Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Manfaat Kulit Jengkol untuk Tubuh dan Lingkungan, Jangan Langsung Dibuang

7 Manfaat Kulit Jengkol untuk Tubuh dan Lingkungan, Jangan Langsung Dibuang Ilustrasi jengkol. © Wikimedia Commons/Hariadhi

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia pasti sudah tak asing lagi dengan jengkol. Biji dari tanaman ini sering dijadikan sebagai makanan dengan berbagai cara memasak. Meski banyak yang suka dengan makanan ini, aroma khasnya terkadang juga membuat sebagian orang enggan memakannya.

Tanaman jengkol termasuk dalam polong-polongan dan banyak tersebar di wilayah Asia Tenggara, seperti Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Indonesia. Bagian biji yang sering dikonsumsi sebenarnya keras, namun akan berubah lunak saat direbus atau digoreng.

Namun selain bijinya, bagian lain dari jengkol yang bisa dimanfaatkan adalah kulitnya. Sebagian orang mungkin masih belum tahu bagaimana manfaat kulit jengkol ini. Biasanya mereka akan mengupas lalu membuang kulitnya begitu saja.

Padahal, kulit jengkol sendiri juga memiliki kegunaan sebagai antioksidan. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa ekstrak kulit jengkol mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Berikut ini, kami akan sampaikan apa saja manfaat kulit jengkol.

Bantu Hilangkan Ketombe

005 yoga tri priyanto

©2016 Merdeka.com

Melansir dari laman Manfaat.co.id, manfaat kulit jengkol yang pertama adalah untuk membantu menghilangkan kulit jengkol. Jika memiliki masalah pada kulit kepala, maka kulit jengkol mungkin bisa menjadi bantuan alami yang baik. Kandungan protein, kalsium, fosfor, vitamin A dan B1, sapoin, tannin steroid, dan likosida dinilai dapat membantu menghilangkan ketombe.

Kandungan yang dimiliki oleh jengkol ini juga telah diuji efektif untuk menghilangkan ketombe. Dikombinasikan dengan tumbuhan randu yang memiliki kandungan polifenol, kulit jengkol dapat memaksimalkan zat di dalamnya untuk digunakan sebagai agen yang menjaga kesehatan kulit kepala agar terhindar dari masalah ketombe.

Selain itu, kulit jengkol dan randu juga memiliki kandungan saponin dan flavanoid yang dianggap dapat melawan serangan bakteri pada kulit kepala yang menyebabkan ketombe.

Bantu Mengatasi Diabetes Melitus

Manfaat kulit jengkol yang kedua yaitu untuk membantu mengatasi diabetes melitus. Siapa sangka kulit dari biji yang memiliki bau tajam ini juga memiliki khasiat yang dapat mengatasi penyakit diabetes melitus.

Kulit jengkol memiliki kandungan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Cara untuk mendapat manfaat ini juga cukup mudah. Anda hanya perlu merebus kulit jengkol dan meminum air rebusannya 3 kali sehari.

Untuk manfaat ini, belum ada penelitian yang membuktikan kulit jengkol dapat menurunkan gula darah, namun para ahli juga tidak menyangkal manfaat kulit jengkol yang berguna untuk menurunkan gula darah. Konsultasikan pada dokter jika ingin mencoba menggunakan kulit jengkol untuk diabetes.

Menyembuhkan Luka Pasca Mencabut Gigi

Manfaat kulit jengkol yang ketiga yakni untuk membantu menyembuhkan luka pasca mencabut gigi. Untuk manfaat kulit jengkol yang satu ini, dilakukan eksperimen pada marmut dengan memberikan ektrak kulit jengkol setelah melakukan pencabutan gigi pada marmut.

Hasilnya, senyawa kimia yang terkandung dalam kulit jengkol, yaitu flavonoid dan alkaloid dapat membantu meningkatkan kinerja sel fibroblas untuk mempercepat terjadinya regenerasi mengembalikan kontinuitas dan fungsi jaringan setelah pencabutan gigi.

Anti-Bakteri yang Efektif

Manfaat kulit jengkol yang keempat yaitu sebagai anti-bakteri yang efektif. Sebelumnya telah disebutkan bahwa kulit jengkol berguna melawan bakteri pada kulit kepala. Ya, kulit jengkol memang dinilai memiliki senyawa anti-bakteri yang dapat menghambat perkembangan bakteri.

Fraksi etil asetat yang ada pada kulit jengkol memiliki aktivitas anti-bakteri yang dapat membunuh pertumbuhan bakteri, seperti bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Kulit jengkol akan membantu Anda menjaga jumlah normal dari kedua bakteri ini agar tidak terlalu banyak di dalam tubuh.

Mengatasi Jentik Nyamuk Demam Berdarah

Manfaat kulit jengkol yang kelima adalah untuk mengatasi jentik nyamuk penyebab demam berdarah. Nyamuk demam berdarah, atau nyamuk aedes aegypti, merupakan musuh bagi manusia. Meski kecil, mereka membaca ancaman yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, sudah banyak gerakan untuk melakukan pembasmian nyamuk ini.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan kulit jengkol. Kulit jengkol memiliki kandungan asam fenolat, alkaloid, terpenoid dan saponin yang dapat mengusir jentik nyamuk dan mencegah perkembangbiakan nyamuk. Dengan mengatasi jentik nyamuk dengan kulit jengkol, tidak akan terjadi pencemaran lingkungan air dan lingkungan sekitar juga menjadi lebih sehat.

Sebagai Pestisida Alami

ilustrasi berkebun

leafbuyer.com

Kulit jengkol memiliki senyawa kimia seperti terpenoid, saponin, asam fenolat, dan alkaloid, yang telah terbukti ampuh untuk melindungi tanaman dari hama. Anda bisa memanfaatkan kulit jengkol untuk pestisida alami dengan mengkombinasikannya dengan jenis tanaman lain.

Kandungan tannin dan favanoid pada kulit jengkol juga berguna untuk melindungi dari hama seperti pada tumbuhan berkayu. Pestisida alami yang dibuat dari kulit jengkol dapat menghilangkan beberapa jenis hama pada tumbuhan seperti semut, lalat, beberapa jenis serangga kecil serta juga belalang.

Meningkatkan Produktivitas Padi

Manfaat kulit jengkol yang terakhir adalah untuk meningkatkan produktivitas padi. Untuk merawat padi, bahan alami yang tidak terkontaminasi bahan kimia adalah bahan perawatan yang paling baik. Dan ini bisa Anda dapatkan dengan menggunakan kulit jangkol.

Dengan menggunakan pestisida yang terbuat dari kulit jengkol, akan membuat padi terhindar dari kontaminasi bahan kimia serta terhindar dari hama dan serangan serangga lain yang biasa mengancam tanaman padi.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP