Bandung Gelar Alam Kubur Fashion Week, Ridwan Kamil Beri Pesan Ini
Merdeka.com - Acara serupa Citayam Fashion Week, belum lama ini digelar di Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam peragaan busana di jalanan itu, para modelnya adalah “hantu-hantu” yang biasa berkumpul di Jalan Asia – Afrika.
Seperti terlihat di unggahan Instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pelaksanaan acara yang diberi nama Alam Kubur Fashion Week itu berjalan meriah. Terlihat dari model-model hantu yang begitu antusias saat berjalan di atas “catwalk” kawasan tersebut.
Selain menampilkan keunikan acara, Ridwan Kamil pun sempat menitipkan pesan agar acara serupa bisa berjalan dengan baik, tanpa mengganggu fungsi dari ruang publik. Berikut informasinya
Dihadiri "Hantu-Hantu" Jalan Asia Afrika

©2022 Instagram Ridwan Kamil/ Merdeka.com
Adapun pelaksanaan Alam Kubur Fashion Week tersebut digelar di Jalan Asia – Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat pada hari Minggu (31/7) lalu.
Terlihat cosplayer-cosplayer hantu yang biasa berekspresi di sana, ikut terlibat dalam gelaran Alam Kubur Fashion Week tersebut. Beberapa hantu yang ikut meramaikan di antaranya, Nyi Roro Kidul, buto ijo, kuntilanak, pocong, mumi, sundel bolong, boneka Annabelle hingga hantu kakek-kakek.
Di kesempatan itu, Ridwan Kamil pun sempat berkumpul bersama para model sebelum berlangsungnya acara.
“Saya lagi bersama tokoh-tokoh yang sudah tidak di dunia lagi” kata Ridwan Kamil, di akun Instagram pribadinya
Peragaan Busana Mirip Hantu di Bandung Sudah Eksis Sejak Tahun 2015

©2022 Instagram Ridwan Kamil/ Merdeka.com
Di unggahannya juga, pemimpin yang karib disapa Kang Emil itu menjelaskan bahwa para cosplayer hantu yang ada di Jalan Asia – Afrika, Kota Bandung sudah lama eksis di sana, bahkan sejak tahun 2015 lalu.
Menurut Kang Emil, mulanya keberadaan hantu-hantu itu muncul dan berekspresi di sana saat pelaksanaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA).
“Cosplay culture ini muncul ramai sejak trotoar di jalan Asia Afrika diperlebar dan diperbaiki tahun 2015 saat Peringatan KAA.” Katanya
Diizinkan Berekspresi di Ruang Publik dengan Syarat
Dirinya pun membolehkan bagi siapa saja yang ingin berekspresi di kawasan ruang publik, karena Indonesia merupakan negara demokrasi.
Walau begitu dirinya menekankan untuk memenuhi dua syarat, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.
“Yang pertama, jangan melanggar ketertiban dan aturan, lalu yang kedua, jaga kebersihan ruang publik yang dipergunakan.” Katanya
Menurut dia, jika dua syarat tersebut dilanggar, kemungkinkan penyelenggaraan acara akan menimbulkan masalah.
“Biasanya yang melanggar 2 syarat tadi, kegiatannya akan bermasalah. Semangat. Hatur Nuhun.” katanya
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya