Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kematian Brigadier Symonds di Mata Veteran Pertempuran Surabaya

Kematian Brigadier Symonds di Mata Veteran Pertempuran Surabaya Brigadier R.G.L. Symonds. ©2022 Imperial War Museum

Merdeka.com - Benarkah Komandan Datesemen Artileri Tentara Inggris di Surabaya itu tewas karena kecelakaan?

Penulis: Hendi Jo

Pertempuran Surabaya hanya mengisahkan tentang gugurnya Brigadir A.W.S. Mallaby saja. Namun jarang disebut jika dalam peperangan di timur jauh itu militer Inggris juga telah kehilangan seorang brigadir lain. Namanya Robert Guy Loder Symonds, komandan Detasemen Artileri Tentara Inggris di Jawa Timur.

Kematian Symonds berawal saat pertempuran di Surabaya baru saja berjalan beberapa jam. Sang komandan yang berkepentingan untuk memandu anak buahnya menggempur Surabaya memutuskan untuk terlebih dahulu melihat situasi kota tersebut dari ketinggian. Dia kemudian menumpang pesawat RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) berjenis Mosquito yang dipiloti oleh Letnan Phillip Norman Osborne.

Menurut Kantor Berita Reuters, saat beberapa menit tinggal landas, Mosquito itu terbakar dan meluncur kembali ke landasan Lapangan Udara Morokrembangan dan meledak seketika. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Mayor Jenderal E.C.Mansergh (Panglima Tentara Inggris di Jawa Timur) dikatakan bahwa Symonds mengalami kecelakaan saat tinggal landas di Lapangan Udara Morokrembangan tepat jam 09.50.

"Pesawat yang ditumpangi oleh Brigadir Jenderal Symonds dan Letnan Osborne langsung terbakar dan menyebabkan keduanya tewas seketika," ujar Mansergh seperti dikutip oleh Het Dagblad van Batavia pada 13 November 1945.

Namun dalam buku Pertempuran Surabaya November 1945, Des Alwi menyanggah penjelasan resmi pihak militer Inggris. Sebagai pelaku sejarah peristiwa Pertempuran Surabaya, Des lebih suka menyebut itu sebagai upaya Inggris menutupi rasa malu mereka. Secara pribadi, dia lebih mempercayai jika kedua perwira Inggris itu memang tewas akibat pesawatnya ditembak para pejuang Surabaya.

Des tidak sendirian memegang pendapat itu. Menurut veteran Pertempuran Surabaya lainnya bernama Barlan Setiadidjaja, sesungguhnya Mosquito yang ditumpangi Symonds dan Osborne jatuh karena tembakan seorang anggota BPRI (Barisan Pemberontak Rakjat Indonesia) bernama Goemoen.

Kisah itu dimulai saat Goemoen dan kawan-kawannya menemukan sepucuk meriam anti pesawat udara yang telah rusak di gudang senjata Don Bosco bekas milik tentara Jepang. Setelah diperbaiki sana-sini, meriam itu kembali dapat digunakan. Saat mereka menyiapkan peluru dan mencari sasaran untuk ditembakan, tiba-tiba di atas Stasiun Wates melayang sebuah Mosquito milik RAF.

"Pesawat nahas itu segera diputuskan untuk dijadikan sasaran percobaan," tulis Barlan dalam Merdeka atau Mati di Surabaya.

Goemoen yang memang ahli menembakan meriam langsung mengarahkan senjata berat tersebut ke pesawat yang tengah baru tinggal landas tersebut. Blaarr! Begitu peluru dilepaskan langsung mengenai sayap pesawat sehingga Mosquito itu oleng. Dalam kondisi terbakar, pesawat tempur andalan RAF itu lantas jatuh di landasan pacu Lapangan Udara Morokrembangan.

"Saya yakin itulah pesawat Mosquito yang ditumpangi Jenderal Loder Symonds…" ungkap Barlan. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP