Pada poster yang ada di salah satu Bus Damri Kota Bandung, terdapat semacam tagline yang mengukuhkan Cibaduyut sebagai daerah khas penghasil sepatu. "Sepatu Cibaduyut awet sampai buyut," demikian tagline tersebut.Kutipan tersebut menunjukkan Cibaduyut dikenal sebagai pusat sepatu dan sandal. Namun, ada produk khas lain Cibaduyut yang kini sebagian sudah punah. Jauh sebelum masuknya industri sepatu ke Cibaduyut, mayoritas warga daerah ini adalah petani padi, kangkung, dan ikan mas.Ujang Yana, 46 tahun, salah seorang warga Cibaduyut, menuturkan pada tahun 70-an kondisi Cibaduyut tentu tidak sepadat saat ini. "Dulu daerah sini Cibaduyut masih luas, rumah-rumah masih jarang, sawah semua," kata Ujang ke Merdeka Bandung, Senin (23/11).
Tidak heran jika pada waktu tersebut komoditas utama yang dihasilkan Cibaduyut adalah padi, kangkung dan ikan mas. Mereka biasa menanami sawah mereka dengan tiga komoditas tersebut."Kebanyakan dulu itu bertani padi maupun membesarkan ikan mas. Di sela itu, ada juga yang menanam kangkung. Dulu kangkung dari sini subur-subur," ujar ayah dua anak yang mengalami Cibaduyut zaman persawahan ini.Produk pertanian Cibaduyut dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari, diantaranya Pasar Baru, Pasar Andir dan Ciroyom. Pengiriman komoditas masih dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara dipikul atau diangkut dengan becak.Ia menuturkan, orang-orang kaya Cibaduyut zaman dulu dapat dilihat dari gelar Haji yang biasa disebut warga sekitar. Orang yang dipanggil haji, bisa dibilang saudagar atau setidaknya dulunya pernah mengalami masa kejayaan. "Misalnya pak haji anu, punya kolam ikan tidak satu dua, tapi banyak. Banyak warga yang membeli ikan kalau panen, kemudian turut menjualnya ke pasar," tuturnya.Banyaknya sawah dan kolam di Cibaduyut melahirkan tradisi lain, yakni nangkap belut. Binatang sawah mirip ular ini ditangkap dengan cara ngurek dan ngobor. Belut sering menjadi menu makanan warga Cibaduyut di masa lalu, yang mungkin tidak dialami lagi generasi masa kini.Kini, lanjut dia, mayoritas sawah dan kolam di Cibaduyut sudah berganti bangunan. Perumahan di Cibaduyut sangat padat. Salah satu bukti kejayaan ikan mas Cibaduyut adalah beberapa kolam ikan yang masih menjadi tempat mancing warga."Kolamnya masih ada, tapi hanya beberapa kolam pemancingan saja. Sekarang yang jualan ikan hanya warga yang habis mancing kemudian ikannya dijual, Rp 25 ribu banyak sekali," kata pria yang kini tengah sibuk memproduksi sandal-sandal gaul.