12 Macam-macam Batik Khas Indonesia, Kenali Setiap Cirinya

Kamis, 18 Agustus 2022 12:30 Reporter : Andre Kurniawan
12 Macam-macam Batik Khas Indonesia, Kenali Setiap Cirinya Ilustrasi Batik. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/pzAxe

Merdeka.com - Salah satu yang terkenal dari Indonesia adalah kain batik. Batik memang menjadi bagian penting dari budaya bangsa Indonesia. Jenis batik di Indonesia beragam dengan motif-motif yang memiliki makna masing-masing.

Batik adalah salah satu bentuk seni paling kuno di negara ini. Biasanya ditemukan pada kain, pola batik kini telah dikembangkan dan dimasukkan ke dalam berbagai kerajinan tangan seperti dompet buatan tangan, tas, dan bahkan gelang.

Karena berkaitan erat dengan kebudayaan lokal dan kehidupan masyarakat, pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak benda. Itulah kenapa, setiap tanggal 2 Oktober kita peringati sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia.

Jika dilihat secara etimologi, kata “batik” berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti menulis, dan istilah “matik” yang berarti pembuatan titik-titik. Macam-macam batik pun beragam di setiap daerah. Anda dapat mengenalinya dari pola yang tergambar di kainnya. Berikut ini kami sampaikan beberapa macam-macam batik khas Indonesia, dikutip dari factsofindonesia.com.

2 dari 5 halaman

Megamendung

jenis motif batik
pixabay.com

Macam-macam batik yang pertama adalah Megamendung. Batik megamendung merupakan batik yang identik sekaligus menjadi ikon batik di Cirebon dan daerah lain di Indonesia. Motif yang dimiliki batik ini sangat khas dan tidak ditemui di jenis batik lainnya.

Megamendung memiliki motif yang berupa gambar awan dengan warna tegas. Batik dengan motif ini juga sudah banyak dikenal hingga mancanegara.

Gentongan

Macam-macam batik yang kedua yaitu Gentongan. Motif Gentongan berbeda dengan batik lainnya. Batik asal Madura ini menggunakan motif abstrak sederhana, tanaman atau kombinasi keduanya.

Warna yang digunakan umumnya mengambil warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, atau ungu. Disebut gentongan karena dalam proses pembuatannya menggunakan gentong sebagai alat untuk merendam kain.

Parang Rusak

jenis motif batik
pinterest.com

Macam-macam batik yang ketiga yakni Parang Rusak. Parang rusak adalah motif batik yang sangat populer dan banyak digunakan. Motif yang populer ini juga menyimpan makna yang dalam, yaitu peperangan manusia melawan nafsu.

Batik Parang Rusak sangat sering digunakan untuk berbagai kerajinan berbahan dasar batik. Motif di dalamnya berbentuk huruf “S” dengan kemiringan panjang bergelombang. Motif ini tersebar di seluruh Jawa, mulai dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat, meski ada beberapa perbedaan.

3 dari 5 halaman

Cuwiri

Macam-macam batik yang keempat ada Cuwiri. Batik cuwiri adalah jenis batik yang menggunakan pewarna soga alami. Dahulu, batik ini hanya digunakan untuk upacara adat tertentu.

Motif batik cuwiri dominan dengan unsur gurda dan meru. Kata cuwiri sendiri memiliki arti yang kecil, dan diharapkan sesuai bagi pemakainya, serasi dan dihormati sesuai dengan pandangan hidup masyarakat Jawa yaitu kemakmuran dan kebaikan.

Pring Sedapur

jenis motif batik
budaya-indonesia.org

Macam-macam batik yang kelima adalah Pring Sedapur. Motif batik ini tampak sederhana namun elegan. Batiknya menggunakan motif bambu sehingga juga disebut batik pring. Tak hanya indah dalam kesederhanaannya, batik ini juga memiliki filosofi yang diartikan sebagai keluarga pohon bambu.

Motif ini menggambarkan alam pedesaan yang rindang dan sering diwarnai dengan gesekan pohon bambu. Bambu/pring sendiri memiliki filosofi yang dalam bagi orang Jawa, yaitu segala sesuatu yang ada di dalam diri kita harus memberikan manfaat bagi orang lain, dari lahir sampai mati.

Sogan

Motif batik sogan sudah ada sejak beberapa abad yang lalu. Batik ini didominasi warna coklat muda dan motif yang unik seperti, bunga dengan titik-titik atau garis lengkung.

Batik Sogan merupakan jenis batik yang identik dengan Keraton Yogyakarta dan Solo. Motif yang digunakan biasanya mengikuti standar keraton. Sogan Yogya dan Solo juga bisa dibedakan dari warnanya, di mana sogan Yogya dominan berwarna coklat tua dan hitam putih, sedangkan Sogan Solo berwarna coklat-oranye dan coklat.

4 dari 5 halaman

Kawung

jenis motif batik
freepik.com

Kawung adalah motif lama yang berasal dari tanah Jawa. Motif batik ini menjadi salah satu yang sudah dikenal di oleh masyarakat. Jenis motif batik ini terinspirasi dari bentuk buah kolang kaling, dengan lonjong dan disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif ini berasal dan berkembang di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Biasanya motifnya sama, hanya hiasan atau aksennya yang membedakan.

Truntum

Truntum adalah macam-macam batik populer dari Solo, dan diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana, putri Sunan Pakubuwana III. Orang-orang percaya bahwa Ratu, yang sedang bersedih dengan perselingkuhan Raja, membuat motif batik ini sambil menatap langit malam.

Terkesan dengan motifnya, Raja mengagumi ketekunan istrinya. Cintanya pada Ratu menyala kembali dan dia berdamai dengannya. Legenda ini mempopulerkan truntum sebagai simbol cinta yang bangkit kembali, menjadikannya favorit di antara pengantin.

Batik Pekalongan

Macam-macam batik berikutnya ada batik asal Pekalongan, yang sangat kental dengan nuansa alam. Umumnya, batik Pekalongan menampilkan motif hewan atau tumbuhan, yang motifnya diambil dari berbagai campuran budaya lokal dan etnis Tionghoa. Ini karena dulu Pekalongan merupakan tempat transit para pedagang dari berbagai negara, sehingga akulturasi budaya tersebut menjadikan batik Pekalongan sangat khas dengan alamnya.

5 dari 5 halaman

Batik Bali

jenis motif batik
pixabay.com

Anda mungkin akan sering melihat kain batik Bali pada saat kegiatan yang berbau upacara adat dan ritual keagamaan. Ciri khas yang dimiliki macam-macam batik ini tampak pada motif tradisional bercampur dengan motif modern seperti lambang rusa, bangau, kura-kura hingga naga.

Sekar Jagad

Sekar jagad dapat ditelusuri kembali ke abad ke-18. Jenis batik ini mendapat namanya dari kata Belanda "kar", yang berarti "peta", dan istilah Jawa "jagad", yang berarti "dunia". Kata sekar juga berarti “bunga”, sehingga sekar jagad bisa dibilang mewakili keindahan keanekaragaman Indonesia. Menyampaikan cinta dan kebahagiaan, warna segar dan cerah dari pola bunga menjadikannya pilihan yang sempurna untuk gaun pengantin.

Sida Luhur

Macam-macam motif batik yang terakhir adalah Sida Luhur. Motif batik Sida Luhur (baca: Sido Luhur) memiliki makna akan harapan agar dapat meraih kedudukan yang tinggi, dan menjadi contoh atau panutan bagi masyarakat.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini