Kisah Presiden Soeharto Tak Mau Diistimewakan di Jalan, Rela Mengalah Agar Tak Macet

Sekarang banyak aksi pengemudi pakai sirene minta diistimewakan di jalan tol. Presiden Soeharto punya kisah menarik.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Kisah Presiden Soeharto Tak Mau Diistimewakan di Jalan, Rela Mengalah Agar Tak Macet
Kisah Presiden Soeharto Tak Mau Diistimewakan di Jalan, Rela Mengalah Agar Tak Macet (Merdeka.com)

Kebiasaan penguasa Orde Baru ini diceritakan mantan ajudan presiden.

Presiden Soeharto meluncur dari Istana Merdeka ke Bandara Halim Perdanakusuma.
Dok. Istimewa

Kemacetan terjadi karena polisi lalu lintas menutup jalan saat rombongan presiden akan lewat.

Di tol Semanggi, tiba-tiba Soeharto menepuk pundak ajudannya, Kolonel Wiranto. 


"Wiranto, Beri Tahu Polisi itu Kendaraan di Jalan Tol, Tidak Perlu Dihentikan."
Dok. Istimewa

Mereka itu membayar untuk jalan bebas hambatan, bukan malah disetop gara-gara presiden mau lewat," kata Soeharto.

Wiranto terkejut mendengar kalimat itu diucapkan oleh seorang presiden yang punya previlege keamanan dan pengawalan khusus di Jalan Raya.

Kalau dibandingkan, sekarang malah banyak orang yang pakai strobo atau sirene di Jalan Tol minta dibukakan jalan oleh pengemudi lain.

Peristiwa Lain terjadi Saat Presiden Soeharto Mau Main Golf di Rawamangun
Dok. Istimewa

Saat itu Presiden hanya dikawal satu mobil jip pengawal. Kemacetan terjadi di Jalan Pemuda, Jakarta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Klakson sudah berbunyi bersahut-sahutan. Rupanya arus lalu lintas sudah lama ditutup untuk memberikan jalan bagi Presiden Soeharto yang akan melintas.

Soeharto yang melihat itu pun menyatakan ketidaksukaannya.

Mereka kan punya keperluan yang mendesak. Sedangkan saya hanya mau berolahraga.

Jadi biar saya saja yang menunggu sebentar, tidak apa-apa. Kata Pak Harto.

Masih ada lagi satu peristiwa yang menyadarkan Wiranto, Penguasa Orde Baru itu tidak mau diistimewakan di jalan.

Pak Harto Terbiasa Berangkat ke Kantor Jam 09.00 Atau Jam 10.00 WIB
Dok. Istimewa

Pagi harinya dia akan bekerja di Jl Cendana, seperti memanggil menteri atau memeriksa laporan dari para pejabat.

Kenapa pagi-pagi tidak langsung di kantor saja?

"Kalau pagi kan semua orang berangkat ke tempat kerja mereka sehingga jalanan sangat padat.

Kalau saya ikut berangkat pagi, akan menambah kemacetan lalu lintas karena mereka akan diberhentikan polisi.

Biarlah saya yang berangkat agak siang, tidak mengapa."

Rekomendasi