Mengapa Jalan Raya di Qatar dan Los Angeles Tidak Berwarna Hitam?

Sabtu, 24 Juli 2021 10:08 Reporter : Tantri Setyorini
Mengapa Jalan Raya di Qatar dan Los Angeles Tidak Berwarna Hitam? The Abdullah Bin Jassim Street, Qatar. ©2020 Qatar Living/Rolan Majarucon

Merdeka.com - Jalan raya umumnya berwarna hitam atau kelabu jika sudah tertutup debu selama bertahun-tahun. Namun tidak semuanya seperti itu. The Abdullah Bin Jassim Street, salah satu jalan raya tersibuk di Doha, misalnya. Jalan ini dicat warna biru muda cerah sejak tahun lalu. Sementara beberapa ruas jalan di Los Angeles diwarnai putih sejak tahun 2018, sehingga tampak mencolok.

Membiarkan jalan raya berwarna hitam tentunya lebih hemat biaya dan praktis. Pasalnya, warna asli aspal memang hitam. Walaupun begitu, isu perubahan iklim yang menjadikan permukaan bumi lebih panas membuat dua pemerintah kota di dua negara berbeda ini membuat kebijakan yang lain terkait lalu lintas.

Warna Segar untuk Turunkan Suhu Jalan

the abdullah bin jassim street qatar
©2020 Qatar Living/Rolan Majarucon

Menurut laporan Arrayah, warna biru laut ini diharapkan bisa membantu menurunkan suhu lapisan aspal hingga 15-20 derajat Celcius. Suhu udara di Qatar bisa mencapai 46 derajat Celcius. Sementara suhu rata-rata di Indonesia saja 30 derajat Celcius. Jadi pengecatan jalan raya ini bertujuan untuk menambah kesejukan bagi para pengguna jalan.

Insinyur Saad al-Dosari menjelaskan bahwa lapisan aspal hitam memiliki suhu sekitar 20 derajat Celcius lebih tinggi daripada suhu udara sekitar. Pasalnya warna hitam memang dikenal lebih mudah menyerap panas.

Baca Selanjutnya: Menggunakan Campuran Cat yang Lebih...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Travel
  3. Qatar
  4. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini