Seribu filosofi kehidupan di balik pangsit China, kuliner khas Imlek

Seribu filosofi hidup di balik pangsit China, kuliner khas Imlek. Pangsit atau jiaozi melambangkan kekayaan karena mirip uang perak China kuno. Isinya harus padat dan memiliki banyak lipatan. Penyajiannya harus disusun berderet, bukan melingkar. Masing-masing memiliki makna tersendiri.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Seribu filosofi kehidupan di balik pangsit China, kuliner khas Imlek
Jiaozi, pangsit tradisional China. © Asian food hub

Sebentar lagi warga keturunan Tionghoa di seluruh dunia bakal merayakan Imlek. Tahun baru China ini ditandai dengan berbagai tradisi unik, salah satunya dari segi kuliner. Budaya Tionghoa sangat menjunjung tinggi seni kuliner. Hampir setiap masakan memiliki ciri khas dan filosofi tersendiri.Saat Imlek, kita bisa menjumpai berbagai jenis hidangan khas di restoran dan hotel-hotel. Salah satunya adalah pangsit atau jiaozi. Dilansir China Highlights, pangsit merupakan hidangan klasik yang sudah berusia 1800 tahun. Makanan ini sangat populer di China bagian utara, namun kini sudah mendunia.

Jiaozi, pangsit tradisional China. © Asweetmuddle.com

Ilustrasi uang perak China kuno © News.cn

Pangsit biasanya terbuat dari kulit tipis yang diisi daging dan sayuran cincang. Isian yang paling sering digunakan di China sana adalah daging babi, udang, ikan, ayam giling, sapi, dan sayuran cincang. Cara memasaknya bisa direbus, dikukus, dipanggang, atau digoreng.Pangsit China merupakan salah satu hidangan wajib saat Imlek. Makanan ini dianggap sebagai perlambang kekayaan karena bentuknya menyerupai uang perak kuno yang berbentuk seperti perahu. Mitos yang dipercaya adalah semakin banyak pangsit yang disantap saat tahun baru, semakin banyak uang yang bisa dihasilkan sepanjang tahun nanti.


Setiap jenis pangsit memiliki makna tersendiri. Saat perayaan musim semi sebaiknya tidak menyantap pangsit isi sauerkraut (sejenis acar kubis), karena dianggap makanan orang susah. Bisa mempengaruhi kesuksesan di tahun-tahun mendatang. Tetapi melahap pangsit isi kubis dan radish (lobak mini) merupakan tradisi saat Imlek. Konon, makanan ini dipercaya bisa menjadikan kulit cerah dan pikiran tenang.

Sup pangsit, hidangan Imlek di Hotel Horison Ultima, Malang. ©2017 Tantri Setyorini

Beberapa warga Tionghoa membuat pangsit dengan menyelipkan berbagai simbol kehidupan di dalamnya. Sehelai benang putih untuk melambangkan umur panjang, sementara koin tembaga merupakan simbol kekayaan. Siapapun yang menyantapnya akan memperoleh keberuntungan sesuai dengan makna masing-masing benda yang diselipkan.

Pangsit harus dibuat dengan jumlah lipatan yang banyak. Jika terlalu datar, lagi-lagi dianggap mirip orang susah. Tak hanya isi dan bentuknya yang harus diperhatikan. Penyajian pangsit juga harus mengikuti aturan tertentu. Harus disusun berderet, agar hidup orang yang memakannya senantiasa maju. Jika disusun melingkar, kehidupan orang yang memakan bakal berputar-putar di tempat.

Rekomendasi