Saat Supermodel Ashley Graham Perkenalkan Kerokan pada Netizen Dunia

Ashley mengunggah foto punggung bekas kerokan di Instagram, membuat penasaran para penggemarnya yang tidak berasal dari Asia dan berakhir menjadi bahasan di berbagai situs berita online Amerika Serikat.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Saat Supermodel Ashley Graham Perkenalkan Kerokan pada Netizen Dunia
Ashley Graham. ©Instagram.com/ashleygraham

Ashley Graham adalah model yang mendobrak industri fashion dan hiburan dengan tubuh plus size. Begitu besar pengaruh dan kesuksesan Ashley hingga gelar supermodel plus size disematkan pada namanya.

Model video klip Toothbrush milik grup DNCE ini kerap menjadi perbincangan karena fashion dan kampanye body positivity yang ia gaungkan di jejaring sosial. Kali ini sang model kembali jadi perbincangan di berbagai media online Amerika Serikat. Perkaranya adalah kerokan.

Rabu (10/3/2021) lalu, Ashley mengunggah serangkaian foto di Instagram. Salah satunya menunjukkan ibu satu anak itu menghadap cermin dengan celana dan bra saja. Tengkuk dan punggungnya tampak memar kemerahan. Sebuah pemandangan yang lumrah bagi orang Indonesia, namun bikin heboh para penggemar Ashley dari negara-negara barat sana.

"Ya Tuhan, kenapa punggungmu?" tanya salah satu pengguna Instagram di kolom komentar. "Kenapa memar-memar begitu?" tanya yang lain.

Lalu ada commenter yang menjelaskan, "Ini gua sha. Membersihkan racun dari tubuh dan melancarkan aliran darah."

"Di Indonesia, ini namanya 'kerokan'," jelas commenter lain.

Dokter kulit yang berbasis di New York, Dr. Hadley King mengkonfirmasi kalau lebam kemerahan di punggung Ashley Graham memang tampak seperti bekas dikerok dengan teknik gua sha.

"Beberapa orang percaya kalau kerokan bisa merangsang beberapa titik pada tubuh yang mengatur peredaran darah. Teknik ini mungkin bisa membantu menurunkan demam karena kerokan tersebut membuat pembuluh kapiler melebar sehingga panas bisa dikeluarkan dari tubuh," jelasnya kepada Stylish.

Gua Sha, Teknik Kerokan dalam Pengobatan China

Rupanya punggung bekas kerokan Ashley cukup menarik perhatian hingga dibahas secara mendetail di berita-berita online. Page Six menyebutnya metode pengobatan tradisional China yang disebut gua sha.

Gua sha berarti 'mengikis pasir', merujuk pada memar yang mirip seperti tergesek pasir. Teknik pengobatan ini menyebar hingga ke Vietnam di mana ia disebut cao gio yang berarti 'mengikis angin'. Sementara di Indonesia, teknik pengobatan ini disebut kerokan atau kerikan.

Jika di China gua sha dipraktikkan dengan sendok, jahe, atau batu giok; maka di Vietnam dan Indonesia lebih umum menggunakan uang logam dan minyak. Tujuannya adalah mencegah atau mengobati masuk angin. Kerokan di China dipraktikkan untuk mengobati pegal dan melancarkan peredaran darah.

Kerokan untuk Perawatan Kecantikan

Sejauh ini, sejumlah penelitian membuktikan bahwa kerokan tidak memiliki dampak kesehatan. Memar dan pecahnya pembuluh darah yang disebabkan pengobatan tradisional ini justru membuatnya tidak disarankan. Walaupun begitu, tampaknya teknik ini sedang digemari di kalangan selebriti Amerika Serikat.

Menurut artikel Page Six, para praktisi gua sha percaya kalau teknik ini bisa melancarkan peredaran darah, merangsang regenerasi sel, dan melemaskan otot yang kaku. Konon teknik ini bahkan bisa dipraktikkan pada wajah.

"Ini adalah cara termudah untuk merangsang mikrosirkulasi," tutur ahli facial para selebriti Ada Ooi yang merawat wajah Lady Gaga dan Ellie Goulding. "Semakin banyak darah yang bersirkulasi di kulit berarti semakin banyak oksigen yang diantarkan, yang nantinya akan membuang racun dan cairan berlebih yang bisa membuat berat badan bertambah."

Rekomendasi