Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teladan Langka Istri Jenderal Kopassus Hidup Sederhana, Tak Malu Jualan di Rumah

Teladan Langka Istri Jenderal Kopassus Hidup Sederhana, Tak Malu Jualan di Rumah Gladi resik HUT TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Letnan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo dikenal sebagai perwira tinggi yang bersih. Pergi membawa satu kopor, pulang juga membawa satu kopor. Itulah prinsip hidupnya. Artinya jangan pernah memanfaatkan jabatan untuk mencari kekayaan.

Kesederhanaan ini pun diikuti oleh Istri Sarwo, Sunarti Sri Hadiyah. Penampilannya sederhana, tak seperti istri pejabat pada umumnya.

Sarwo Edhie pernah menjabat sebagai Panglima Kodam Bukit Barisan dan Pangdam Cendrawasih di Papua. Dia dan sang istri tetap hidup sederhana.

Jadi istri Pangdam berarti sering menghadiri acara-acara dengan pejabat seperti gubernur dan kapolda.

Tapi penampilan Sunarti sebagai istri prajurit tetap tak berubah. Dia tetap menggunakan selop lama yang dibawa dari Cijantung dan baju kebaya yang sedikit lusuh.

Jualan Minyak

teladan langka istri jenderal kopassus hidup sederhana, tak malu jualan di rumahRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Saat masih berpangkat Kolonel, Sarwo Edhie menjadi komandan RPKAD. Satuan elite yang kini dikenal sebagai Kopassus TNI AD. Walau menjadi komandan, jangan bayangkan kehidupan Edhie mewah.

Sunarti sering kebingungan mengatur uang belanja. Apalagi dia memiliki enam orang anak. Jatah makanan bulanan sudah tak mencukupi. Jika kebetulan ada daging dan telur, maka dipotong kecil-kecil supaya semua kebagian. Kadang nasi dicampur jagung jika beras sedang sulit.

Tahun 1960an, markas RPKAD di Cijantung tentu tak seperti sekarang. Lokasinya masih sepi dan jauh dari pusat kota. Cukup sulit buat ibu-ibu berbelanja ke pasar.

Nah, Sunarti kemudian mencium peluang bisnis untuk menambah uang belanja. Dia rela pergi berkilo-kilo meter ke pasar Kramat Jati untuk membeli minyak goreng.

Tetangga di Komplek Cijantung yang ingin membeli kemudian bisa membeli darinya. Penjualan minyak ini lumayan laku.

Yang Penting Halal

Sunarti tak pernah memberi tahu suaminya. Dia berpikir asal halal, yang penting bisa membantu dapur supaya ngebul. Sarwo pun tak tahu istrinya berjualan minyak.

Suatu hari saat Sarwo Edhie sedang duduk santai di rumah. Dia terkejut ada ibu-ibu berteriak.

"Bu Sarwooo, beli minyak goreeeng."

Sarwo baru tahu jika istrinya berjualan minyak di Komplek Cijantung.

Kisah ini diceritakan dalam buku Ani Yudhoyono Kepak Sayap Putri Prajurit yang ditulis Alberthiene Endah dan diterbitkan Red & White Publishing tahun 2010.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP