Ada Lorong Menuju Madinah dan Tiongkok di Gua Sunyaragi Cirebon, Ini 4 Faktanya
Merdeka.com - Kota Cirebon di Jawa Barat memiliki destinasi wisata dengan bentuk menyerupai bangunan batu bernama Gua Sunyaragi. Lokasi tersebut saat ini menjadi salah satu spot andalan pariwisata di Kota Udang ini. Terlebih bagi mereka yang hendak menghabiskan masa liburan dan juga para penyuka sejarah.
Dalam kisahnya, Gua Sunyaragi dahulu merupakan tempat yang strategis. Gua ini juga menjadi tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan untuk merancang strategi melawan penjajah.
Selain itu, di masa awal pendiriannya pada 1703 Masehi, Gua Sunyaragi juga merupakan tempat untuk belajar ilmu keagamaan bagi para pembesar keraton di Cirebon hingga terdapat lorong khusus menuju Kota Madinah di Arab Saudi dan di Tiongkok.
Berikut 4 fakta menariknya, yang merdeka lansir dari Youtube Kanal Koela.
Jalur Madinah dan Tiongkok Itu Bernama Gua Argajumut

Gua Argajumut di Sunyaragi Cirebon
©2021 Youtube Kanal Koela/ Merdeka.com
Sebagai sebuah kompleks bangunan, Gua Sunyaragi memiliki beberapa ruangan yang punya fungsi masing-masing. Salah satu sisi yang menarik untuk ditelusuri adalah bagian belakang Gua Sunyaragi yang bernama Gua Argajumut.
Pengelola Gua Sunyaragi, Jaja Sudrajat mengungkapkan jika di ruangan tersebut terdapat dua buah pintu yang dipercaya sebagai lorong menuju Kota Madinah dan Tiongkok. Ia mengatakan, kedua ruangan juga dahulu kerap ditempati untuk menimba ilmu dari keluarga keraton.
"Jadi di situlah dua ruangan yang menjadi mitos di Gua Sunyaragi, yakni ruang Tiongkok dan Mekkah-Madinah," kata Jaja.
Miliki Filosofi Keilmuan Dunia dan Akhirat
Sebagai tempat untuk menimba ilmu, Gua Sunyaragi memang didesain khusus memiliki beberapa ruangan beserta fungsinya.
Menurut Jaja, di bagian belakang gua ini terdapat dua buah ruangan berukuran 1x1 meter dengan makna simbolis yang mencerminkan keilmuan dunia dan akhirat.
"Untuk yang sebelah Timur adalah ruangan menuju Mekkah-Madinah, dan di Barat ada ruangan 1x1 meter Gunung Jati - Tiongkok. Ruang Mekkah-Madinah itu simbolnya orang Cirebon belajar Islam yang berkiblat ke dua wilayah itu. Sedangkan ruang Tiongkok - Gunungjati merupakan simbolis duniawi di mana sesuai anjuran tuntutlah ilmu sampai ke China. Jadi ini bukan jalur maupun lorong bawah tanah," ungkap Jaja.
Bukti Penghormatan Cirebon kepada Etnis Tionghoa
Gua Argajumut juga merupakan simbolisasi penghormatan kepada warga Tionghoa yang tinggal di wilayah Cirebon.
Menurut Jaja, jika dilihat dari kejauhan, bentuk Gua Argajumut tersebut juga dibuat menyerupai bentuk wajah barongsai sebagai lokasi beribadah umat Konghucu.
"Kalau kita lihat malam hari dengan cahaya lampu, itu persis seperti mulut barongsai. Jadi dibuat demikian ini sebagai kesempatan untuk saudara-saudara Tiongkok di Cirebon dalam melakukan ibadah, karena mereka tetap mempertahankan jati diri leluhurnya di tanah Cirebon," katanya
Tempat Berkumpul Berbagai Suku dari Belahan Dunia
Keunikan lain yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat adalah simbol Gua Argajumut dan Gua Sunyaragi sebagai lokasi berkumpulnya macam-macam etnis dari berbagai belahan dunia.
Gua Sunyaragi disebutkan sebagai tempat percampuran berbagai budaya mulai dari etnis Arab, Tiongkok hingga Afrika Utara-Timur, sesuai dengan makna istilah Caruban (Cirebon) yang artinya berkumpul.
"Itu alasannya disebut sebagai Caruban yang artinya percampuran, karena selain ada dari Timur Tengah sampai Tiongkok, di sini juga dahulu ada dari Maghribi (Afrika Utara-Timur), yang membuktikan jika wilayah sini merupakan melting pot serta kosmo politan (tempat berkumpul orang dari berbagai etnis)," tandasnya
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya