Mengenal Abah Landoeng, Sosok Inspiratif di Balik Lagu 'Oemar Bakrie' Iwan Fals
Merdeka.com - Abah Landoeng merupakan sosok yang patut diteladani. Pria asal Bandung tersebut merupakan bagian dari saksi sejarah dalam memperjuangkan pendidikan di wilayah Bandung. Abah Landoeng berjuang dengan mendatangi para pedagang pasar untuk mengajar membaca dan menulis.
Selain aktif dalam menggalakkan pendidikan, sosok Abah Landoeng juga dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam gelaran bergengsi Konferensi Asia Afrika.
Abah Landoeng merupakan tokoh dibalik lagu Oemar Bakrie yang terkenal dan dinyanyikan oleh Iwan Fals. Menurut penyanyi bernama asli Virgiawan Listanto tersebut, sosok Abah Landoeng merupakan inspirasi tokoh dalam menulis lagu Oemar Bakrie yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Pernah Menjadi Guru SMP Iwan Fals
Melalui akun Instagramnya, Iwan Fals pernah mengunggah foto bersama seseorang bernama Abah Landoeng. Lewat unggahannya itu, Iwan menyebut Abah Landoeng sebagai guru dan sosok yang menginspirasinya.
"8 Oktober. Singaraja, Bali! Bersama Abah Landoeng, guru SMP saya dan salah satu inspirasi lagu Guru Oemar Bakri. Umur 91. Panjang umur terus bahh.." tulisnya.
Senada dengan unggahan itu, Abah Landoeng juga bercerita ketika menjadi sebagai bintang tamu disebuah acara talk show di televisi. Ia membenarkan kalau pernah menjadi guru pengajar di SMP tempat Iwan Fals bersekolah.
Menurut Abah, Iwan merupakan sosok yang selalu asyik diajak ngobrol dan dirinya dengan Iwan sudah seperti teman yang selalu nongkrong Bersama saat sekolah.

Akun Instagram Iwan Fals 2020 Merdeka.com
Mengabdi di Dunia Pendidikan
Menurut Iwan Fals yang dilansir dari Liputan6.com, alasan Iwan Fals menciptakan lagu Oemar Bakrie, salah satunya ialah Abah Landoeng. Ia berupaya menceritakan sosok guru yang mengajar Iwan Fals pada masa SMP yang selalu mengajar tanpa pamrih. Lewat cerita Iwan, di usia 28 tahun, Abah Landoeng sudah menjadi guru privat, yang membuka les mata pelajaran untuk teman teman sekolah. Abah Landoeng selalu berkendara ke sekolahnya dengan menggunakan motor vespa tua yang selalu menemani perjalanan hidupnya.

2015 Merdeka.com
Teman Akrab Iwan Fals Ketika di Sekolah
Menurut pria berusia hampir 100 tahun tersebut, dirinya dan Iwan merupakan teman akrab. Walaupun ia berstatus sebagai guru dan Iwan adalah murid, keakraban tersebut tidak menghalangi keduanya. Bahkan, Abah mengaku kerap menjadi teman nongkrong di sekolah.

Akun Instagram Iwan Fals 2020 Merdeka.com
Pernah Menganggap Iwan Fals Tidak Bisa Menyanyi
Masih di acara talk show yang sama, Abah Landoeng mengaku pernah menganggap Iwan tidak bisa bernyanyi. Abah menceritakan kalau dulu Iwan Fals selalu salah nada ketika bernyanyi. Alasan ini pula yang menjadikan nama panggung Iwan, yaitu Iwan Fals.
Walau begitu, Iwan membuktikan kemampuannya dan kini menjadi salah satu penyanyi legendaris tanah air.
Menjadi Saksi Sejarah Penjajahan Jepang
Abah Landoeng juga menceritakan kalau dirinya pernah menjadi korban keganasan tantara Jepang. Berdasarkan ceritanya, saat itu ia sedang bersama ayahnya dan tiba-tiba didatangi tantara Jepang.
Tentara Jepang yang menghadang mereka itu menanyakan usia sebagai syarat diikutkan kerja paksa Romusha. Demi melindungi Abah Landoeng, sang ayah memalsukan usia Abah menjadi 8 tahun, agar terlepas dari syarat Romusha, 12 tahun.

Dream.co.id 2020 Merdeka.com
Ikut Berperan dalam KAA Pertama di Bandung Tahun 1955
Dilansir dari Liputan6.com, Abah Landoeng juga termasuk salah satu saksi sejarah perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Ia bertugas mengumpulkan mobil untuk para delegasi peserta KAA. Perjuangan mengumpulkan mobil tidaklah mudah. Abah bekerja mengumpulkan mobil selepas mengajar pada sore hari.
Setelah magrib, Abah Landoeng langsung berkeliling ke beberapa tempat di Bandung untuk mencari mobil. Sepeda onthel menjadi sahabat baik yang menemaninya bertugas.
Selama dua minggu, Abah Landoeng mampu mengumpulkan 14 mobil dari berbagai penjuru kota Bandung. Mobil-mobil yang dikumpulkan terbilang mewah pada masanya, seperti Mercy, Dodge, dan Impala. Bagi Abah Landoeng, pemilik mobil yang rela mobil miliknya dipinjam menaruh kepercayaan penuh di dirinya.
Para pemilik mobil memang mengenal Abah Landoeng sebagai seorang guru. Mobil-mobil digunakan untuk para delegasi peserta KAA tanpa perlu disewa. Ia mengumpulkan 14 mobil dikarenakan waktu terbatas. Namun, 14 mobil akhirnya dikumpulkan bersama ratusan mobil lainnya untuk digunakan selama KAA 1955 berlangsung.

Mobil untuk para tamu KAA 1955 Yang dikumpulkan Abah landoeng
Liputan6.com 2020 Merdeka.com
Pernah Bersepeda dari Bandung Menuju Mekah untuk Berhaji
Kisah menarik lain dari Abah yaitu, ia pernah bersepeda dari Bandung hingga ke Mekah untuk beribadah Haji. Ia menceritakan pengalamannya itu saat menjadi bintang tamu di acara yang dipandu Deddy Corbuzier.
Dalam ceritanya, Abah mengaku seperti menjalani perjalanan spiritual. Ia bersepeda selama kurang lebih 7 bulan. Di usianya yang sudah senja, Abah masih ingat betul setiap detail perjalanan yang ia alami.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya