Memiliki kebun buah sendiri di rumah adalah impian banyak orang. Selain mempercantik tampilan hunian, Anda bisa memanen buah segar langsung dari halaman pribadi. Namun, kekhawatiran akan akar pohon yang merusak fondasi bangunan atau saluran air seringkali menjadi penghalang. Untungnya, ada solusi cerdas: memilih jenis tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan yang tepat.
Tanaman buah berakar dangkal memungkinkan Anda menikmati keindahan dan hasil panen tanpa perlu cemas akan risiko kerusakan infrastruktur rumah. Jenis-jenis tanaman ini umumnya memiliki sistem perakaran yang tumbuh tidak terlalu dalam atau agresif, sehingga aman ditanam di dekat bangunan. Berikut adalah sembilan pilihan tanaman buah berakar dangkal yang bisa Anda pertimbangkan untuk mempercantik dan menghijaukan pekarangan rumah.
Advertisement
1. Stroberi
Stroberi merupakan pilihan unggul sebagai tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan karena sistem akarnya yang tidak menembus terlalu dalam ke tanah. Sebagian besar akar stroberi hanya berada pada kedalaman 15 hingga 30 cm dari permukaan tanah. Bahkan, di tanah liat yang padat, sekitar 90% akarnya dapat ditemukan di 15 cm teratas tanah.
Melansir dari laman USU Extension, sebagian besar akar stroberi berada di kedalaman 10 hingga 12 inci (sekitar 25-30 cm) dari permukaan tanah. Sementara itu, di tanah liat atau tanah padat, semua akar stroberi akan terkandung dalam 6 inci (sekitar 15 cm) teratas tanah, dan di tanah berpasir ringan, akarnya hanya akan menembus sekitar 1 kaki (sekitar 30 cm).
Dengan sistem akar yang kecil ini, stroberi sangat ideal untuk ditanam dalam wadah, pot, atau bedengan dangkal. Tanaman ini membutuhkan penyiraman yang teratur, terutama saat cuaca panas dan kering, sebab akarnya yang dangkal membuatnya sensitif terhadap kekurangan atau kelebihan air.
Advertisement
2. Jeruk
Pohon jeruk, termasuk lemon dan varietas lainnya, memiliki sistem akar yang relatif dangkal dan cenderung menyebar secara lateral, bukan menembus jauh ke dalam tanah. Sebagian besar akar penyerap air dan nutrisi (feeder roots) terkonsentrasi di 30-45 cm teratas tanah, meskipun akar penopang yang lebih besar dapat mencapai kedalaman 90-120 cm. Karakteristik ini menjadikan jeruk sebagai tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan yang aman ditanam di dekat bangunan.
Varietas kerdil atau jeruk siam sangat direkomendasikan untuk pekarangan sempit, karena ukurannya yang lebih kecil dan sistem perakarannya yang serabut dan tumbuh di lapisan tanah atas. Hal ini membuat pohon jeruk aman dari risiko merusak struktur lantai keramik maupun fondasi bangunan di sekitarnya.
Advertisement
3. Tin (Ara)
Pohon tin, atau ara, dikenal memiliki sistem akar yang dangkal dan berserat. Sistem perakaran ini tidak invasif, menjadikannya pilihan tanaman yang aman untuk ditanam di dekat fondasi bangunan. Meskipun akarnya dapat menyebar hingga dua kali lebar kanopi pohon, sebagian besar akar penyerap berada di 90 cm teratas tanah.
Pohon tin juga sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan tahan terhadap kondisi kekeringan. Varietas kerdilnya hanya tumbuh sekitar 0,9 hingga 1,5 meter, sangat efisien untuk lahan terbatas. Selain aman bagi struktur bangunan, pohon tin juga memberikan manfaat ekonomi dan gizi karena menghasilkan buah yang kaya serat dan antioksidan.
Advertisement
4. Jambu Biji
Jambu biji umumnya memiliki sistem akar dangkal, dengan sebagian besar akarnya berada dalam 30-45 cm dari permukaan tanah. Akar serabutnya membentuk jaringan halus yang membantu menopang pohon. Karena akarnya yang dangkal, jambu biji adalah tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan yang baik dan dapat ditanam dalam pot besar.
Pohon ini membutuhkan penyiraman teratur, terutama saat muda. Penggunaan mulsa dapat membantu menjaga kelembaban tanah di sekitar akarnya, karena sebagian besar kelembaban yang dibutuhkan jambu biji akan berasal dari lapisan tanah atas.
Advertisement
5. Jambu Air
Jambu air merupakan tanaman buah yang memiliki sistem perakaran relatif dangkal sehingga aman ditanam di dekat rumah. Pohonnya tidak terlalu besar dan mudah dibentuk melalui pemangkasan rutin.
Selain menghasilkan buah yang segar, jambu air juga cepat berbuah jika menggunakan bibit hasil okulasi atau cangkok. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan penyiraman yang cukup agar produksi buah tetap optimal.
Advertisement
6. Srikaya
Srikaya memiliki ukuran pohon yang relatif kecil dengan akar yang tidak terlalu dalam. Oleh karena itu, tanaman ini cocok ditanam pada pekarangan berukuran terbatas.
Buah srikaya memiliki rasa manis dengan tekstur lembut. Agar pertumbuhannya maksimal, tanaman membutuhkan lokasi yang terkena sinar matahari secara langsung.
Advertisement
7. Belimbing
Belimbing dikenal sebagai tanaman buah yang mudah tumbuh di daerah tropis. Perakarannya tidak terlalu agresif sehingga relatif aman ditanam di pekarangan.
Pohon belimbing mampu menghasilkan buah hampir sepanjang tahun jika memperoleh cukup sinar matahari, air, dan nutrisi. Pemangkasan secara berkala juga membantu meningkatkan produktivitas.
Advertisement
8. Delima
Tanaman delima dikenal memiliki sistem perakaran yang relatif dangkal dan tidak invasif, sehingga tidak akan menimbulkan ancaman kerusakan pada fondasi bangunan. Ukuran pohonnya yang kecil hingga sedang membuatnya mudah dikendalikan, dan dapat ditanam langsung di lahan sempit atau dipelihara dalam pot besar sebagai bagian dari konsep tabulampot. Sistem akar delima juga tidak bersifat invasif sehingga lebih aman ditanam di sekitar rumah.
Selain buahnya yang kaya antioksidan, bunga delima juga sangat indah dan dapat mempercantik tampilan halaman rumah Anda. Pohon delima juga tidak membahayakan lantai dan fondasi rumah karena akarnya relatif pendek dan dangkal.
Advertisement
9. Pisang
Meskipun sering terlihat besar dan rimbun, pisang sejatinya bukanlah jenis pohon berkayu yang memiliki akar tunggang agresif. Akarnya berbentuk rimpang yang dangkal dan tumbuh terbatas, sehingga tidak akan merusak struktur fondasi atau saluran air di bawah rumah Anda. Ini menjadikan pisang sebagai tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan yang aman.
Tanaman ini sangat cocok ditanam bergerombol di sudut halaman untuk memberikan kesan asri dan tropis. Pastikan drainase tanah baik agar pertumbuhannya optimal, karena meskipun tahan air, pisang membutuhkan kelembapan yang cukup untuk menghasilkan buah yang maksimal. Akar pisang yang berada di permukaan tanah tumbuh secara mendatar dan bisa mencapai panjang 4 sampai 5 meter.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Buah Berakar Dangkal untuk Pekarangan yang Mudah Dirawat
1. Mengapa penting memilih tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan?
Penting untuk memilih tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan agar akarnya tidak merusak fondasi rumah, saluran air, atau infrastruktur lainnya di sekitar bangunan.
2. Apa saja contoh tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan yang disebutkan?
Contoh tanaman buah berakar dangkal untuk pekarangan yang disebutkan antara lain stroberi, jeruk, tin, jambu biji, markisa, raspberi, bluberi, delima, dan pisang.
3. Seberapa dangkal sistem akar stroberi?
Sistem akar stroberi sangat dangkal, dengan sebagian besar akarnya berada di kedalaman 15 hingga 30 cm dari permukaan tanah.
4. Apakah pohon jeruk aman ditanam dekat fondasi rumah?
Ya, pohon jeruk umumnya aman ditanam dekat fondasi rumah karena memiliki sistem akar serabut yang cenderung menyebar di lapisan tanah bagian atas dan tidak menembus dalam.