini porsinya hanya seukuran kepalan tangan orang dewasa yang dibungkus dengan daun pisang. Sekilas, kuliner yang satu ini sangat mirip dengan nasi kucing yang ada di Pulau Jawa. (Foto: Wikipedia)

Dari namanya saja, nasi ini mungkin tampak tidak ada yang begitu istimewa. Namun, ciri khas dari Nasi Sek ini terletak pada isi lauknya dan juga harganya yang dijamin ramah dikantong, sehingga kamu bisa menambah sepuasnya.

Lantas, seperti apa kenikmatan dan keunikan dari Nasi Sek khas Pariaman? Simak ulasan informasinya yang dirangkum merdeka.com dari beberapa sumber berikut ini.

Sejarah Nasi Sek

Melansir dari beberapa sumber, keberadaan Nasi Sek ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Selain itu, Nasi Sek ini merupakan kepanjangan dari 'Saratuih Kanyang' atau dalam Bahasa Indonesia artinya Seratus Kenyang.

Pada zaman dahulu, Nasi Sek berisi gulai jengkol, sambal, dan juga sayur singkong. Biasanya, ada lauk pendamping lain, seperti Sala Bulek, Sala Lauak, dan Sala Cumi. Tak ayal jika kuliner yang satu ini menjadi hidangan favorit masyarakat Pariaman yang sangat terjangkau.

Namun, seiring berjalannya waktu harga dari Nasi Sek terus meningkat. Saat ini Nasi Sek sudah menyesuaikan dengan zaman, harganya tak lagi murah dan banyak dijual sepanjang Pantai Gondariah.

Berbentuk Limas

Dalam penyajiannya, Nasi Sek sendiri dibungkus menggunakan daun pisang lalu dibentuk seperti limas. Bentuknya yang sangat sederhana ini akan terlihat lezat dan menggugah selera setelah seluruh bungkusnya dibuka.

Sejak zaman dahulu, Nasi Sek pasti tak jauh-jauh dari pantai dan makan lesehan. Lantaran setiap orang yang sedang menyantap nasi ini biasanya berada di pinggiran pantai atau sambil lesehan di sebuah gazebo atau saung.

Nikmatnya semakin tak tertandingkan ketika menyantap Nasi Sek ditemani dengan semilir angin yang sejuk serta suara deburan ombak yang memanjakan telinga.

Bikin Lupa Ingatan

Mengingat ukuran Nasi Sek yang hanya segenggam tangan orang dewasa, kamu perlu hati-hati ketika mengonsumsinya. Saking enaknya, kamu bisa lupa sudah menghabiskan berapa bungkus Nasi Sek.

Meski kini harganya sudah tak lagi seratus rupiah, namun jangan lupa untuk mencoba salah satu kuliner favorit masyarakat Pariaman ini. Dijamin, bakal bikin ingin kembali ke Pariaman hanya untuk mencicipi lezatnya Nasi Sek.

Rekomendasi