Puluhan Sukarelawan Indonesia Dilatih Militer Mesir Untuk Lawan Israel & Sekutunya

Ada 50 orang relawan dari Indonesia yang siap bertempur. Mereka telah dilatih dan dipersenjatai.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Puluhan Sukarelawan Indonesia Dilatih Militer Mesir Untuk Lawan Israel & Sekutunya
Tentara mesir (© AFP)

Mayoritas sukarelawan tersebut adalah mahasiswa Indonesia di Kairo. Tekad mereka sudah bulat.

Mesir Punya Sejarah Panjang Bertempur Melawan Israel

Mesir Punya Sejarah Panjang Bertempur Melawan Israel
© AFP

Mulai Perang Arab Israel pertama tahun 1948, Krisis Suez tahun 1956. Lalu Perang Enam Hari tahun 1967 dan Perang Yom Kippur tahun 1973.

Sebaliknya, Mesir punya hubungan sangat erat dengan Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Yang Menarik, Ternyata Para Sukarelawan Indonesia Pernah Hendak Bertempur Melawan Israel Dalam Krisis Suez

Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di Kairo, banyak mahasiswa Indonesia tengah menuntut ilmu.

Saat Israel, Inggris dan Prancis menyerbu Mesir tahun 1956, mereka menyatakan kebulatan tekad untuk ikut perang.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Kisah ini dituturkan mantan Dubes RI untuk Mesir, Marsekal Madya Boediardjo dalam biografinya, Siapa Sudi Saya Dongengi.

Boediardjo mengunjungi para mahasiswa itu di Al Azhar. Ada sekitar 50 orang sukarelawan.

Para Sukarelawan Indonesia itu Dipersenjatai & Dilatih Tentara Mesir

Menurut Boediardjo cukup dengan 50 sukarelawan itu, Indonesia telah menunjukkan solidaritasnya untuk perjuangan rakyat Mesir.

"Mereka sangat pemberani," kata mantan Menteri Penerangan era Orde Baru itu.

Pihak Mesir pun senang menyambut para relawan dari Indonesia.

Mesir Bahkan Membuat Propaganda Pasukan Indonesia Sudah Tiba Untuk Membantu Mereka

Mesir Bahkan Membuat Propaganda Pasukan Indonesia Sudah Tiba Untuk Membantu Mereka
© 2023 merdeka.com

Mereka adalah veteran-veteran yang berjaya mengusir Inggris dari Surabaya, tulis pemerintah Mesir kala itu.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Perang di Sinai meletus saat Presiden Gamal Abdul Nasser menasionalisasi Terusan Suez.

Inggris dan Prancis kemudian turut melobi Israel untuk ikut menyerang Mesir dari Sinai ke arah terusan Suez tahun 1956.

Perang di Suez Berlangsung Selama 9 Hari

Dunia menyerukan semua pihak untuk melakukan gencatan senjata. 

Para sukarelawan Indonesia belum sempat dikirim untuk bertempur karena gencatan senjata keburu berlaku.

"Mereka sangat kecewa. Ada yang sampai menangis," kata Boediardjo.

Walau begitu, Mesir tetap menganggap mereka sebagai pahlawan.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Menurut pihak Mesir, dukungan Indonesia turut menaikkan moril pasukan mereka yang berperang melawan Israel, Inggris dan Prancis.

Panglima Angkatan Perang Mesir bahkan langsung menyampaikan rasa terima kasihnya.

Besarnya Jasa dan Dukungan Kalian Untuk Perjuangan Negara Kami Tidak Bisa Dikatakan Dengan Kata-Kata.

"Mulai sekarang, anggaplah Mesir sebagai kampung halaman kedua kalian," kata Panglima Mesir.

Rekomendasi