5 Kesalahan Saat Memilih Kalung Emas yang Sering Merugikan Pembeli, Jangan Sampai Menyesal

Memilih kalung emas yang ideal membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang mendalam, bukan sekadar terfokus pada desain yang menarik.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
5 Kesalahan Saat Memilih Kalung Emas yang Sering Merugikan Pembeli, Jangan Sampai Menyesal
Model Kalung Emas 22 Karat 5 Gram (© 2025 Liputan6.com)

Membeli kalung emas sering kali dianggap sebagai investasi sekaligus aksesori yang dapat memperindah penampilan. Namun, di balik pesonanya, banyak pembeli yang melakukan kesalahan serius yang dapat mengakibatkan kerugian. Kesalahan ini biasanya muncul akibat kurangnya pengetahuan mengenai karakteristik emas, kondisi pasar, atau bahkan tujuan dari pembelian itu sendiri.

Memilih kalung emas yang ideal membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang mendalam, bukan sekadar terfokus pada desain yang menarik. Setiap elemen, mulai dari keaslian hingga harga pasar, memiliki peranan penting dalam menentukan nilai dan kepuasan Anda sebagai pembeli. Artikel ini bertujuan untuk membahas secara menyeluruh lima kesalahan umum yang sering merugikan pembeli kalung emas.

Dengan memahami setiap aspek tersebut, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cermat dan memastikan bahwa kalung emas yang Anda pilih benar-benar memenuhi harapan, baik sebagai perhiasan maupun sebagai aset berharga di masa depan. Lantas, apa saja kesalahan dalam memilih kalung emas yang sering kali merugikan pembeli dan perlu diwaspadai? Melansir dari berbagai sumber, Senin (22/9), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Tidak Memeriksa Keaslian dan Kadar Emas

5 Kekeliruan Memilih Kalung Emas yang Sering Merugikan Pembeli, Harus Diwaspadai
Model Kalung Emas 24 Karat 5 Gram Motif Padi yang Ringan dan Elegan, Bikin Tampilan Jadi Modern dan Stylish (sumber:AI) © 2025 Liputan6.com

Salah satu kesalahan terbesar yang dapat dilakukan saat membeli kalung emas adalah tidak memeriksa keaslian serta kadar emasnya. Hal ini dapat membuat pembeli berisiko menerima emas palsu atau emas dengan kadar kemurnian yang lebih rendah daripada yang dijanjikan, yang tentunya sangat merugikan.

Emas murni memiliki densitas yang tinggi, sehingga terasa lebih berat dibandingkan dengan logam campuran yang sering digunakan dalam pembuatan emas palsu, seperti kuningan atau aluminium. Oleh karena itu, penting bagi pembeli untuk waspada terhadap risiko investasi emas palsu, karena ketidakcermatan dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan. Kadar kemurnian emas diukur dalam satuan karat (K), di mana emas dengan kadar tertinggi adalah 24 karat atau 99,9%.

Untuk membedakan antara emas asli dan palsu, pembeli perlu memperhatikan beberapa faktor, seperti bobot perhiasan, warna kuning keemasan yang pekat, serta sifat non-magnetik dari emas. Emas murni tidak bersifat magnetik, sehingga tidak akan tertarik oleh magnet. Selain itu, sangat penting untuk selalu meminta sertifikat keaslian sebelum melakukan pembelian, karena sertifikat ini tidak hanya berfungsi sebagai bukti keaslian, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual kembali emas tersebut. Membeli dari toko yang terpercaya juga merupakan langkah krusial untuk menghindari penipuan.

2. Tidak Memperhatikan Karat dan Kandungan Logam Campuran

Ilustrasi Kalung Emas
Ilustrasi Kalung Emas Photo by topntp26 on Freepik

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah kurangnya pengetahuan mengenai perbedaan karat emas serta bagaimana komposisi logam campuran dapat memengaruhi kekuatan dan nilai dari kalung yang dipilih. Hal ini dapat menyebabkan pembeli membuat keputusan yang tidak tepat, sehingga perhiasan yang dibeli tidak sesuai dengan keinginan atau tujuan mereka.

Seiring dengan meningkatnya karat, jumlah emas murni dalam perhiasan juga bertambah, namun kelembutannya pun meningkat. Sebagai contoh, emas 18 karat terdiri dari 75% emas murni dan 25% logam campuran seperti perak atau tembaga. Di sisi lain, emas 24 karat adalah yang paling murni, tetapi tidak ada perhiasan yang terbuat dari emas 24 karat karena sifatnya yang lembek dan mudah berubah bentuk. Emas murni merupakan logam yang sangat lunak, sehingga dapat dengan mudah tertekuk jika terkena tekanan.

Oleh karena itu, perhiasan emas biasanya dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanannya. Banyak pembeli yang sering salah kaprah, menginginkan perhiasan yang tahan lama tetapi memilih karat yang terlalu tinggi, atau sebaliknya, berharap mendapatkan nilai investasi yang tinggi namun memilih karat yang rendah. Padahal, karat yang lebih rendah justru lebih kuat dan lebih awet, sehingga menjadi pilihan yang lebih bijak untuk perhiasan yang digunakan sehari-hari.

3. Tidak Memperhatikan Kualitas Rantai dan Pengait

5 Kekeliruan Memilih Kalung Emas yang Sering Merugikan Pembeli, Harus Diwaspadai
Model Kalung Emas 24 Karat 5 Gram Motif Padi yang Ringan dan Elegan, Bikin Tampilan Jadi Modern dan Stylish (sumber:AI) © 2025 Liputan6.com

Banyak pembeli sering kali lebih memperhatikan desain atau karat emas, tetapi sering kali mengabaikan aspek penting seperti kualitas rantai dan pengait kalung. Kesalahan ini dapat berakibat fatal, seperti kalung yang mudah putus, rusak, atau bahkan hilang, yang tentunya sangat merugikan pemiliknya.

Rantai kalung yang memiliki ketebalan lebih cenderung menawarkan daya tahan yang lebih baik, sedangkan rantai yang tipis biasanya lebih mudah putus. Selain itu, kondisi fisik kalung emas saat pembelian juga harus diperhatikan dengan teliti, terutama pada bagian pengait kalung. Pengait kalung merupakan elemen yang sangat penting dan harus kuat serta berfungsi dengan baik agar kalung tidak mudah lepas.

Pilihlah pengunci yang kokoh, karena bagian ini juga memiliki peranan penting dalam keamanan kalung. Pastikan bahwa pengunci yang digunakan cukup kuat dan aman. Sebagai tambahan, disarankan untuk memilih kalung dengan gramasi minimal 2 gram, karena kalung yang memiliki gramasi lebih rendah cenderung lebih rentan putus.

4. Tidak Mempertimbangkan Tujuan Pembelian (Investasi vs. Perhiasan)

5 Langkah Anti Ribet untuk Kalung Emas Tetap Glowing, Hemat Waktu dan Biaya
Kalung Emas 5 Gram Model Baru (Meta AI) © 2025 Liputan6.com

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua jenis perhiasan emas sebagai bentuk investasi yang menguntungkan. Namun, penting untuk dicatat bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara membeli emas untuk investasi dan membeli perhiasan yang digunakan sehari-hari.

Jika tujuan Anda adalah berinvestasi, sebaiknya hindari membeli emas dalam bentuk perhiasan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa toko emas tidak hanya mempertimbangkan kadar dan berat emas, tetapi juga biaya pembuatan perhiasan tersebut. Semakin rumit desain perhiasan, semakin tinggi biaya yang harus Anda bayar.

Biaya pembuatan perhiasan emas, yang sering disebut sebagai ongkos, berkisar antara 15-20% dari nilai emas itu sendiri. Biaya ini tidak akan diperhitungkan saat perhiasan dijual kembali, sehingga dapat mengurangi potensi keuntungan dari investasi yang Anda lakukan. Selain itu, meskipun kalung emas putih terlihat lebih mewah, nilai jual kembalinya biasanya tidak setinggi emas kuning biasa. Untuk tujuan investasi yang lebih murni, disarankan untuk membeli logam mulia dengan kadar 99,99% dan memiliki sertifikat, seperti yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang (Antam).

5. Tidak Memantau Harga Pasar dan Membeli di Waktu yang Salah

Makin Mahal, Harga Emas Cetak Sejarah Baru
Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI) © 2025 Liputan6.com

Kekeliruan terakhir yang sering merugikan pembeli kalung emas adalah melakukan pembelian tanpa memperhatikan harga pasar yang terbaru. Ketidakpedulian ini dapat mengakibatkan pembeli membayar lebih dari seharusnya atau mengalami kerugian saat menjual kembali di masa mendatang.

Banyak individu yang membeli emas tanpa memperhitungkan apakah harga saat itu sedang tinggi atau rendah, sehingga mereka berisiko membeli pada harga puncak dan menjual saat harga sedang turun. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin memantau harga emas dan membandingkannya dengan harga yang ditawarkan oleh penjual sebelum mengambil keputusan untuk membeli.

Harga emas cenderung fluktuatif dan dapat berubah setiap hari. Memahami pola pergerakan harga sangat membantu dalam menentukan waktu yang tepat untuk membeli. Disarankan untuk membeli emas ketika harganya sedang turun atau tidak berada pada level yang tinggi. Selain itu, pembeli juga harus memperhatikan selisih yang besar antara harga beli dan harga buyback (harga jual kembali) emas, terutama jika acuan yang digunakan adalah emas Antam. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian finansial yang tidak perlu.

Rekomendasi