Sejarah Panjang Misi Kemanusiaan TNI AU, Bertaruh Nyawa Untuk Negara
Merdeka.com - 11 Februari 2023, kesibukan terlihat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Para personel TNI AU sibuk mempersiapkan keberangkatan dua pesawat dalam misi kemanusiaan ke Turki.
Gempa di Turki dan Suriah terjadi tanggal 6 Februari 2023 dengan kekuatan 7,8 magnitudo. Para ahli menyebut gempa tersebut adalah gempa yang paling mematikan di abad ini. Tak kurang dari 50.000 orang tewas sementara 130.000 lainnya terluka. UNDP memperkirakan sekitar 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Indonesia mengirimkan Tim SAR dan medis, serta logistik yang dibutuhkan pengungsi. Tak kurang dari 11 ton bahan makanan, selimut, dan obat-obatan diterbangkan ke Turki.
TNI AU mengerahkan Boeing 737- A-7308 dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma dan C-130 Hercules A-1326 Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh di Malang.
Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengecek langsung persiapan tersebut. Pada kru yang bertugas, orang nomor satu di tubuh militer udara itu berpesan selalu menomorsatukan safety saat bertugas.
Meminjamkan Hercules
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKedua pesawat TNI AU tiba di Bandara Adana pada 12 Februari 2023. Pendaratan pertama pada pukul 10.05 dengan B 737-400 membawa 47 personil Medium Urban SAR BASARNAS (MUSAR Inasar) dan perlengkapan ringan. Sementara itu, pendaratan kedua pada pukul 17.00 dengan Hercules C-130 membawa perlengkapan berat dan bantuan kemanusiaan dari Kementerian Pertahanan.
Segera setelah pendaratan pesawat pertama, seluruh personil INASAR langsung menuju ke daerah operasi yang telah ditentukan AFAD, yaitu di Antakya, Provinsi Hatay.
Pemerintah Indonesia juga memperbantukan pesawat angkut Hercules C-130 beserta awak pesawatnya kepada Pemerintah Turki. Pesawat tersebut diperpanjang masa penugasannya selama beberapa hari. Hercules TNI AU diperbantukan untuk mengangkut logistik dari berbagai daerah di Turki ke wilayah yang terdampak gempa.
"Pihak Turki sangat berterima kasih. Indonesia adalah satu-satunya negara yang meminjamkan pesawat angkut kepada Pemerintah Turki," kata Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan persnya.
Dalam kondisi penanggulangan bencana, kebutuhan angkutan logistik dan kemampuan Hercules yang bisa mengangkut beban di atas 10 ton sangat membantu. Selama di Turki, pesawat TNI tersebut berbasis di Lanud Militer Turki Estimesgut, Ankara.
Bertaruh Nyawa Sejak Awal Republik Indonesia Berdiri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMisi kemanusiaan yang dilakukan TNI AU punya sejarah panjang. Sejak Republik Indonesia baru berdiri, para penerbang Angkatan Udara dengan berani menembus blokade militer Belanda untuk mengangkut bantuan kemanusiaan. Bertaruh nyawa di tengah desingan peluru pesawat pemburu tentara triwarna.
Tahun 1947, Belanda yang ingin kembali berkuasa melakukan agresi militer dan blokade untuk memutuskan hubungan antara Republik Indonesia dengan dunia luar.
Walau begitu masyarakat dunia tetap menunjukkan simpatinya pada kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah segala keterbatasan dan bahaya, misi diplomatik RI di luar negeri mendapat titik terang. Ada bantuan pesawat angkut sipil C-47 Dakota dari india. Ada pula obat-obatan dari Palang Merah Malaya yang akan diserahkan ke Palang Merah Indonesia (PMI).
Pesawat C-47 Dakota VT-CLA bertolak dari Singapura menuju Yogyakarta. Ada tiga perwira TNI AU dalam pesawat tersebut. Mereka adalah Komodor Muda Udara Adi Sutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo Wiryokusumo.
Pada pukul 16.00 WIB, 29 Juli 1947, pesawat VT-CLA sudah siap mendarat di Bandara Maguwo. Ban pesawat bahkan sudah diturunkan dan siap meluncur di landasan. Tiba-tiba munculah dua pesawat pemburu P-40 Kitty Hawk Belanda.
Pesawat Belanda langsung memuntahkan peluru pada C-47 Dakota yang tak bersenjata. Peluru mengenai mesin pesawat hingga terbakar dan jatuh di Desa Ngoto, Yogyakarta. Obat-obatan yang mereka bawa berserakan di reruntuhan pesawat.
Ketiga tokoh TNI AU gugur dalam tugas kemanusiaan. Peristiwa tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Bakti TNI AU.
Pesawat Pengebom Jadi Pengangkut Makanan & Obat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMisi kemanusiaan lain yang layak dicatat dalam sejarah adalah saat meletusnya Gunung Agung di Bali 17 Maret 1963. Letusan gunung tertinggi di pulau dewata itu cukup dahsyat.
Dalam buku Bakti TNI Angkatan Udara 1946-2003, TNI AU mengerahkan beberapa pesawat, di antaranya B-25 Mitchell. Pesawat ini biasanya menjadi andalan AURI dalam aneka misi pengeboman. Namun kali ini B-25 dijadikan pesawat angkut.
Operasi ini dinamakan Operasi Dewata. Selama beberapa sortie, para penerbang mengangkut aneka bantuan dari Lanud Abdulrachman Saleh ke Bali.
Kemampuan manuver pesawat ini cukup mengagumkan. Dalam misi tersebut B-25 mengangkut makanan dan pakaian untuk korban bencana seberat dua ton.
"Muatan ini ditempatkan di ruang operator radio, maupun ruang bom." kisah para penerbang yang bertugas saat itu.
Mereka melihat nyaris seluruh daratan tertutup debu panas Gunung Agung. Tak nampak lagi tumbuh-tumbuhan dan sawah di pulau itu. Di mana-mana terlihat rumah yang hancur lebur. Untunglah bantuan bisa segera dikirim lewat kerja keras para pilot itu.
Tak ada pesawat angkut, pesawat pengebom pun jadi demi misi kemanusiaan. Bravo TNI AU.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya