Mengulik Suasana Ibadah Gereja Zaman VOC yang Bersejarah

Abad ke-17, Gereja Salib Batavia mencerminkan kemewahan dan kontras dengan panggilan rohaniah.

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Mengulik Suasana Ibadah Gereja Zaman VOC yang Bersejarah
Mengulik Suasana Ibadah Gereja Zaman VOC yang Bersejarah (© Silvia Galikano)

1. Sebelum Ada Gereja Utama, Umat Protestan Batavia Beribadah di Gudang VOC

1. Sebelum Ada Gereja Utama, Umat Protestan Batavia Beribadah di Gudang VOC<br>
© Wikipedia Bahasa Indonesia

Namun, pada era 1640-an, Gubernur Jenderal VOC, Van Diemens, menginisiasi pembangunan Kruiskerk sebagai gereja utama di Batavia. 

2. Penampilan Mewah saat Beribadah yang Menuai Kritik

2. Penampilan Mewah saat Beribadah yang Menuai Kritik<br>
© Journal of Historians of Netherlandish Art

Rombongan VOC tampil dengan pakaian yang mewah dan bermaterial eksklusif seperti sutra, beludru, satin, dan linen.

3. Hierarki dalam Posisi Duduk Saat Beribadah

3. Hierarki dalam Posisi Duduk Saat Beribadah<br>
© Wikipedia

Dalam upaya untuk mengontrol suasana ibadah, VOC mengatur seremonial dengan cermat. Posisi duduk peserta ibadat ditentukan berdasarkan pangkat dan posisi sosial mereka.

4. Kendala Bahasa Untuk Khotbah 

4. Kendala Bahasa Untuk Khotbah&nbsp;<br>
© Flickr

Meskipun awalnya khotbah-khotbah ini hanya disampaikan dalam bahasa Belanda, seiring berjalannya waktu, para pendeta juga mulai menyampaikannya dalam bahasa Portugis.

5. Perubahan Kebijakan oleh VOC

5. Perubahan Kebijakan oleh VOC<br>
© Wikipedia

Untuk mendukung kebutuhan ibadah mardjikers, VOC setuju agar pendeta gereja memberikan khotbah dalam bahasa Portugis.

6. Pembagian 3 Bahasa Khotbah dalam Satu Hari

6. Pembagian 3 Bahasa Khotbah dalam Satu Hari<br>
© National Geographic Indonesia

Pagi disediakan untuk khotbah dalam bahasa Belanda, siang untuk bahasa Portugis dan Prancis, sementara sore hari diperuntukkan bagi khotbah dalam bahasa Melayu. 

7. Larangan Kelas Pamer Kekayaan Berdampak pada Jumlah Jemaat

7. Larangan Kelas Pamer Kekayaan Berdampak pada Jumlah Jemaat<br>
© Wikipedia

Penyebabnya adalah larangan keras yang diberlakukan oleh Dewan Gereja terhadap pameran kekayaan selama ibadat, seperti membawa payung, berpakaian berlebihan, dan mengenakan perhiasan.

Berapa gereja Protestan?

Disebutkan dalam portal 'Satu Data Kementerian Agama', pada tahun 2021, jumlah Gereja Kristen di Indonesia 72.233 atau meningkat 23,46% dari tahun 2019 yang berjumlah 55.287. Jumlah Gereja Protestan pada tahun 2021 berjumlah 13.749 atau meningkat 14,66% dibanding tahun 2019 yang berjumlah 11.734.

Apa yang dimaksud dengan sejarah Gereja Indonesia?

Sejarah Gereja Indonesia dapat didefinisikan sebagai kisah tentang aktivitas misionaris (misi) dan respon orang-orang di Nusantara terhadap panggilan Yesus Kristus melalui pemberitaan Injil oleh para misionaris.

Apa nama gereja pertama di Indonesia?

Gereja yang pertama ada di Indonesia adalah gereja Ortodoks, hal ini ditandai dengan corak gereja Nestorian di daerah Barus, Mandailing, Sumatera Utara.

Dimana gereja pertama di Indonesia?

Gereja pertama di Indonesia diberi nama Gereja Sion. Gereja ini dikenal juga dengan nama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis berada di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Mangga Dua Raya.

Siapa yang membawa agama Kristen di Indonesia?

Masuknya Agama Kristen ke Indonesia yang dibawa oleh bangsa Belanda yaitu dengan mengirimkan para Zending ke Indonesia. Bangsa Belanda juga mengirim para Zending ke seluruh tanah jajahannya.

Rekomendasi