TNI AU pernah menjadi kekuatan udara terkuat di Asia. Foto-foto Ini buktinya.
Advertisement
Pesawat Pengebom TU-16 dan TU-16 KS Siap Membombardir Belanda di Irian Barat
Tahun 1960an, Indonesia bersiap perang terbuka dengan Belanda yang tak mau menyerahkan Irian Barat.
Sejumlah persenjataan paling canggih dari Blok Timur disiapkan untuk konfrontasi.
Advertisement
Foto close up seorang pilot tempur Angkatan Udara Republik Indonesia di kokpit Jet MiG-21
Sumber: Buku Catur Windu TNI AU 1945-1977
Indonesia memboyong ratusan pesawat paling canggih pada masa itu.
Deretan jet latih dan pemburu Uni Soviet berderet di Pangkalan Udara milik TNI AU.
Mulai MiG-15, MiG-17, MiG-19 hingga MiG-21 yang terbaru.
Sebuah foto menunjukkan empat pesawat MiG-21 terbang dalam formasi saat latihan.
Pesawat jet supersonic ini difungsikan sebagai pesawat pencegat dan pemburu jet tempur Belanda.
Advertisement
Advertisement
Kekuatan TNI AU Kala itu Menjadi Sorotan Dunia
Intelijen Inggris bahkan mennyebutkan “Angkatan Udara Indonesia dapat mencari dan menghancurkan target mereka di Asia Tenggara, di mana saja dan kapan pun mereka mau,”
Demikian laporan dari Atase Udara Indonesia di London tentang komentar intelijen Inggris.
Advertisement
Australia Bahkan Tak Bisa Menandingi TNI AU Kala itu
“Negara-negara tetangga pada tahun 1962, belum memiliki pesawat tempur supersonik seperti MiG-21,” tulis Marsekal Muda (Pur) Wisnu Djajengminardo.
Hal itu dimuat dalam biografinya Kesaksian Kelana Angkasa yang diterbitkan Angkasa Bandung.
Menurut Wisnu, Australia berusaha memodifikasi F-86 milik mereka, tetapi pesawat itu masih transonik.
Kemampuan pesawat era Perang Korea itu masih berada di bawah MiG-21.
Tahun 1964, barulah Australia punya Mirage III dari Prancis yang merupakan pesawat supersonic.
Namun untuk pesawat pembom jarak jauh, tak ada di angkasa Timur Jauh Asia selain milik Indonesia.
Advertisement
Potret Pilot Terbaik TNI AU yang Menerbangkan Jet Tempur MiG-21 Tahun 1962
Indonesia mengirimkan para pilot dan teknisi TNI AU ke sejumlah negara Blok Timur.
Sejumlah pilot Rusia pun didatangkan untuk melatih mereka.