Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Raih Kesuksesan, 10 Kata Toxic Wajib Dijauhi Anak Muda

Raih Kesuksesan, 10 Kata Toxic Wajib Dijauhi Anak Muda Rhenald Kasali. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini semakin banyak anak muda yang memiliki skill mumpuni namun tidak tahan banting dan mudah menyerah. Hal itu diungkap Rhenald Kasali saat memberikan kuliah umum yang bertema Entrepreneurship In Uncertainty "How To Win The Infinite Games" pada Mahasiswa Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI).

Dia juga mendorong anak-anak muda untuk tidak menjadi pribadi yang toxic dan mampu memanfaatkan kemajuan zaman. Komisaris utama PT Pos Indonesia itu mendorong mahasiswa untuk tidak menjadi generasi strawberry yang toxic.

Generasi yang meski punya kecakapan tapi mentalnya rapuh. Dia menyebutkan sepuluh kata toxic yang seringkali digunakan anak-anak muda sebagai alasan. Ada kata cuan, passion, insecurity, quarter life crisis, hustle culture, hingga toxic work place. Pun dengan passive income, financial freedom, smart work serta privilege.

"Sepuluh kata itu kadang menjadi permasalahan di kalangan anak muda. Di usia belasan dan dua puluhan, saya rasa belum waktunya untuk financial freedom atau passive income. Pun dengan passion yang seringkali malah menjadi penghalang," ujarnya.

"Tak perlu insecure karena jalan saudara masih panjang. Selama saudara bekerja keras dan berani mengambil tantangan, maka saya yakin saudara akan menjadi manusia yang sukses dan berhasil di masa depan," lanjut Rhenald.

Menurut Rhenald, dalam menghadapi dunia metaverse dan artificial yang semakin maju, sumber daya manusia yang cakap diperlukan. Terutama yang menguasai bidang-bidang masa depan. Maka, dia sangat mengapresiasi ULBI Corner yang digagas dan dijalankan oleh Mahasiswa Aktif di ULBI.

Hadir secara langsung dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi. Faizal berpesan kepada para mahasiswa untuk menguatkan tekad dan niat selama menimba ilmu di Kampus ULBI.

Dia juga mendorong mahasiswa ULBI agar mampu menjadi aktor-aktor pembangunan di manapun berada. "Jadilah insan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Insyaallah ULBI akan menjadi tempat pendidikan yang tepat untuk mengembangkan ilmu peradaban," ungkapnya.

Sementara, Rektor ULBI Agus Purnomo mengatakan bahwa, untuk membangun sumber daya manusia yang baik, ULBI selalu mengundang tokoh-tokoh ternama.

"Dengan membangun ULBI Center, ULBI mencoba untuk menjawab problematika dan permasalahan di masa depan. Semoga apa yang kita kerjakan ini dapat memberikan semangat dan manfaat kepada sekitar," pungkasnya. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP