Maharani Gi, saat kerajaan Mongol 'impor' ratu dari Korea

Maharani Gi, saat kerajaan Mongol 'impor' ratu dari Korea. Gi adalah seorang bangsawan dari Dinasti Goryeo, Korea, tetapi menjadi ratu di Dinasti Yuan. Gi merupakan istri kesayangan Raja Toghon Temur yang sempat menjadi penguasa Mongolia dan China di balik layar.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Maharani Gi, saat kerajaan Mongol 'impor' ratu dari Korea
Maharani Gi. © MBC

Pernah menyaksikan drama Empress Ki yang diperankan oleh Ha Ji-won? Serial populer dari Korea Selatan ini terinspirasi oleh kisah nyata Maharani Gi atau Permaisuri Ki.

Sebagai tokoh sejarah, Maharani Gi memiliki status yang unik. Dia adalah seorang bangsawan dari Dinasti Goryeo, Korea, tetapi menjadi ratu di Dinasti Yuan, Mongolia. Dia bersuamikan Raja Toghon Temur. Gi merupakan istri kesayangan sang raja yang sempat menjadi penguasa Mongolia dan China di balik layar. Sementara putranya adalah Biligtu Khan Ayushiridara, raja pertama Dinasti Yuan Utara.

Maharani Gi. © Istimewa

Menurut A History of Korea, Maharani Gi (1315-1369/1370) berasal dari kelas bangsawan, namun menduduki posisi rendah dalam sistem kasta Dinasti Goryeo. Tak banyak cerita yang bisa digali tentang kehidupannya sebelum menjadi ratu Mongolia. Legenda hanya menyebut Gi memiliki kecantikan luar biasa. Dia juga menguasai berbagai cabang seni seperti menari, puisi, dan kaligrafi.

Budak jelita yang berhasil merebut hati raja

Gi dikirimkan ke Mongolia sebagai upeti tiga tahunan untuk Toghon Temur. Pada masa itu, Goryeo biasa mengirimkan upeti berupa budak kasim, benda-benda berharga, dan selir. Menurut Empire's Twilight: Northeast Asia under the Mongols. Harvard-Yenching Institute Monograph, orang Mongolia sendiri beranggapan menikahi wanita dari Goryeo merupakan kebanggaan.

Maharani Gi. © MBC

Mulanya, Gi hanya satu di antara sekian banyak wanita cantik yang menjadi gundik sang raja Mongolia. Dia tak mensyukuri kehidupan barunya sebagai budak di negeri orang. Namun karena tak ada pilihan lain, Gi memutuskan untuk menjadi selir terbaik di kerajaan. Singkat kata, Gi berhasil merebut hati sang raja dan menjadi wanita kesayangannya. Semua itu berkat kecantikan, bakat, dan kecerdasannya yang menonjol.

Selanjutnya:Menjadi penguasa China dan Mongolia di balik layar

Menjadi penguasa China dan Mongolia di balik layar

Walaupun sempat ditentang banyak pihak, Gi diangkat menjadi permaisuri kedua alias selir utama pada tahun 1340. Dia mendapat gelar Oljei Khutughu. Dengan status barunya, Gi mulai mendapatkan kekuasaan yang besar di istana. Apalagi saat itu Toghon Temur sudah kehilangan minat dalam memimpin kerajaan. Jadilah yang Gi yang memegang kekuasaan utama.

Maharani Gi. © MBC

Gi jugalah yang mempopulerkan fashion Goryeo di China pada masa itu. Sayangnya, sang selir termakan keserakahan. Korupsi yang dilakukan oleh keluarganya menjadi rahasia umum di Mongolia dan China, membuat sosok sang ratu dibenci rakyat. Kebencian kepadanya semakin memuncak setelah Gi Cheol, saudara lelakinya mencoba menggulingkan raja Goryeo.

Konflik yang disebabkan karena pemilihan anak lelaki Gi sebagai putra mahkota menimbulkan pemberontakan. Gi sempat dipenjara dan melarikan diri ke Yingchang. Namun pada akhirnya, putranya berhasil mewarisi tahta pada tahun 1370. Hanya saja, saat itu Dinasti Yuan sudah mengalami kemunduran. Setelah putranya berkuasa, Gi menghilang. History of Goryeo menyebut keluarganya sebagai pengkhianat negara. Sementara manuskrip sejarah Dinasti Ming menyebut dirinya sebagai salah satu alasan kehancuran Dinasti Yuan.

Rekomendasi