Minyak esensial dapat membantu mengurangi tampilan bekas luka. Minyak alami ini juga bisa membantu regenerasi sel-sel kulit kulit yang rusak. Ada juga minyak esensial yang berkhasiat menyembuhkan luka dan mencegah pembentukan jaringan parut.
Anda dapat mencoba berbagai kombinasi minyak esensial yang direkomendasikan Healthline berikut untuk memudarkan bekas luka.
Advertisement
Minyak Esensial Helichrysum
Ilustrasi minyak esensial helichrysum. iStock
Minyak esensial helichrysum mengandung zat anti-inflamasi yang disebut arzanol. Zat ini berperan dalam penyembuhan luka.
Minyak esensial ini juga dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dan memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mencegah jaringan parut dengan meregenerasi sel-sel baru dan mencegah akumulasi radikal bebas.
Advertisement
Minyak Esensial Frankincense
Ilustrasi minyak esensial frankincense. iStock
Minyak esensial frankincense membantu menenangkan kulit, meratakan warna kulit, dan membunuh bakteri. Karakteristik ini membuatnya berguna untuk merawat bekas luka.
Minyak esensial frankincense juga dapat meningkatkan pertumbuhan sel kulit baru, mengencangkan kulit, dan mengurangi tampilan bekas luka.
Advertisement
Minyak Esensial Geranium
Ilustrasi minyak esensial geranium. Pixabay/silviarita
Sifat antiseptik, antimikroba, dan antibakteri di dalam minyak esensial geranium dapat membantu meringankan bekas luka. Penelitian pada 2013 menemukan bahwa minyak mawar geranium efektif dalam mencegah dan mengobati kondisi kulit yang meradang. Walaupun begitu, mungkin butuh setidaknya satu bulan untuk melihat hasilnya dengan minyak geranium.
Advertisement
Minyak Esensial Lavender
Ilustrasi minyak esensial lavender. iStock
Minyak esensial lavender dapat membantu mencegah munculnya jaringan parut dengan mendorong pertumbuhan sel dan jaringan kulit. Pasalnya minyak lavender memiliki sifat antibiotik, antioksidan, dan antiseptik. Khasiat ini sudah dibuktikan lewat sebuah studi di tahun 2016.
Advertisement
Minyak Esensial Biji Wortel
Ilustrasi minyak esensial carrot seed. iStock
Minyak esensial biji wortel (carrot seed) telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang berguna untuk mengobati bekas luka. Minyak ini mungkin sangat berguna dalam merawat bekas luka yang lebih tua. Namun Anda mungkin memerlukan waktu hingga satu bulan sebelum melihat hasilnya.
Advertisement
Minyak Esensial Kayu Cedar
Ilustrasi minyak esensial cedar wood. iStock
Efek peremajaan kulit yang dimiliki minyak kayu cedar (cedar wood) berpotensi dalam mengobati berbagai masalah kulit, termasuk bekas luka. Minyak ini bisa mengurangi peradangan dan memberikan efek pereda nyeri pada luka.
Advertisement
Minyak Pohon Teh
Ilustrasi tea tree oil. iStock
Minyak pohon teh (tea tree oil) memiliki potensi penyembuhan yang sangat besar karena efek antivirus, antibakteri, dan antijamur yang dimilikinya. Aktivitas antioksidan dan antimikroba dalam tea tree oil juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
Advertisement
Minyak Esensial Neroli
Ilustrasi minyak esensial neroli. iStock
Minyak esensial neroli yang diekstrak dari bunga jeruk bisa digunakan untuk berbagai kondisi perawatan kulit. Minyak ini berguna untuk merawat bekas luka. Minyak neroli juga terbukti mengurangi rasa sakit dan peradangan kulit.
Itulah jenis-jenis minyak esensial yang berkhasiat menyembuhkan dan memudarkan bekas luka.