4 Fakta Baritan, Tradisi Asal Tegalgubug Cirebon yang Bantu Tangkal Corona
Merdeka.com - Masyarakat di wilayah yang masih kental dengan nilai tradisi dan agama biasanya akanberupaya menyelesaikan suatu masalah besar dengan berdoa kepada Tuhan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Budaya Indonesia sendiri terkenal akan berbagai tradisi untuk menangkal suatu persoalan yang besar dan mengancam, salah satunya di Desa Tegalgubug, Arjawinangun, Cirebon.
Desa tersebut tersebut memiliki tradisi khusus yang biasa digunakan untuk menangkal suatu masalah besar yang menyangkut masyarakat luas yaitu tradisi Baritan. Menurut warga setempak, tradisi Baritan sudah berlangsung turun temurun untuk menangkal berbagai masalah besar yang mengancam warga seperti wabah Corona yang saat ini telah menyebar di berbagai wilayah Indonesia.
Merupakan Tradisi Tolak Bala
Dilansir dari Liputan6, tradisi Baritan merupakan tradisi yang berakar pada doa kepada Allah SWT dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Seperti yang terjadi di Desa Tegalgubug Lor, Kabupaten Cirebon pada Selasa (17/3) malam, ribuan masyarakat Desa Tegalgubug tampak memadati jalanan.
Mereka menggelar tradisi Baritan sebagai ungkapan doa dan tolak bala terhadap wabah virus corona Covid-19 di Indonesia, termasuk Cirebon. Dari anak-anak hingga dewasa, mereka saling bahu membahu memberi dukungan dan berdoa agar wabah corona Covid-10 tidak semakin menyebar.
Berkeliling Menggunakan Obor

Liputan6.com 2020 Merdeka.com
Tradisi Baritan merupakan tradisi yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Desa Tegalgubug Lor. Tradisi ini dilaksanakan setiap kali ada persoalan besar melanda seperti saat munculnya wabah penyakit seperti sekarang ini. Tradisi ini dilakukan dengan cara berkeliling desa menggunakan obor sambil bersholawat.
"Ini bukan ajang hura-hura atau kumpul tidak ada tujuan tapi arak-arakan, kami ini bagian dari tradisi. Mereka yang keliling membawa obor sambil membaca Solawat Tho'un," kataRifqiel Asyiq yang merupakan tokoh masyarakat setempat.
Sebagai Respon Masyarakat dalam Keadaan Darurat
Menurut Rifqiel, tradisi Baritan merupakan cara masyarakat Tegalgubug Lor untuk merespon akan datangnya suatu bahaya, seperti wabah corona (covid-19) yang terjadi di Indonesia saat ini.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah mendapat izin dari perangkat desa setempat sehingga bisa langsung dilaksanakan.
Rifqiel juga menerangkan jika kegiatan tersebut sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Tegalgubug Lor sejak puluhan tahun lalu atas arahan sesepuh dan nenek moyang, Menurutnya tradisi tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang warga Tegalgubug.
Sebelum virus Corona melanda, di Desa Tegalgubug Kabupaten Cirebon pernah dilanda suatu wabah yang mengakibatkan banyak warga sakit hingga meninggal dan cara menangkalnya menggunakan tradisi Baritan.
"Sekitar tahun 1990an, nah wabahnya apa saya agak lupa tapi saya mengalami masa itu kemudian masyarakat menggelar tradisi ini dibarengi membaca Solawat Tho'un dan Alhamdulillah wabah hilang," ujarnya.
Memengaruhi Aspek Psikologis Masyarakat Setempat
Menurut Rifqiel, dalam menjalankan tradisi dan berdoa ala Baritan memiliki fungsi untuk memperkuat kondisi psikologis agar masyarakat tidak panik dan takut, sehingga lebih bijak dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini.
Dari sisi agama pun, membaca sholawat sangat baik dan tentu dianjurkan agar terhindar dari segala penyakit maupun bahaya yang ada di dunia. Dia juga mengimbau agar masyarakat Cirebon tetap mengikuti anjuran pemerintah tentang pola hidup sehat.
"Seperti cuci tangah makan dan tidur teratur tetap kami ikuti dan kami bukan bermaksud memberi kesan melawan apa yang sudah pemerintah tetapkan mengenai siaga corona. Tradisi ini juga baik maksud dan tujuannya. Tradisi ini bukan hanya di Desa Tegal Gubug mas di desa tetangga juga menjalankan hanya saja kebetulan desa kami populasi masyarakatnya banyak sehingga menjadi sorotan di media sosial," pungkasnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya