9 Makanan yang Dilarang Saat Hamil, Jangan Anggap Sepele
Merdeka.com - Bagi sebagian besar wanita, hamil bukan saja merupakan karunia dari Tuhan, tetapi juga kebahagiaan yang harus dijaga baik-baik. Bukan hanya kondisi kesehatan diri sendiri yang perlu diperhatikan, tetapi kondisi kesehatan janinnya tak luput jadi prioritas.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan wanita hamil adalah mencukupi kebutuhan nutrisi harian untuk diri sendiri dan bayi yang ada dalam kandungan. Dalam hal ini menjauhi makanan yang dilarang saat hamil juga sama baiknya dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi.
Pantangan makanan ibu hamil sering ditekankan pada masa hamil muda, hal ini demi mencegah risiko mengalami keguguran. Mengingat, ibu hamil muda cenderung rentan mengalami keguguran pada trimester awal. Makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil adalah makanan mentah, setengah matang, makanan belum dipasteurisasi. Sementara itu, saat mengonsumsi makan laut sebaiknya tetap hati-hati, begitu pun dengan beberapa buah yang harus dihindari.
Jika ibu hamil muda mengindamkan pantangan makanan tersebut, bukan berarti ia harus mengonsumsinya. Sang ibu hanya perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan serupa yang dimiliki makanan yang diidamkan. Jelas trik ini lebih aman dilakukan. Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai 9 makanan yang dilarang saat hamil, jangan anggap sepele.
1. Tomat Kaleng

The splendid table
Makanan yang dilarang saat hamil, pertama adalah tomat kaleng. Pada saat kamu sedang hamil, lebih baik menghindari segala macam makanan kalengan. Termasuk juga tomat kalengan. Terkadang kamu bisa mencampurkan tomat kalengan saat membuat sambal.
Semua makanan kaleng mengandung pengawet dalam jumlah tinggi. Pengawet ini beracun bukan saja bagimu tapi juga bagi bayi dalam kandunganmu.
2. Daging Setengah Matang

©2019 Merdeka.com/Pixabay
Makanan yang dilarang saat hamil, berikutnya adalah daging setengah matang. Menurut CDC daging mentah atau setengah matang juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil. Beberapa makanan daging setangah matang atau mentah seperti sashimi dan beberapa jenis sushi, steak dengan tingkat kematangan di bawah well done memiliki risiko adanya bakteri salmonela yang dapat menyebabkan diare, demam, dan keram perut.
Tak hanya dapat menyebabkan seseorang dilarikan ke rumah sakit, tapi juga dapat menyebabkan kematian.
Tidak heran jika daging ini termasuk pantangan makanan ibu hamil muda. Ibu yang sedang hamil cenderung memiliki reaksi yang parah terhadap infeksi salmonela, dan bakteri itu sendiri dapat memengaruhi kondisi bayi.
Bakteri salmonela dapat menyebabkan diare dan kondisi itu dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berdampak pada rahim kamu untuk mulai berkontraksi sebelum waktunya.
3. Daging Kemasan

eatthis.com
Selain daging setengah matang, makanan yang dilarang saat hamil juga berlaku untuk daging kemasan. Hal ini disebabkan karena daging ini dapat membawa listeria, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit listeriosis. Gejala listeriosis termasuk demam, sakit kepala, leher kaku, dan diare.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), penyakit listeriosis berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, atau infeksi yang dapat mengancam jiwa bayi dalam kandungan. Untuk menghindari ini, lebih baik stop membeli daging dalam kemasan. Belilah daging segar dan masak sendiri agar kebersihan dan proses memasaknya juga lebih terjamin.
4. Telur Setengah Matang

©REUTERS/Stringer
Telur setengah matang yang disinyalir mengandung bakteri salmonela. Bakteri ini bisa membahayakan pencernaan ibu dan kesehatan janin.
Tak hanya sekadar telur setengah matang utuh, tetapi juga produk telur lainnya seperti caesar salad dressing, minuman manis dari kuning telur yang dikocok alias eggnog, es krim yang mengandung telur mentah, atau minuman susu telur madu jahe (STMJ).
5. Semangka

©2019 Merdeka.com/Pixabay
Makanan yang dilarang saat hamil selanjutnya adalah semangka. Meskipun semangka pada umumnya menjadi buah yang baik untuk tubuh manusia. Semangka mampu mengeluarkan semua racun sambil mengatur hidrasi dalam tubuh.
Tetapi ada sisi lain dari semangka, semangka tidak baik dikonsumsi saat hamil. Sebab dapat berisiko membahayakan janin dengan berbagai racun yang dikeluarkan semangka.
6. Nanas

©2014 Merdeka.com/shutterstock/Brent Hofacker
Selain semangka, nanas juga termasuk buah yang harus dihindari oleh ibu hamil, setidaknya pada kehamilan trimester pertama. Nanas mengandung bromelain, enzim yang dapat melunakkan dinding serviks. Hal inilah yang membuat nanas harus dijadikan pantangan makanan ibu hamil muda.
7. Ikan Tertentu

©2020 Merdeka.com
Tidak semua ikan menjadi makanan yang dilarang saat hamil, karena ikan kerap dianggap sebagai sumber protein dan nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama pada saat hamil. Namun, kamu juga perlu memperhatikan beberapa ikan yang mengandung merkuri tinggi untuk mengurangi risiko permasalahan saat kehamilan.
Menurut U.S Department of Health & Human Services (USGHHS), wanita hamil harus menghindari ikan tuna mata besar, marlin, ikan todak, raja makarel, hiu, orange kasar, dan tilefish Teluk Meksiko. Selain itu, wanita hamil juga perlu menghindari semua ikan mentah dan setengah matang karena mengandung bakteri berbahaya.
Sementara itu, U.S Food and Drug Administration (FDA) memberitahu bahwa masih banyak ikan yang aman untuk dikonsumsi saat hamil, seperti ikan teri, sarden, haring, lele, salmon, dan nila. Pilihan ikan ini dapat membantu kamu menyediakan nutrisi yang bermanfaat. FDA menyarankan untuk mengonsumsinya dua sampai dengan tiga porsi setiap minggu.
8. Kopi

©Unsplash/Nathan Dumlao
Bukan hanya makanan, ada beberapa minuman yang sebaiknya dijauhi saat sedang hamil salah satunya kopi, terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan. Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi.
Bukan tanpa alasan kafein menjadi salah satu makanan yang dilarang saat hamil. Pasalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi kafein selama hamil bisa meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi lahir rendah, dan bayi lahir mati. Akan tetapi, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Selain kopi, minuman yang mengandung kafein lainnya adalah teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi. Minuman-minuman tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi saat hamil. Gantilah dengan minuman yang lebih sehat seperti jus buah atau susu khusus untuk ibu hamil.
9. Alkohol

©2014 Merdeka.com/Reuters
Meski bukan termasuk makanan, alkohol tergolong minuman dan makanan yang dilarang saat hamil. Ibu hamil yang minum alkohol mempunyai risiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi. Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi.
Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya